Menu

Mode Gelap
FKDK BPDSI Audiensi dengan Ketua OJK Bahas Regulasi hingga Penguatan BPD Wakil Kepala BGN dan Wakil Menteri Dalam Negeri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapura Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal Kaops Damai Cartenz-2026 Tinjau Pos Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Sinak, Perkuat Pendekatan Humanis Bersama Masyarakat Patroli Humanis Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Puncak Jaya Pererat Kedekatan dengan Masyarakat RSUP Jayapura Berikan Penanganan Medis kepada Delapan Pasien Asal Distrik Depapre

KESEHATAN

Kolaborasi Pemprov Papua Barat dan TP PKK, Masyarakat Antusias Ikut Pengobatan Massal di Susweni

badge-check


					Kolaborasi Pemprov Papua Barat dan TP PKK, Masyarakat Antusias Ikut Pengobatan Massal di Susweni Perbesar

MANOKWARI iNFOPAPUA.ID, – Pemerintah Provinsi Papua Barat berkolaborasi bersama Tim Penggerak PKK melaksanakan kegiatan pengobatan massal yang terdiri dari pelayanan ibu hamil, berupa pemeriksaan kehamilan dan USG, pelayanan kesehatan anak, khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan masyarakat, Sabtu (8/7/2023) berlokasi di Kantor Kampung Susweni.

Penjabat Gubernur Papua Barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II, Melkias Werinusa, SE.,MH mengatakan kesehatan merupakan aset manusia yang sangat berharga dalam 30 tahun terakhir ini, karena Indonesia mengalami perubahan pola penyakit atau yang sering disebut transisi epidemiologi. dimana pada era 1990an, penyebab kematian dan kesakitan tersebar adalah penyakit menular seperti, TBC, diare, penyakit infeksi saluran pernapasan dan lain sebagainya.

Ditambahkan, sejak tahun 2010 penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit tidak menular (PTM), seperti, hipertensi, jantung, stroke, diabetes dan kanker.

“Kini Penyakit Tidak Menular tidak hanya menyerang usia tua tetapi usia muda juga dari semua kalangan, baik kaya maupun miskin, tinggal dikota maupun di desa untuk itu seluruh komponen diharapkan berpartisipasi aktif dalam mendorong masyarakat membudaya perilaku hidup sehat dan bersih. Kita harus bersama- sama bergerak mempraktekan pola hidup sehat sehari-hari,” Ujarnya.

Selanjutnya dipaparkan saat ini Pemerintah Provinsi Papua Barat sedang fokus pada percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim. Oleh sebab itu memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat merupakan mitra pemerintah yang mempunyai peranan penting dalam percepatan penurunan stunting yang dimulai dari keluarga karena merupakan institusi terkecil dalam sebuah komunitas. yang bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat, produktif dan berkualitas.

Presiden juga secara berulang telah memberikan arahan bahwa percepatan penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem sangat penting, sebagaimana target Indonesia emas tahun 2045 harus adanya pembentukan SDM sejak dini.

“sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci indonesia ke depan. titik dimulainya pembangunan sdm adalah dengan menjamin kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan dan jangan sampai stunting,kematian ibu atau kematian bayi meningkat,” Terangnya.

Penjabat Ketua TP PKK Papua Barat, Roma Megawanty. P ,S.Komp.,M.Si juga menjelaskan kegiatan yang sukses terselenggara dari pagi hingga siang hari dalam rangka pengobatan massal dan khitanan massal. Agenda ini merupakan inisiasi dari Pj. Gubernur Waterpauw mengingat berkediaman di lingkungan Susweni dan belum melakukan kegiatan seperti ini.

“Diminta untuk pelaksananya PKK karena menurut beliau kerja PKK gesit dan teliti. Target kami adalah masyarakat sekitar, tapi dalam rangka Idul Adha juga ada khitanan massal,” Jelas Pj. Ketua TP PKK Papua Barat.

Diuraikan Ketua PKK antusias peserta yang hadir terpantau melampaui target dengan tercatat sebanyak 40 anak mengikuti khitanan massal. Khitanan diikuti baik oleh usia anak dan juga beberapa peserta dewasa. Sedangkan peserta lainnya turut memeriksakan kondisi kesehatan meliputi anak, ibu hamil, orang dewasa dengan berbagai macam keluhan.

Ia mengapresiasi pemerintah kampung yang telah menyambut baik kegiatan dimaksud. Selain itu ungkapan terimakasih disampaikan kepada pemerintah Papua Barat melalui Dinas Kesehatan yang memberikan dukungan dari sisi tenaga medis, obat-obatan dan peralatan. Pihak yang terlibat juga berasal dari Puskesmas Pasir Putih.

“Dari target yang ingin capai 30 anak ternyata melebihi dan tercatat 40 anak melakukan khitanan. Demikian juga pengobatan untuk anak maupun Ibu hamil dan dewasa segala macam keluhan melebihi target. Tadi juga ada masukan dari ibu kepala kampung menyambut sangat baik dan sena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Kepala BGN dan Wakil Menteri Dalam Negeri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapura

7 Agustus 2026 - 17:23 WIB

RSUP Jayapura Berikan Penanganan Medis kepada Delapan Pasien Asal Distrik Depapre

5 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pelayanan Kesehatan dan Bakti Humanis, Warga Kampung Waaf Apresiasi Kepedulian Polri

31 Juli 2026 - 12:17 WIB

Operasi Damai Cartenz Pastikan Personel Tetap Prima untuk Layani Masyarakat di Yahukimo

14 Juni 2026 - 00:53 WIB

Tim Kesehatan Operasi Damai Cartenz 2026 Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Personel di Pos-Pos Yahukimo

13 Juni 2026 - 17:42 WIB

Trending di KESEHATAN