banner 728x250

Anggota Brimob Tewas Dibacok OTK, 2 Senpi Hilang, Kapolda Geser Pasukan ke Jayawijaya

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius M.Fakhiri.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA Infopapua.id , – Bripda  Diego Rumaropen anggota Brimob dari Batalyon D Kompi III Wamena tewas setelah diserang OTK di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, pada Sabtu (18/06/2022).

Selain membunuh korban, pelaku juga membawa lari Dua pucuk senjata api jenis AK 101 dan Sniper Styer yang dibawa korban berhasil dibawa kabur pelaku.

banner 325x300

Berdasarkan kronologis, kejadian diperkirakan sekitar pukul 15.20 WP, di Distrik Napua, Jayawijaya.Dimana saat sore itu Danki Brimob Batalyon D Wamena AKP Rustam ditelepon oleh Alex Matuan untuk membantunya menembak sapi miliknya di daerah Napua.

Kemudian AKP Rustam membawa satu pucuk senpi jenis Sniper Styer mengajak satu orang anggotanya yakni Bripda Diego  Rumaropen yang juga membawa senpi jenis AK 101, dan bersama-sama pergi ke Napua untuk menembak sapi milik Alex Matuan.

Setelah sapi ditembak oleh AKP Rustam, kemudian AKP Rustam menitip senpi yang digunakan untuk menembak sapi yakni senpi Sniper Styer kepada korban yakni Bripda Diego Rumaropen, karena akan mengecek sapi yang telah ditembak tersebut.

Saat AKP Rustam pergi meninggalkan Bripda Diego Rumaropen sendirian di lokasi tempat menembak kemudian datang dua orang yang membawa parang dan membacok Bripda Diego Rumaropen dan membawa kabur dua senpi yang dibawa korban.

“Sementara ini kita masih mencari pelakunya, jadi dalam lidik. Untuk saat ini Danki masih dimintai keterangan di Polres berikut orang-orang yang terkait dengan kronologis  menembak sapi, siapa pemilik sapi dan siapa yang meminta bantu. Itu semua saat ini masih dalam pemeriksaan. Untuk sementara ini masih dimintai keterangan di serse dan propam untuk mencari penyebabnya, siapa tau ada yang melihat ciri-cirinya,” ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP Muhammad Safei, saat dihubungi media via telpon.

Kapolres juga mengatakan korban diperkirakan meninggal di lokasi kejadian karena saat tiba di rumah sakit korban sudah tidak bernyawa.

Sementara iut, Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K menegaskan  akan mengambil Langkah-langkah tegas terkait diserangnya salah satu anggota Sat Brimobda Polda Papua oleh OTK di Kabupaten Jayawijaya, Minggu (19/06).

Saat dikonfirmasi pada Minggu (19/06) di Mapolda Papua, Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K mengatakan dirinya akan mengambil Langkah-langkah tegas dan terukur untuk mendapatkan identitas pelaku  serta menemukan Kembali 2 Pucuk senjata api yang dirampas pada Sabtu (18/06) pukul 17.00 Wit.

“Semua perkuatan Personel Kepolisian saya sudah geser menuju Kabupaten Jayawijaya sebanyak 32 Personel yang didampingi oleh Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol. Budi Satrijo, S.I.K, M.Hum,” jelas Kapolda Papua.

Dirinya mengungkapkan bahwa besok Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K dan Dir Krimum Polda Papua Kombes Pol. Faizal Ramadhani akan mengunjungi Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan evaluasi serta menentukan Langkah-langkah kepolisian selanjutnya.

“Saya sudah sampaikan bahwa setiap anggota Polri yang bertugas di Provinsi Papua harus menerapkan body system minimal sebanyak 5 orang untuk kewaspadaan serta keamanan personel saat bertugas,” ungkap Kapolda Papua.

Lebih lanjut, Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K mengingatkan kepada seluruh anggota jajaran Polda Papua untuk tidak terulang lagi kejadian kemarin.

“Untuk identitas dari Kelompok OTK yang menjadi pelaku penyerangan akan disampaikan Kembali setelah penyelidikan lebih lanjut dari Dit Krimum Polda Papua,” tutup Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K. (redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.