Menu

Mode Gelap
Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak Perkuat Kepercayaan Warga dan Dukung Aktivitas Ekonomi Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak, Jaga Keamanan Aktivitas Jual Beli Warga Gandeng 28 Kampus, Menteri Nusron Targetkan 14 Ribu Sertipikasi Tanah Wakaf di Sulsel Rampung dalam Satu Tahun Tokoh Pemuda Nilai Program Honai Belajar Beri Manfaat Nyata bagi Anak-anak di Tembagapura, Timika Honai Belajar di Waa Banti Jadi Tempat Anak-anak Mengulang Pelajaran, Warga Berharap Kegiatan Terus Berlanjut Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tangkap DPO Jaringan Peredaran Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo

HUKRIM

Jaksa Agung Respon Baik Keinginan Gubernur Rekrutmen Jaksa Khusus OAP

badge-check


					Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo, didampingi Aspidsus  Alexander Sinuraya saat memberikan pres konfrens akhir tahun di kantor Kejati Papua, Jumat (18/12)/Foto-redaksi. Perbesar

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo, didampingi Aspidsus Alexander Sinuraya saat memberikan pres konfrens akhir tahun di kantor Kejati Papua, Jumat (18/12)/Foto-redaksi.

JAYAPURA,- Jaksa Agung Republik Indonsia, Dr. ST. Burhanudin.SH.MH merespon baik keinginan Gubernur Papua Lukas Enembe  untuk merekurt jaksa khusus orang asli Papua pada lingkup Kejaksaan Tinggi Papua, hal ini surat permintaan dari Gubernur diterima oleh Jaksa Agung.

 “Pak Gubernur meminta agar ada penerimaan Jaksa khusus orang asli Papua, suratnya saya terima satu bulan yang lalu, dan saya bawa langsung surat tersebut kepada Jaksa Agung, dan Pak Jaksa Agung merespons dengan baik,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo  kepada wartawan di Jayapura, Jumat (18/12/2020).

Menurut Kondomo pihaknya berencana untuk melakukan penerimaan Jaksa khusus orang asli Papua pada 2021 mendatang, namun untuk penerimaan pegawai  tersebut merupakan kewenangan dari Menteri Perencanaan Aparatur Negara.

“Dan kita berharap di tahun  2021 sudah ada penerimaan Jaksa khusus orang asli Papua, namun sebagaimana diketahui kalau dulu kewenangan penerimaan pegawai itu diserahkan kepada setiap instansi tapi sekarang di kasih ke Menpan RB, namun Pak Jaksa Agung akan melakukan koordinasi,” ungkap Kondomo.

Kondomo mengakui secara umum di Kejaksaan Tinggi masih memiliki kekurangan Jaksa, sebab Kejati Papua memiliki wilayah yang cukup luas dan banyak menerima laporan dari berbagai daerah, baik kasus korupsi maupun lainnya.

“Secara umum di Papua masih kurang jaksa, wilayah yang cukup luas, biaya cukup tinggi , bayangkan pidsus saja cuma 6 orang, sementara laporan setiap daerah masuk, jadi saya kira wajar kalau pak Gubernur meminta tambahan jaksa khusus orang Papua,” terangnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tangkap DPO Jaringan Peredaran Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo

9 Juli 2026 - 07:08 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pembunuhan dan Penembakan ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya

7 Juli 2026 - 17:12 WIB

Penembakan Pilot AS dan Pembakaran Pesawat AMA Diduga Dilakukan Oleh KKB Pimpinan Hembalingga

4 Juli 2026 - 08:22 WIB

Ayah Tiri Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Muara Tami,

2 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tokoh Masyarakat Mimika Apresiasi Pendekatan Humanis Ops Damai Cartenz di Momentum Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 00:13 WIB

Trending di HUKRIM