Menu

Mode Gelap
Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Tokoh Papua Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Penegakan Hukum Patroli Jalan Kaki Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Jadi Ruang Dialog dengan Warga di Puncak Jaya Diduga memiliki keterkaitan dengan KKB, Seorang Pria Diamankan Satgas Damai Cartenz di Intan Jaya Tokoh Pemuda Papua Kecam Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo dan Mendukung Langkah Penegakan Hukum Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz di Oksibil Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat dan Jaga Situasi Tetap Kondusif Patroli Dialogis dan Layanan Kesehatan Warnai Kegiatan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Distrik Sinak

EKONOMI

Kisah Steiwili Koerewoa Yang Sukses Kembangkan Usaha Sambal Ikan Asar Saat Pandemi

badge-check


					Steiwili Koerewoa/Foto-Ist. Perbesar

Steiwili Koerewoa/Foto-Ist.

JAYAPURA IP ,- Seorang Penjual Ikan Asar di Kota Jayapura Terpaksa Banting Stir Menjadi Penjual Sambala Botol Ikan Asar, bisnis yang lahir akibat dampak dari Pandemi Covid-19 Ini, justru Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah.

Pandemi Covid-19 yang melanda Papua sejak Maret lalu memang telah memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Mau itu bisnis skala besar atau kecil, semuanya merasakan dampak yang sama.

Tak sedikit karyawan perusahaan yang dirumahkan, bahkan beberapa pengusaha kecil terpaksa harus gulung tikar karena omset yang menurun drastis dan masih banyak lagi imbas yang dirasakan masyarakat akibat Covid-19.

Walaupun begitu, pandemi Covid-19 ternyata tak melulu berdampak negatif, tapi ada dampak positifnya juga. Dengan modal kreatifitas dan jeli melihat peluang, pandemi Covid-19 malah membuahkan berkat melimpah bagi beberapa masyarakat.

Seperti yang dialami Steiwili Koerewoa, Warga Entrop Kota Jayapura. Steiwili awalnya adalah seorang pedagang ikan asar , namun, bisnis ikan asar yang dijalankan Steiwili selama ini akhirnya tumbang karena penjualannya menurun drastis, begitu Covid-19 masuk ke Papua.

Ia kemudian memutar otaknya dan mulai banting stir menjadi penjual sambal botol ikan asar, kini, ia tak lagi membeli ikan mentah di pasar Hamadi lalu mengolahnya menjadi ikan asar,tapi, dirinya membeli ikan asar yang sudah jadi dan mengolahna menjadi sambal ikan asar.

“Ini usaha sendiri, karena ini masih baru jadi ijin-ijinya juga masih dalam proses, untuk saat ini saya jual secara online, puji Tuhan, sampai sekarang sudah banyak yang pesan, dalam sebulan  ada pesanan 200 botol, dulu awal-awal saat habis baru saya buat, kalau sekarang setiap hari,” ujarnya.

Perlahan tapi pasti, Bisnis sambal ikan asar Steiwili mulai kebanjiran order, promosi yang dilakukan melalui medsos oleh Istri Steiwili terbilang berhasil enjualan sambal ikan asar yang dimulai April lalu sampai sekarang memberikan keuntungan hingga kisaran 25 juta sampai 30 juta.

 Kini, Steiwilly minimal memproduksi 200 botol sambal ikan asar untuk memenuhi permintaan konsumen. “Sekarang sy produksi dengan isteri, saya beli beli ikan asar lalu saya olah dari sambail, kalau dulu sa beli ikan mentah di pasar baru sa asar lalu jual, “ terangnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di Pasar Sinak Perkuat Kepercayaan Warga dan Dukung Aktivitas Ekonomi

11 Juli 2026 - 15:48 WIB

Pertamina Patra Niaga dan PMI Kota Jayapura Jalin Kerja Sama Penguatan Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial

12 Juni 2026 - 20:17 WIB

Gandeng Pemkot dan APH , Pertamina Gelar Sidak Lintas Sektoral Antisipasi Penyalahgunaan BBM Subsidi di Jayapura

11 Juni 2026 - 19:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Wajah Pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029

4 Juni 2026 - 16:07 WIB

Trending di EKONOMI