Menu

Mode Gelap
Patroli Gabungan Polres Nabire dan Satgas Damai Cartenz Perkuat Pengamanan Wilayah Banyak Membantu, Warga Minta BPN Sediakan Layanan Lebih Banyak Lagi di PELATARAN Persipura Gagal Promosi ke Liga 1, Kericuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz 2026 di Ilaga Perkuat Rasa Aman Masyarakat Papua Tengah Freeport Setor Tambahan Rp2,88 Triliun untuk Pemerintah Daerah di Papua Tengah dari Bagian Keuntungan Bersih 2025 Satgas Damai Cartenz Tingkatkan Kesiapan Personel Melalui Support Psikologi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kiwirok

EKONOMI

Harga Cabai Meroket di Jayapura Capai Rp 150 .000 Perkilogram

badge-check


					Harga Cabai  Meroket di Jayapura Capai  Rp 150 .000 Perkilogram Perbesar

JAYAPURA IP ,- Harga cabai mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir,di  Jayapura,  hal ini sebabkan karena berkurangnya pasokan cabai sehingga harga cabai di pasaran  mencapai  Rp.150.000  per kilogram.

Meningkatnya harga cabai tersebut  dipicu banyaknya petani yang gagal panen, lantaran tanaman cabainya terserang penyakit cacar. untuk menenuhi pasokan dan mengendalikan harga  cabai Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua mengelar gerakan diversifikasi pangan lokal dengan menjual cabai dengan harga petani Rp. 125.000  perkilogram .

Hal ini dilakukan untuk menekan harga cabai rawit  yang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan berkurangnya pasokan cabai, disejumlah pasar tradisonal Jayapura, yang  mengalami kenaikan dari harga sebelumnya 100 ribu rupiah naik menjadi 150 ribu rupiah per kilogram.

Lonjakan ini dipicu banyaknya petani diwilayah Kabupaten Keerom dan Merauke yang menjadi sentral pasokan cabai gagal panen, lantaran tanaman cabainya terserang penyakit cacar, penyakit ini mengakibatkan muncul bercak berwarna hitam pada buah cabai sehingga cepat membusuk.

Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua mengelar gerakan diversifikasi pangan lokal dengan menjual bahan pokok sesuai harga  petani ,guna menjaga stabilitas harga khusus untuk sepuluh komuditas pangan yang mengalami inflasi yakni cabai, minyak goreng ,beras dan gula pasir.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Papua, Luna Daimboa, mengatakan untuk   membantu  menjaga inflasi dan menjaga  stabilitas harga pangan pokok, pihaknya membantu petani memasarkan hasil pertanian.

 “Menjelang hari raya idul fitri dan pandemi covid yang naik di jayapura adalah cabai 150 ribu perkilo karena di tpid menjual harga petani 125 ribu perkilo,cabai ini naik karena terjadi penyakit cacar buah disemua tempat, “ ujarnya.

Menurutnya, a saat hujan turun maka kelembaban tanah akan naik, iklim ini cocok untuk pertumbuhan fungi yang menyebabkan penyakit cacar pada tanaman cabai. “Jika tanaman cabai sudah terserang penyakit cacar. maka produksi tanaman akan mengalami penurunan secara drastic,” terangnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Freeport Setor Tambahan Rp2,88 Triliun untuk Pemerintah Daerah di Papua Tengah dari Bagian Keuntungan Bersih 2025

8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Restu Adat Dari Tanah Papua untuk William Heindrich Memimpin BPP HIPMI

18 April 2026 - 18:49 WIB

HIPMI 8%: Gagasan Membumi William Heindrich untuk Akselerasi Ekonomi Nasional

18 April 2026 - 15:42 WIB

Melisa Tabo Dukung Gagasan HIPMI 8%: Energi Baru Pertumbuhan Nasional William Hendrich

18 April 2026 - 11:06 WIB

Apresiasi dan Dukungan DPRK Manokwari Papua Barat Hariyono May, terhadap William Heindrich

17 April 2026 - 14:28 WIB

Trending di EKONOMI