Menu

Mode Gelap
Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga Komitmen Kapolda Papua Tengah Cetak Generasi Berprestasi, Mini Soccer Kapolda Cup III U10-U12 Siap Digelar Operasi Damai Cartenz Pastikan Personel Tetap Prima untuk Layani Masyarakat di Yahukimo Tim Kesehatan Operasi Damai Cartenz 2026 Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Personel di Pos-Pos Yahukimo Pertamina Patra Niaga dan PMI Kota Jayapura Jalin Kerja Sama Penguatan Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial Sinergi Dinkes, Komunitas, dan Jurnalis: Menuju Kota Jayapura Ramah Kelompok Rentan HIV-TB

BERITA UTAMA

Kesedihan Komjen Paulus Waterpauw Lepas Kepergian Almarhum Bharada Yohanes Samuel Biet

badge-check


					Kepala Badan Intelejen dan Keamanan Polri, Komjen Paulus Waterpauw, menghadiri Ibadah penguatan, di rumah duka, almarhum Baharada, Yohanes Samuel Biet, kawasan Polimak, Kota Jayapura/Senin 19 April 2021/Foto-Redaksi. Perbesar

Kepala Badan Intelejen dan Keamanan Polri, Komjen Paulus Waterpauw, menghadiri Ibadah penguatan, di rumah duka, almarhum Baharada, Yohanes Samuel Biet, kawasan Polimak, Kota Jayapura/Senin 19 April 2021/Foto-Redaksi.

JAYAPURA IP ,- Kepala Badan Intelejen dan Keamanan Polri, Komjen Paulus Waterpauw, menghadiri Ibadah penguatan, di rumah duka, almarhum Bhayangkari Dua (Bharada) , Yohanes Samuel Biet, Anggota Korps Brimob Polri, yang juga supir Kabaintelkam, Senin (19/4/2021).

Dengan didampingi sejumlah perwira dari Baintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpauw, mengunjungi rumah almarhum di kawasan Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.
Sang Jenderal tak kuat menahan air matanya, saa melihat kondisi almarhum yang tengah terbujur kaku didalam peti, Ia teringat pengabdian almarhum semasa hidup yang dikenal baik.
Dalam kesempatan tersebut,  Waterpauw, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum, kendatipun baru satu bulan, namun almarhum telah banyak membantu ia sejak bertugas sebagai Kabaintelkam Polri.

“Selama ikut saya satu bulan ini, dia selalu melayani saya, dia sudah mengabdi untuk itu, saya menilai dia baik,  saya belum sempat bercerita banyak dengan dia,” ujar Waterpauw.
Jenderal bintang tiga ini mengaku, baru mendapatkan kabar kepergian korban setelah tiba di Makassar, padahal ia mau mengajak almarhum mengikutinya ke sejumlah daerah, namun almarhum memilih tetap tinggal di Jakarta.
” Saya sampai di Makassar baru mendapatkan informasi, kalau dia (almarhum) di panggil Tuhan, Kami turut berduka, sedalamnya, meskipun baru satu bulan, tapi saya menilai dia baik,” kata Waterpauw.
Mantan Kapolda Papua ini meminta kepada keluarga agar tetap kuat, atas kepergian almarhum , serta dapat mengikhlaskan kepergian almarhum. sementara untuk kasus kematian almarhum telah ditangani Polda Metro Jaya.
“Keluarga agar tetap kuat,  dan dapat menghasilkan kepergian almarhum, dan untuk kasus kematian almarhum sementara di tangani Polda Metro, untuk mengungkap itu semua,” ujar Kabaintelkam.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Paulus Waterpauw juga memberikan bingkisan kepada keluarga almarhum yang diterima langsung oleh ibu almarhum.

Sementara itu, Ibu almarhum, Anike Soumilena  mengaku almarhum sejak awal ingin menjadi ajudan Komjen Paulus Waterpauw, bahkan saat akan mengikuti seleksi, ia meminta untuk didoakan ibunya.
“Anes waktu bilang ke saya, dia mau seleksi ajudan, saya ingin jadi ajudan bapak Paulus Waterpauw,  dan saya mendoakan dia, puji Tuhan dia lulus, dan itu atas kehendak Tuhan, ” ujar sang ibu sambil meneteskan air mata.
Keluarga almarhum merasa terhibur dengan kedatangan Komjen Paulus Waterpauw ke rumah duka, sebab Waterpauw adalah seorang Jenderal bintang tiga namun bisa datang ke rumah mereka yang seadanya jauh dari kata mewah.
“Saya bangga Jenderal bisa tiba di rumah, yang macam ini, jenderal bintang tiga tidak pernah datang untuk seorang Baharada, Tuhan Yesus memberkati Jenderal, hari ini ada sukacita atas kehadiran Jenderal, ujar keluarga almarhum.  (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengapa Portugal Harus Juara Piala Dunia?

11 Juni 2026 - 13:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Kisah Cinta Berakhir Tragis di Kamar Kos, Polisi Dalami Motif

10 Juni 2026 - 08:07 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

Trending di BERITA UTAMA