Menu

Mode Gelap
Satgas Operasi Damai Cartenz Laksanakan Penegakan Hukum di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Meninggal Dunia dan Tiga Senpi Diamankan* Sekjen BMP RI Serukan Penegakan Hukum yang Tegas atas Insiden Pembakaran Pesawat di Yahukimo Aktivis Pemuda Papua Dorong Dialog dan Penegakan Hukum Berjalan Beriringan di Papua Andri Ramawi Resmi Jadi Pelatih Persipura Musim 2026-2027 Alfredo Vera dan Esteban ‘Mocha’ Ditunjuk Direktur dan Wakil Direktur Sepakbola Persipira Astamaops Kapolri Sampaikan Aapresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026

HUKRIM

Kelompok Seperatis Teroris Masih Berkeliaran di Kiwirok

badge-check


					Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono saat membesuk nakes korban penyerangan KST yang sedang dirawat di RS Marthen Indey Jayapura/ Redaksi. Perbesar

Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono saat membesuk nakes korban penyerangan KST yang sedang dirawat di RS Marthen Indey Jayapura/ Redaksi.

JAYAPURA Infopapua.id, – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono menjelaskan situasi keamanan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang rawan terkendali.Ia menyebutkan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) masih berkeliaran di sekitar Kiwirok.

“Artinya, walau situasi terkendali oleh personel di lapangan, tapi masih rawan. Ini tetap harus diantisipasi,” jelas Pangdam, Rabu (22/9) ditemui di Jayapura.

Untuk pertebalan pasukan, selain petugas pengamanan daerah rawan, Kodam Cenderawasih telah mengirim pasukan tambahan dari Yonif 751 Sentani sebanyak 15 orang dan juga diperkuat dengan pasukan dari Satgas Nemangkawi Polri. “Pengejaran kepada mereka yang melakukan perbuatan biadab ini tetap dilakukan,” jelasnya.

Pangdam berujar hari ini ada 3 orang warga sipil yang dievakuasi ke Jayapura yakni 2 orang pendatang dan seorang ibu asal Distrik Kiwirok yang dengan keinginan sendiri turun ke Jayapura.

“Sebelumnya 3 orang warga sipil ini telah mengungsi ke pos pengamanan Kiwirok dan hari ini sudah dievakuasi ke Jayapura,” jelasnya.

Walaupun aparat keamanan mengklaim telah menguasai Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang Papua. Namun, sehari sebelumnya seorang anggota TNI tewas tertembak KSTP, saat mengamankan lokasi pendaratan pesawat untuk evakuasi jenazah Suster Gabriella Meilani.

Distrik Kiwirok pada Senin (13/9) diserang oleh KSTP pimpinan Lamek Taplo. Dalam kejadian ini, Suster Gabriella meninggal dunia, seorang matri kesehatan Gerald Sokoy belum diketahui keberadaannya dan 9 orang tenaga kesehatan lainnya mengalami trauma dan luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh KSTP tersebut.

Tak hanya menganiaya tenaga kesehatan, KSTP Lamek Taplo juga membakar Puskesmas Kiwirok, Bank Papua Kiwirok, sekolah, rumah guru dan tenaga kesehatan, termasuk rumah warga. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekjen BMP RI Serukan Penegakan Hukum yang Tegas atas Insiden Pembakaran Pesawat di Yahukimo

17 Juli 2026 - 13:56 WIB

Astamaops Kapolri Sampaikan Aapresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026

16 Juli 2026 - 10:11 WIB

Astamaops Kapolri Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis dan Kesehatan Personel

16 Juli 2026 - 10:07 WIB

Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Perkuat Rasa Aman dan Kepercayaan Masyarakat di Lanny Jaya

14 Juli 2026 - 06:52 WIB

Patroli Gabungan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Hadirkan Rasa Aman bagi Warga melalui Sambang di Lanny Jaya

14 Juli 2026 - 06:50 WIB

Trending di HUKRIM