Menu

Mode Gelap
Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak Perkuat Kepercayaan Warga dan Dukung Aktivitas Ekonomi Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak, Jaga Keamanan Aktivitas Jual Beli Warga Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun Tokoh Pemuda Nilai Program Honai Belajar Beri Manfaat Nyata bagi Anak-anak di Tembagapura, Timika Honai Belajar di Waa Banti Jadi Tempat Anak-anak Mengulang Pelajaran, Warga Berharap Kegiatan Terus Berlanjut Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tangkap DPO Jaringan Peredaran Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo

BERITA UTAMA

Penuhi Hak Masyarakat Atas Pelayanan Kesehatan, Papua Barat Raih Universal Health Coverage

badge-check


					Penuhi Hak Masyarakat Atas Pelayanan Kesehatan, Papua Barat Raih Universal Health Coverage Perbesar

JAKARTA iNFOPAPUA.ID,- Penghargaan Universal Health Coverage 2023 diterima Pj. Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., dan diboyong ke Tanah Papua Barat, Selasa (14/3/2023).

Universal Health Coverage adalah penghargaan atas keberhasilan suatu daerah (maupun negara) dalam menerapkan sistem pelayanan kesehatan kepada seluruh penduduknya. Dan hal ini berdasarkan 16 jenis layanan kesehatan dasar, dalam empat kategori yang dicanangkan World Health Organization (WHO), yaitu: Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Kapasitas dan Akses.

“Kami memiliki concern dan komitmen yang kuat agar masyarakat mudah mendapatkan hak mereka atas pelayanan kesehatan,” kata Gubernur Waterpauw.

Seperti diketahui, kesehatan adalah hak azasi manusia dan juga investasi. Hal inilah yang melandasi Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, yang salah satunya melalui pemutakhiran pelayanan BPJS.

“Jika biasanya ada dua fase pelayanan BPJS, yaitu fase administrasi dan -satu minggu kemudian- baru mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, maka di Provinsi Papua Barat proses itu bisa dilaksanakan secara sekaligus, mendaftar hari ini dan bisa langsung berobat,” kata Gubernur Waterpauw. Proses satu fase ini rata diterapkan di seluruh kabupaten di Papua Barat.

Bukan hanya dari sisi administrasi, Gubernur Waterpauw menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat selalu mengawal dan meng-up grade fasilitas penunjang kesehatan (baik bangunan fisik, alat kesehatan), jumlah dan kualitas dokter, dan aksesibilitas penunjang kesehatan lainnya.

“Meski demikian, di antara tujuh kabupaten masih ada satu kabupaten yang belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah, yaitu Kabupaten Pegunungan Arfak. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tandas Gubernur.

Karenanya, Gubernur juga menggandeng pihak rumah sakit swasta untuk ikut membantu dan turut bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan masyarakat. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tangkap DPO Jaringan Peredaran Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo

9 Juli 2026 - 07:08 WIB

Hasil Visum Pillot Pesawat AMA Asal AS Ditemukan Luka Tembak Pada Bagian Pipi

4 Juli 2026 - 08:53 WIB

Penembakan Pilot AS dan Pembakaran Pesawat AMA Diduga Dilakukan Oleh KKB Pimpinan Hembalingga

4 Juli 2026 - 08:22 WIB

Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Bandara Balingga, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Penyebab Insiden

2 Juli 2026 - 18:59 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Jayapura

1 Juli 2026 - 18:13 WIB

Trending di BERITA UTAMA