Menu

Mode Gelap
Satgas Operasi Damai Cartenz Laksanakan Penegakan Hukum di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Meninggal Dunia dan Tiga Senpi Diamankan* Sekjen BMP RI Serukan Penegakan Hukum yang Tegas atas Insiden Pembakaran Pesawat di Yahukimo Aktivis Pemuda Papua Dorong Dialog dan Penegakan Hukum Berjalan Beriringan di Papua Andri Ramawi Resmi Jadi Pelatih Persipura Musim 2026-2027 Alfredo Vera dan Esteban ‘Mocha’ Ditunjuk Direktur dan Wakil Direktur Sepakbola Persipira Astamaops Kapolri Sampaikan Aapresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026

POLITIK

Insiden Pengursakan di Kediaman Almarhum Wakil Gubenur Baiknya Tak Dibawa ke Rana Hukum

badge-check


					Insiden Pengursakan di Kediaman Almarhum Wakil Gubenur Baiknya Tak Dibawa ke Rana Hukum Perbesar

JAYAPURA Infopapuaid ,- Bupati Mamberamo Tenggah, Ricky Ham Pagawak, meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk tidak memproses hukum warga yang melakukan pengrusakan di kediaman almarhum Wakil Gubernur Klemen Tinal di Jayapura, beberapa waktu sebab hal tersebut merupakan spontanitas dan budaya masyarakat Papua khususnya di daerah pegunungan.

Hal ini disampaikan Ham Pagawak, menyikapi pernyataan Sekda Papua, Dance Yulian Flassy bahwa kejadian pengrusakan di kediaman almarhum Wakil Gubernur Klemen Tinal akan diserahakan kepada pihak kepolisian.

“Saya tidak setuju dengan pernyataan Pak Sekda bahwa meminta kepada aparat untuk mengusut pengrusakan ini, sebaiknya pemerintah selesaikan persoalan ini, jangan salahkan masyarakat, dan faslitas yang rusak agar diganti atau rehab, sebagai pejabat kita harus hati-hati memberikan komentar,” ujar Ham di Jayapura, Jumat (28/5/2021).

Ham mengaku, saat kejadian tersebut, ia bersama, Kapolda , dan sejumlah pejabat Pemprov Papua, ikut menenangkan warga yang meluapkan kesdihannya atas meninggalnya pimpinan mereka, apalagi yang meninggal adalah seorang Wakil Gubernur.

“Sebagai Bupati yang saat itu, ikut menenangkan warga yang saat itu secara spontanitas melakukan aksi pelemparan, saya kira itu kalau direhab tidak seberapa, tetapi kehilangan Wakil gubernur tidak sebanding, saya harap Pak Kapolda agar tidak menyikapi ini secara serius, dan Pak Kapolresta sebagai yang punya wiliyah dapat mengembalikan proses ini kepada Pemprov untuk melakukan perbaikan , ” kata Pagawak.

Menurutnya, apa yang terjadi saat itu adalah sebuah budaya apabila ada warga yang meninggal, bahkan bisa sampai melakukan aksi pembakaran, apalagi yang meninggal kali ini adalah seorang Wakil Gubernur, masyarakat saat itu kaget dengan kematian Wakil Gubernur.

“Meninggalnya Pak Wagub tidak sebanding dengan rumah itu, ini keluarga masih berduka lagi hal-hal seperti tidak perlu dikomentari, tidak perlu bilang ditangani pihak berwajib , terangnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua BMP Papua: Kedaulatan Rakyat Ada di Tangan Rakyat, Pilkada Harus Langsung!

17 Januari 2026 - 15:19 WIB

Terkait Pernyataan Gubernur Papua Pegunungan, Pakar Politik Nilai Adanya Disharmoni

31 Oktober 2025 - 11:51 WIB

Momen Harmonis Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Masyarakat dan Anak-Anak di Mimika

29 Oktober 2025 - 19:19 WIB

Kita Jaga Sitkamtibmas, Pemerintahan Provinsi Papua Baru Berjalan

24 Oktober 2025 - 16:24 WIB

Pernyataan Lengkap BTM-CK Terkait Kekalahan di Pilgub Papua

17 Oktober 2025 - 21:46 WIB

Trending di BERITA UTAMA