Menu

Mode Gelap
Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga Komitmen Kapolda Papua Tengah Cetak Generasi Berprestasi, Mini Soccer Kapolda Cup III U10-U12 Siap Digelar Operasi Damai Cartenz Pastikan Personel Tetap Prima untuk Layani Masyarakat di Yahukimo Tim Kesehatan Operasi Damai Cartenz 2026 Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Personel di Pos-Pos Yahukimo Pertamina Patra Niaga dan PMI Kota Jayapura Jalin Kerja Sama Penguatan Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial Sinergi Dinkes, Komunitas, dan Jurnalis: Menuju Kota Jayapura Ramah Kelompok Rentan HIV-TB

KEBUDAYAAN

Ilaga Belum Kondusif, Lokasi Konfrensi XI Sinode KINGMI Dipindahkan ke Timika

badge-check


					Ilaga Belum Kondusif, Lokasi Konfrensi XI Sinode KINGMI Dipindahkan ke Timika Perbesar


JAYAPURA Infopapuaid,- Panitia Konferensi XI Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, memutuskan untuk memindahkan lokasi konfrensi akan digelar 26-29 Juli 2021 dari Kabupaten Puncak Jaya ke Kabupaten Mimika, dimana konfrensi akan dilakukan secara virtual.

Penentuan tempat dan tanggal konferensi disepakati setelah pertemuan antara Panitia Penyelenggara yang diketuai Willem Wandik SE, M,Si yang juga Bupati Puncak dengan Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Pdt Dr Benny Giay  di Kantor Sinode KINGMI Kota Jayapura, Sabtu (03/07/2021).

Rencana awal, Konferensi XI Sinode KINGMI di Tanah Papua akan digelar di Ilaga, Ibukota Kabupaten Puncak pada tanggal 14 sampai 19 November 2020 namun kemudian ditunda menjadi Maret 2021 dan kesepakatan terakhir akan berlangsung 26-29 Juli 2021 di Timika.

Pemindahan lokasi konferensi ini karena kondisi di Kabupaten Puncak tidak kondusif sehingga pilihan alternatif Kota Timika karena sama-sama masuk di wilayah Koordinator Puncak Selatan.

“Sebenarnya kami mau di Ilaga, karena merupakan salah satu daerah sejarah dalam gereja KINGMI di Tanah Papua, namun karena kondisi keamanan, ada masalah, konflik sehingga panitia pindahkan ke Mimika, apalagi wilayah Puncak dan Mimika berada dalam coordinator yaitu Puncak Selatan, Konferensi akan dilaksanakan 26-29 Juli. Kita berharap dukungan doa semua warga jemaat agar kegiatan ini berlangsung sukses,” ungkap Ketua Sinode Pdt Benny Giay.

Dalam konfrensi selama tiga hari tersebut, kata Giay akan dibahas terkait laporan pertanggungjawaban ketua dan pengurus sinode, pembahasan Aanggaran dasar (AD) dan Pembahasan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta terakhir pemilihan ketua sinode dilanjutkan pelantikan.

Sementara itu, Ketua Panitia Willem Wandik mengatakan, sebenarnya Kabupaten Puncak sudah sangat siap menjadi tuan rumah, pemerintah sudah membangun persiapan fisik lokasi pelaksanaan konferensi, namun karena kondisi keamanan serta adanya Virus Covid 19 maka panitia mengambil alternative lokasi konferensi dipindahkan ke Timika. Artinya tuan rumah tetap namun lokasi saja yang dipindahkan karena Timika dan Puncak juga masuk dalam satu koordinator, selanjutnya lokasi dan bangunan pelaksanaan Konfrensi yang ada di Ilaga, nantinya Pemda Puncak lengkapi, lalu dihibahkan menjadi asset Gereja KINGMI.

“Pada intinya pemerintah Kabupaten Puncak dan Pemerintah Kabupaten Timika sangat siap mendukung kegiatan konfrensi apalagi akses ke Timika bisa lewat darat, laut dan udara, sangat strategis, semua fasilitas sangat lengkap, hanya saja saya mau sampaikan bahwa konfrensi tetap mengikuti protocol kesehatan, akan dilaksanakan secara virtual atau online,” tuturnya.

Lanjut Willem Wandik, konferensi tidak bisa lagi ditunda pelaksanaanya karena setelah Bulan Juli sejumlah kegiatan besar akan digelar di Timika, seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan PON XX yang akan berlangsung Oktober 2021 mendatang.

Peserta konferensi direncanakan 631 orang yang berasal dari 91 klasis se Tanah Papua dan 13 koordinator. Setiap klasis mengirim 4 peserta tiga diantaranya pengurus klasis dan satu orang dari kalangan professional.

“Peserta sendiri sampai saat ini, kita rencanakan 631 orang. Awalnya 1 klasis mengirim  6 orang namun karena covid maka panitia kurangi menjadi 4 orang, tiga dari pengurus klasis,1 dari kaum professional, utusan dari 91 klasis se Tanah Papua, 13 kordinator dan para undangan,” jelas Bupati Wandik.

Direncanakan Gubernur Papua Lukas Enembe akan mengikuti pembukaan konferensi secara virtual.  “Gubernur juga akan mengikuti pembukaan konfrensi in secara virtual. Pelaksanaan konfrensi ini tetap mengedepankan protocol kesehatan, meski banyak undangan, namun  kita tidak duduk kumpul satu tempat, karena akan ada pembagian tempat, dan pelaksaan secara virtual atau online, semua peserta dan jemaat bisa ikut secara online,” ujarnya.  (Diskominfo Puncak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brigpol Ita Kunjungi Sanggar Ameldi, Menjaga Warisan Batik Papua

1 Maret 2025 - 22:21 WIB

PKK Papua Barat Sukses Laksanakan Festival Band, SMA 1 Manokwari dan Lavens Band Sabet Juara I

12 Agustus 2023 - 00:20 WIB

HPN Pattimura ke-206 di Papua Digelar Lebih Meriah, Ada Lomba Vokal Grup

18 Maret 2023 - 18:56 WIB

Dinas PUPR Mulai Benahi Lokasi Wisata Alam Gunung Meja

28 Juli 2022 - 17:13 WIB

Peserta Konfrensi XI Gereja KINGMI Diimbau Agar Swab Antigen dan Vaksin

8 Juli 2021 - 04:59 WIB

Trending di KEBUDAYAAN