banner 728x250 banner 728x250

Pantau Kesiapan PSU Boven Digoel, Kabaintelkam Minta Para Kandidat Harus Siap Terima Hasil

Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpauw saat tiba di Boven Digoel/Foto-Redaksi
banner 468x60

JAYAPURA IP- Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw mengunjungi Boven Digoel, jelang pemilihan suara ulang (PSU) yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Kunjungan Kabaintelkam Polri ke Boven Digoel untuk memastikan kamtibmas di daerah itu, termasuk melihat dari dekat persiapan PSU.
Dalam pertemuannya di Mapolres Boven Digoel, Kabaintelkam menyebutkan personel TNI Polri selalu bersiap dan siaga jelang PSU.
“Boven Digoel itu masuk daerah rawan 2, tentu saja penempatan personel TNI Polri dan jajaran Kodim teritorial, serta batalyon harus bersatu padu,” katanya, Rabu 21 April 2021.

banner 325x300

Untuk tetap menjaga keamanan, maka peranan perwira pengawas wilayah mengarahkan pada SOP, termasuk jika terjadi hal yang riskan atas kejadian kontijensi dan hal mendesak lainnya.

Komjen Paulus menyebutkan situasi global saat ini sulit untuk ditebak. Misalnya saja personel TNI Polri sudah melakukan razia hingga cipta kondisi dengan cara humanis dan merasa sudah aman.

“Kejadian pada satu titik di daerah, bisa tiba-tiba memiliki indikasi atau bisa membuat permasalahan identik dengan daerah lainnya dan ada relevansinya. Misalnya persoalan di Ilaga, Puncak saat ini dengan adanya kekerasan terhadap warga sipil, bisa saja ada kaitannya dengan daerah lainnya di Wamena, Biak atau daerah lainnya dan ini harus diwaspadai,” ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan masalah Papua saat ini menjadi atensi bagi pimpinan di pusat, termasuk oleh Presiden Jokowi. Termasuk masalah Boven Digoel yang sempat merah dan bisa secepatnya ditangani.

“Pak Jokowi selain memerintahkan saya sebagai Kabaintelkam, namun juga sebagai yang tertua di kepolisian, ikut membantu bertemu para tokoh dan pemimpin di sini (Papua), agar bisa mengingatkan semua pihak untuk bekerja dengan baik dan menjaga tanah Papua untuk kepentingan bersama. Bukan untuk kepentingan kita. Tapi kepentingan anak cucu, masyarakat dan bangsa dan negara,” tegasnya.

Deklarasi Damai

Jelang PSU Boven Digoel juga akan dilakukan deklarasi damai oleh 3 pasang calon kepala daerah, termasuk penyelenggara pilkada dan juga pemerintah, serta TNI Polri.Untuk itu, Komjen Paulus minta 3 pasang calon kepala daerah di Boven Digoel ini siap menandatangani deklarasi damai yang salah satunya berisi siap terpilih dan siap tidak terpilih.

“Jadi bukan siap menang atau kalah. Tapi siap terpilih dan tidak terpilih. Kalimat ini ada faktor energi psikologinya,” jelasnya.
Termasuk jika 3 pasang kepala daerah ini menyampaikan visi dan misinya, menjual konsep pembangunan ke depan, agar rakyat siap memilih pasangan calon yang terbaik untuk Boven Digoel.

“Pilihlah pemimpin yang baik dan berkualitas dan jangan asal. Jika dilakukan dengan asal, pada akhirnya akan asal juga,” jelasnya.
Minim Anggaran

Pada kesempatan yang sama, Sekda Boven Digoel, Yosep Auwonem menjelaskan menindaklanjuti putusan MK yang telah dikeluarkan pada 22 Maret 2021 menyebutkan pelaksanaan PSU di Boven Digoel bermuara pada anggaran yang harus disiapkan pemda.


“Pemda Boven Digoel sejak 2019 hingga 2021 terus terjadi penurunan anggaran pendapatan. Sebelumnya Rp1,3 triliun pada 2019, lalu pada tahun ini tersisa Rp1,1 triliun yang terdiri dari dana transferan bank, DAK, Otsus,” jelasnya.


Yosep menyebutkan nantinya anggaran PSU akan menggunakan dana DAU yang juga untuk membiayai belanja pegawai.
“Anggaran untuk PSU ini akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran kami, sehingga permintaan dari penyelenggara pilkada harus dirasionalkan supaya sesuaikan dengan anggaran di daerah,” ujarnya.


Apalagi dalam penggunaan dana DAK lebih didahulukan belanja monitoring yakni belanja pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan wajib 20 persen dari pendapatan. Lalu belanja infrastruktur 15 Persen. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.