Menu

Mode Gelap
Satgas Operasi Damai Cartenz Laksanakan Penegakan Hukum di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Meninggal Dunia dan Tiga Senpi Diamankan* Sekjen BMP RI Serukan Penegakan Hukum yang Tegas atas Insiden Pembakaran Pesawat di Yahukimo Aktivis Pemuda Papua Dorong Dialog dan Penegakan Hukum Berjalan Beriringan di Papua Andri Ramawi Resmi Jadi Pelatih Persipura Musim 2026-2027 Alfredo Vera dan Esteban ‘Mocha’ Ditunjuk Direktur dan Wakil Direktur Sepakbola Persipira Astamaops Kapolri Sampaikan Aapresiasi Kapolri kepada seluruh personel Operasi Damai Cartenz-2026

EKONOMI

Harga Cabai Meroket di Jayapura Capai Rp 150 .000 Perkilogram

badge-check


					Harga Cabai  Meroket di Jayapura Capai  Rp 150 .000 Perkilogram Perbesar

JAYAPURA IP ,- Harga cabai mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir,di  Jayapura,  hal ini sebabkan karena berkurangnya pasokan cabai sehingga harga cabai di pasaran  mencapai  Rp.150.000  per kilogram.

Meningkatnya harga cabai tersebut  dipicu banyaknya petani yang gagal panen, lantaran tanaman cabainya terserang penyakit cacar. untuk menenuhi pasokan dan mengendalikan harga  cabai Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua mengelar gerakan diversifikasi pangan lokal dengan menjual cabai dengan harga petani Rp. 125.000  perkilogram .

Hal ini dilakukan untuk menekan harga cabai rawit  yang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan berkurangnya pasokan cabai, disejumlah pasar tradisonal Jayapura, yang  mengalami kenaikan dari harga sebelumnya 100 ribu rupiah naik menjadi 150 ribu rupiah per kilogram.

Lonjakan ini dipicu banyaknya petani diwilayah Kabupaten Keerom dan Merauke yang menjadi sentral pasokan cabai gagal panen, lantaran tanaman cabainya terserang penyakit cacar, penyakit ini mengakibatkan muncul bercak berwarna hitam pada buah cabai sehingga cepat membusuk.

Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua mengelar gerakan diversifikasi pangan lokal dengan menjual bahan pokok sesuai harga  petani ,guna menjaga stabilitas harga khusus untuk sepuluh komuditas pangan yang mengalami inflasi yakni cabai, minyak goreng ,beras dan gula pasir.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Papua, Luna Daimboa, mengatakan untuk   membantu  menjaga inflasi dan menjaga  stabilitas harga pangan pokok, pihaknya membantu petani memasarkan hasil pertanian.

 “Menjelang hari raya idul fitri dan pandemi covid yang naik di jayapura adalah cabai 150 ribu perkilo karena di tpid menjual harga petani 125 ribu perkilo,cabai ini naik karena terjadi penyakit cacar buah disemua tempat, “ ujarnya.

Menurutnya, a saat hujan turun maka kelembaban tanah akan naik, iklim ini cocok untuk pertumbuhan fungi yang menyebabkan penyakit cacar pada tanaman cabai. “Jika tanaman cabai sudah terserang penyakit cacar. maka produksi tanaman akan mengalami penurunan secara drastic,” terangnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak Perkuat Kepercayaan Warga dan Dukung Aktivitas Ekonomi

11 Juli 2026 - 15:48 WIB

Pertamina Patra Niaga dan PMI Kota Jayapura Jalin Kerja Sama Penguatan Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial

12 Juni 2026 - 20:17 WIB

Gandeng Pemkot dan APH , Pertamina Gelar Sidak Lintas Sektoral Antisipasi Penyalahgunaan BBM Subsidi di Jayapura

11 Juni 2026 - 19:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Wajah Pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029

4 Juni 2026 - 16:07 WIB

Trending di EKONOMI