>

Paulus Waterpauw Ingin Jadikan Papua Sebagai Rumah Besar

JAYAPURA iNFOPAPUA. ID– Kandidat Bakal Calon Gubernur Papua periode 2024 – 2029, Paulus Waterpauw mengatakan sama sekali tidak menyangka dari Dewan Adat Papua (DAP) membuka diri untuk dirinya bisa hadir dan masuk di Rumah Besar DAP untuk meminta restu, bahwasannya dirinya akan maju bertarung di Pemilihan gubernur.


Sebagai seorang anak adat, dirinya mengaku prihatin, karena nama besar DAP yang mengayomi semua system adat budaya masyarakat di tanah ini. Tetapi hanya memiliki kantor sekertariat yang sangat sederhana.
Pernyataan itu disampaikannya saat berada di rumah besar, Kantor Sekertariat Dewan Adat Papua (DAP). Sabtu (22/6/2024).


Melalui rumah adat yang kecil ini, tetapi memiliki makna luas sebagai rumah besar. Mengayomi seluruh adat dan juga budaya masyarakat di tanah ini.


“Mari bersama siapkan dengan baik. Karena dari rumah besar ini, kita akan menjadi corong. Kita akan menjadi tauladan bagi rumah – rumah adat yang lain di lima provinsi yang sekarang sudah sah menjadi 6 provinsi di tanah ini,”ujarnya.


Rumah Besar


Dalam mimpinya sosok Paulus Waterpauw ingin menjadikan Provinsi Papua sebagai Rumah Besar atau Rumah Induk bagi provinsi yang lain di Tanah Papua ini.

“Artinya dengan latar belakang sejarah, dengan latar belakang adat dan juga ikatan – ikatan kehidupan masyarakat yang lahir besar di provinsi induk ini. Harus mengembalikan perannya dengan baik. Tetapi juga nanti bagaimana memberikan keteladanan yang baik bagi saudara – saudara kita di provinsi yang lain,”tuturnya.


Akan tetapi juga berkaca dapat menjadi agent perubahan, dalam rangka membantu menyelenggarakan berbagai kehidupan masyarakat di tanah ini. Selain itu menjawab program – program yang sudah diturunkan oleh negara dan pemerintah. Baik dari pusat dan yang ada di provinsi sampai dengan kabupaten/kota.


“Mimpi saya rumah besar artinya rumah induk. Siapapun dia harus hadir disini. Tetapi dia harus datang dulu dan lihat keadaan rumah besar ini. Untuk itu membutuhkan para pihak yang harus betul – betul kerja dengan baik dan sungguh – sungguh dengan baik,”ucapnya.


Sebagai penyelenggara negara, PW sapaan akrabnya berharap bahwa berbicara tentang semua hal untuk kepentingan rakyat. Harus sungguh – sungguh bekerja untuk mengabdi, untuk melayani masyarakat di rumah besar provinsi induk ini (Papua-red).


Tidak ada kata tidak dan menunda. Rumah besar, memang rumah induk yang harus rapi, harus bersih, tenang, tentram dan harus terkendali dalam semua hal. Harus memiliki semua kompentensi dan sumber daya yang bakal menjadi contoh bagi rumah – rumah kecil yang lain.


“Jadi kalau orang datang ke Provinsi Papua ini, mereka lihat tenang, bagaikan laut yang tenang membiru dan juga hutan – hutan yang hijau. Kita bersama – sama merencanakan semua hal bagi masyarakat yang ada di rumah besar ini,”paparnya.


Bila Tuhan Kehendaki
“Sebagai peranan penyelenggara negara, bila Tuhan kehendaki saya duduk sebagai Gubernur, saya akan memainkan pola – pola memerankan penyelenggara negara itu dengan sungguh – sungguh,”janjinya.


Disertai harapan yang punya masyarakat yakni pemerintah, yang punya program dan anggaran adalah pemerintah. Sehingga kalau pemerintahnya itu benar, penyelenggara negara benar. Maka semua hal bisa ditangani.


“Saya sudah buktikan dua tahun di Papua Barat sebagai Penjabat Gubernur, saya rapikan dan tertibkan segala hal. Maksud saya negara Indonesia ini besar, punya rakyat yang bersebaran dimana – mana. Kita di Tanah Papua ini harus juga punya komitmen yang kuat untuk membangun tanah kita dengan segala hal,”pesannya.


Baik ketertinggalannya, tetapi juga kelebihan yang kita punyai adalah dari penyelenggara negara sebagai pengabdi utama. Kalau penyelenggara sudah sibuk dengan diri sendiri dan urusan meninggalkan rakyatnya. Maka rakyat juga akan tidak memusingkan.


“Tetapi kita harus taat, tertib sebagai penyelenggara yang bersih dan memiiki komitmen kuat. Tetapi juga menghargai budaya, adat, norma. Karena ini juga demi kepentingan masyarakat,”pesannya.


Lanjutnya sebagai rumah besar, rumah induk untuk menjadi beranda paling timur Indonesia ini. Pemerintah hadir untuk melayani bersama dengan seluruh masyarakat dan juga melaksanakan Pembangunan manusia dengan sungguh – sungguh.


Tetapi juga menjaga Kebhinekaan antara sesama saudara Nusantara yang ada di rumah induk ini. Sehingga harus disinergikan dengan masyarakat adat yang ada di wilayah ini.


“Dari dewan adat ini kita bersama – sama jaga. Pemerintah hadir untuk melayani dengan sungguh – sungguh kepada Masyarakat. Tetapi juga menjaga Kebhinekaan antara bersaudara kita yang ada di wilayah rumah induk ini. semua saudara dari Nusantara ada disini dan inilah yang harus dirawat. Harus dijaga dan disinergikan dengan semua kepentingan,”pungkasnya. (Redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *