banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Kader PDI-P Papua Minta Polisi Usut Insiden Pembakaran Bendera

Kader PDIP Perjuangan Papua, saat melakukan kegiatan di pantai Hamadi Jayapura, Sabtu kemarin/Foto-redaksi
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA IP – Pelaksana Harian Ketua DPD PDIP Papua Ignasius Hasim meminta, Kapolri Jendral Polisi Idham Azis mengusut dan menangkap serta memproses hukum pelaku pembakaran pataka PDIP yang dilakukan oleh masa pendemo di Jakarta 24 Juni lalu.

Ia menjelaskan,aksi pendemo yang melakukan pembarakan pataka PDIP sudah tidak sejalan dengan tujuan. Untuk itu pihaknya meminta Kapolri segera mengusut kasus ini. Menurut Ignasius Hasim, tujuan pendemo berdemo adalah menolak rancangan undang-undang haluan ideologi pancasila.

banner 325x300

“Tetapi fakta di lapangan pendemo meminta menurunkan Presiden Ir H Joko Widodo dan melakukan pembakaran pataka PDI-P serta menyatakan seolah-olah PDI-P adalah PKI,” kata Ignasius Hasim kepada wartawan, Sabtu (27/6).

Pendemo sebagaimana dikatakan Ignasius, saat melakukan orasi ada pernyataan yang mengatakan seolah-olah PDI Perjuanga adalah PKI, tetapi ia mengaskan yang seharusnya dikatakan PKI itu adalah pendemo tersebut. Sebab ideologi PDIP sudah jelas yakni Pancasila 1 Juni 1945.

“Dan kita konsisten dan terus berjuang tentang ideologi pancasila, sementara yang mereka perjuangankan itu bukan ideologi pancasila. Mereka memperjuangkan ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi pancasila,” tuturnya.

Itulah sebabnya, DPD PDIP Papua meminta kepada Kapolri untuk menangkap dan memproses hukum para pelaku serta dalang dibalik peristiwa itu.

“Saya pikir bahwa ada orang-orang besar yang memboncengi aksi itu. Dan itu harus diungkap. Kami dari timur Indonesia mendorong kapolri mengusut,” tandasnya.

Sementara hal yang sama juga disampaiakan salah satu Kader PDIP Edoardus Kaize meminta kepada pihak terkait untuk tidak melakukan tindakan yang melewati batas kesabaran PDIP.

“PDIP itu punya batas kesabaran. Jadi kalau lakukan pembakaran pataka PDIP itu adalah tindakan yang sangat keji,” ujarnya.

Mantan ketua DPD PDIP Papua periode 2015-2019 ini mengatakan, sesuai dengan surat DPP yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum partai Megawati Soekarnoputri untuk tidak melakukan tindakan anarkis.”dan kami sangat menghormati itu,” katanya singkat.(redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.