Papua Language Institute Kerjasama dengan Rumah Doa Alva Omega Buka Kelas Mandiri Bahasa Inggris

Pdt.Drs.Robert Nerotumilena.MA, selaku Gembala Rumah Doa Alfa Omega sekaligus sebaga Pastor Pembina di Papua Language Institute saat memasang tanda pengenal bagi peserta/ Redaksi
banner 468x60

JAYAPURA Infopapua.id,- Papua Language Institute bekerjasama dengan Rumah Doa Alva Omega Jayapura, melakukan pelatihan kursus Bahasa Inggris kelas Mandiri 80 Siswa siswi, yang terdiri dari komunitas pemuda-pemuda Gereja, kampung  maupun lainnya di suatu daerah, yang dibuka sejak Kamis 23 September 2021.

Ditemui disela-sela kegiatan, Pdt.Drs.Robert Nerotumilena.MA, selaku Gembala Rumah Doa Alfa Omega sekaligus sebaga Pastor Pembina di Papua Language Institute, mengatakan, peserta kelas mandiri bahasa Inggris ini adalah anak-anak muda yang dipersiapkan sejak dini untuk kedepannya.

banner 325x300

“Mulai sejak dini mereka di persiapkan untuk belajar bahasa inggris, biasanya terpusat di waena cuma kali ini mereka membuka kelas mandiri komunitas pemuda-pemuda gereja, komunitas di kampung atau komunitas di suatu daerah yang mereka siap untuk membuka kelas, kemudian tenaga-pengajarnya dari PLI yang datang,” ujarnya

Ia menjelaskan , jika Papua Langue Institute adalah sebuah lembaga yang sudah punya standar untuk tes di Papua, dimana  mereka adalah sebuah lembaga yang sudah di percaya oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk  melakukan seleksi dan mempersiapkan mahasiswa-mahasiswa papua yang belajar ke berbagai negara di luar Negeri.

“Sehingga dia dia menyelenggarakan pendidikan ini kalau bisa sedini mungkin anak-anak papua ini di perkenalkan mereka belajar bahasa Inggris sejak dini sehingga mereka kalau sudah lulus bahasa Inggris, PLI ini sudah membuka Universitas Internasional Papua, jadi mereka yang nanti dari program-program ini ketika mereka lulus sma, mereka bisa meneruskan ke Universitas Internasional Papua yang kampusnya sedang di persiapkan atau di bangun di warna Buper,” ungkap dia.

Menurutnya, PLI ijuga sudah bekerja sama dengan berbagai negara antara lain, Amerika, Rusia dan Jerman, sehingga anak-anak ini sejak kecil  minimal mereka sudah di perlengkapi dengan bahasa Inggris sebagai dasar supaya selepas SMS mereka tidak ketinggalan bahasa Inggris.

“Hari ini kelas mandiri mulai dari Jayapura sampai Sentani sudah ada 10 kelas yang di buka, baik komunitas pemuda gereja dan dari kampung-kampung yang sudah siap, Kami di Rumah doa Alva omega kami juga mempunyai beban untuk memperlengkapi jemaat, pemuda-pemuda dengan kelas bahasa sehingga kami ada bekerjasama dengan PLI untuk bisa membangun pendidikan ini,” terangnya

Ditambahkan dari awal peminat untuk mengikuti kelas mandiri ini sangat  banyak sekitar 100 sekian namun mereka tidak mengikuti seleksi sehingga hanya diikuti oleh 80 peserta yang mengikuti kelas , namun waktunya akan diundur hingga usai PON.

“Nanti setelah PON ini baru mulai berjalan, karena ada juga peserta juga ada yang menjadi relawan pon sehingga dengan kesepakatan kelas kita buka hari ini, dan untuk pembelajarannya nanti setelah pon sehingga kita tidak mengganggu teman-teman kita yang menjadi relawan pon,”  ungkap dia.

Untuk tahap pertama, pihaknya menargetkan  100 orang yang dilakukan di tes dasar dan di bagi 3 kelas ada yang pemula (A), ada yang setengah (B) dan ada juga yang sudah tahu atau sudah lancar (C).

Program ini akan dilaksanakan selama 3 bulan dan nanti setelah 3 bulan kita akan membuka kelas yang baru lagi. Seperti kelas A naik ke kelas B dan Kelas B naik ke kelas C nanti akan naik ke tingkat yang lebih bagus lagi, dan  seterusnya.(Redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *