Menu

Mode Gelap
Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak Perkuat Kepercayaan Warga dan Dukung Aktivitas Ekonomi Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak, Jaga Keamanan Aktivitas Jual Beli Warga Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun Tokoh Pemuda Nilai Program Honai Belajar Beri Manfaat Nyata bagi Anak-anak di Tembagapura, Timika Honai Belajar di Waa Banti Jadi Tempat Anak-anak Mengulang Pelajaran, Warga Berharap Kegiatan Terus Berlanjut Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tangkap DPO Jaringan Peredaran Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo

Uncategorized

Warga Merauke Diimbau Tak Terprovokasi Isu 1 April

badge-check


					Warga Merauke Diimbau Tak Terprovokasi Isu 1 April Perbesar

JAYAPURA IP, – Warga yang ada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua diimbau untuk tidak terprovokasi dengan isu atau ajakan demo 1 April 2021.

Demikian imbauan ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Kimaam Paskalis Imadawa sebagai bentuk perhatian kepada sesama anak negeri akan persoalan pembangunan di Kabupaten Merauke, Papua, Senin.

“Ada isu-isu aksi yah. Saya memang belum dengar langsung dari pihak penyelenggara, atau otak-otang penyelenggara untuk penolakan Provinsi Papua Selatan (PPS), penolakan Otsus, atua lainnya. Saya pikir itu kita perlu berpikir lebih arif,” katanya.

Sebagai salah satu tokoh masyarakat yang vokal, Paskalis mengaku juga suka berdemo atau bahkan memimpin aksi penyampaian aspirasi hanya saja perlu dipahami apa yang akan diperjuangkan, jika menentang pemerintah sebaiknya tidak dilakukan apalagi melakukannya dengan aksi yang tidak elegan.

“Saya pribadi ini orangnya suka demo, tapi kita lihat dulu konteksnya apa. Kalau demo menyangkut penolakan PPS, daerah otonom baru (DOB) atau penolakan Otsus atau apalah, yang menggangu kamtibmas itu saya pikir tidak perlu,” katanya.

Ia mengatakan aparat keamanan harus mengambil sikap dan berperan lebih baik lagi ketika menemuai aksi yang bertentangan dengan pemerintah dan negara. Membubarkan aksi secara tegas dan terukur sesuai dengan standar operasional sehingga tidak terjadi korban.

“Dan saya tegas disini, pihak kepolisian harus bubarkan paksa aksi seperti itu (penolakan PPS atau Otsus), harus dibubarkan kalau ada aksi. Sebab itu saya tidak setuju, sebab kita disini daerah yang sudah cukup maju, dimana daerah ini penuh kekerabatan, kita cukup maju dengan yang namanya nasionalisme, kita cukup maju dengan namanya Bhineka Tunggal Ika, dan kita cukup maju dengan adanya cinta kasih,” katanya.

“Jadi, kalau hal-hal itu sangat mengganggu kamtibmas saya rasa pihak berwajib tidak segan-segan menolak itu, harus membubarkan aksi itu, dan tidak boleh terima untuk mereka lakukan itu,” sambungnya.

Paskalis mengaku sebagai tokoh masyarakat dan orang tua, sudah tentu akan bekerja untuk memberikan nafkah kepada keluarga dan anak-anak, tentunya dengan cara yang tepat dan tidak menyinggung pihak lainnya.

“Saya secara pribadi akan bekerja keras untuk anak-anak dan keluarga disekitar saya. Saya akan memberitahu kepada mereka untuk tidak terlibat aksi pada isu-isu pada 1 April nanti, bulan depan. Saya pribadi tolak aksi itu dan bila perlu dibubarkan saja,” katanya.

“Kepada pihak berwajib untuk tidak segan-segan bubarkan itu, dan itu semua ada protap ada prosedur. Pihak berwajib harus melihat itu, pihak kepolisian khususnya Polres Merauke harus bubarkan itu secara paksa,” tambahanya.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyuluhan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kampung Maribu

19 Juni 2026 - 16:34 WIB

Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

18 Mei 2026 - 18:31 WIB

Tokoh Muslim Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Dukung Operasi Damai Cartenz

18 Mei 2026 - 17:33 WIB

PKS antara Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Papua dengan Kejaksaan Tinggi Papua

16 Mei 2026 - 09:07 WIB

Jejak Kaka Bas: Inspirasi yang Tak Lekang oleh Waktu

30 April 2026 - 19:30 WIB

Trending di OPINI