Menu

Mode Gelap
Patroli Jalan Kaki Ops Damai Cartenz 2026 Jaga Stabilitas Keamanan Kota Dekai, Yahukimo Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni 2026 Humanis dan Siaga, Personel Ops Damai Cartenz Sambangi Warga Saat Patroli Keamanan di Puncak Jaya Tinjau PELATARAN di Kantah Kota Banjarbaru, Wamen Ossy: Hindari Masyarakat Menunggu Terlalu Lama di Loket Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Perkuat Keamanan dan Jalin Kedekatan dengan Warga Puncak Jaya

KESEHATAN

BKKBN Akui Program Bapak Asuh Berhasil Tekan Angka Stunting

badge-check


					BKKBN Akui Program Bapak Asuh Berhasil Tekan Angka Stunting Perbesar

MANOKWARI iNFOPAPUA.ID, – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat berharap program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang digagas Mantan Pj Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw dapat dilanjutkan, terbukti efektif tangani stunting.


Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo menyebut pelaksanaan BAAS yang digagas Mantan Pj Gubernur Paulus Waterpauw menggunakan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (EPPGM) efektif menurunkan angka stunting di Papua Barat.


Diketahui, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan Kementrian Kesehatan terjadi Penurunan terjadi penurunan prevalensi stunting Papua Barat dari 30.0 persen di Tahun 2022 menjadi 24,8 persen di Tahun 2023 atau turun sebesar 5,2 persen.


“Dari data SKI tahun 2022-2023, Papua Barat mengalami penurunan 5,2 persen dan merupakan tertinggi kedua di Indonesia dengan penurunan prevalensi stunting tertinggi setelah Nusa Tenggara Barat,” kata kepala BKKBN Papua Barat.


“Program Bapak asuh stunting sangat efektif karena menyasar langsung pada anak stunting, bagik dari segi pembiayaan dan pengawasan. Tercatat pak Pj Waterpauw saja memiliki 30 anak asuh, belum lagi ditambah dengan kepala OPD dan penggerak PKK,” lanjut dia.


Philmona menjelaskan, Hasil SKI baru keluar pada 20 Maret 2024 lalu, yang kemudian akan dijadikan dasar untuk menyusun rencana aksi penanganan stunting selanjutnya.


“Setelah keluarnya SKI ini kita akan melaksanakan rapat koordinasi bersama Provinsi Papua Barat, kami harap capaian yang diperoleh Papua Barat serta program yang berjalan di Tahun 2024 bisa di lanjutkan lagi pada kepemimpinan Pj Gubernur saat ini,” jelas dia.


Dirinya juga berharap, Satuan tugas (Satgas) Percepatan penanganan stunting yang menjadi inisiatif Gubernur Papua Barat bisa melanjutkan program strategis yang dijalankan sebelumnya.
“Koordinasi terakhir kami dengan provinsi Papua Barat memang terkendala karena ketua satgas sebelumnya telah pensiun, namun Pj Gubernur Ali Baham juga punya memiliki komitmen yang sama dalam penanganan stunting,” paparnya.


Disebutkan juga, penanganan stunting harus segera berjalan kembali di Papua Barat mengingat kementrian kesehatan akan melakukan Survei kembali pada bulan Agustus 2024 mendatang.
“Agustus 2024 akan dilakukan survey kembali dan hasilnya akan keluar bulan Oktober, sehingga waktu kita cukup singkat untuk terus menurunkan angka stunting sesuai target Nasional,” tandas dia. ( redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSUP Jayapura Terus Berupaya Transformasi Layanan Kesehatan

29 Mei 2026 - 17:27 WIB

Satgas Damai Cartenz Tingkatkan Kesiapan Personel Melalui Support Psikologi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kiwirok

8 Mei 2026 - 21:46 WIB

Satgas Damai Cartenz Tingkatkan Soliditas Personel Lewat Layanan Psikologi dan Kesehatan

23 April 2026 - 09:13 WIB

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis dan Pelayanan Kesehatan di Sinak

13 April 2026 - 05:07 WIB

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Jaga Keamanan dan Layani Kesehatan Warga Sugapa

7 Februari 2026 - 15:48 WIB

Trending di KESEHATAN