Menu

Mode Gelap
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi DPO Kasus Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Berhasil Diamankan Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Proses Evakuasi Speed Boat dan Satu Penumpangnya Telah Selesai, Operasi SAR Diusulkan Tutup Patroli Humanis Ops Damai Cartenz 2026 Perkuat Stabilitas Keamanan di Distrik Kiwirok Speed Boat 85 PK Bermuatan Buah Apel dari Timika tujuan Asmat Hilang Kontak

EKONOMI

Pertamina Salurkan Rp 6.42 Miliar Kepada 92 Mitra Binaan di Ternate, Halmahera dan Ambon

badge-check


					Pertamina Salurkan Rp 6.42 Miliar Kepada 92 Mitra Binaan di Ternate, Halmahera  dan Ambon Perbesar

JAYAPURA IP, – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VIII kembali menyalurkan modal usaha Program Kemitraan bagi usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Ternate, Halmahera Timur dan Ambon, yang mana dapat membantu pengembangan usaha apalagi di masa pandemi ini.

Program Kemitraan merupakan salah satu program kepedulian kepada masyarakat khususnya para pelaku UMKM yang ditugaskan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/04/2020 tanggal 2 April 2020 tentang Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

Pertamina telah menerapkan Program Kemitraan Semenjak Tahun 1993. Program Kemitraan tersebut untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Maka dari itu dilakukannya penyaluran kepada UMKM yang telah berlangsung di Ternate dan Halmahera Timur dengan total penyaluran reguler Rp 1.770 Miliar dengan jumlah mitra binaan sebanyak 27 mitra sudah termasuk dengan 4 mitra binaan program Pinky Movement dengan total pencairan 230 juta dan Ambon dengan total Rp 2.460 Miliar untuk mitra binaan reguler sebanyak 38 mitra dan 27 mitra binaan program Pinky Movement dengan pencairan 1.960 Miliar . Kemudian akan bergabung lagi nanti untuk wilayah Seram bagian barat, Masohi dan Kairatu yang berada di wilayah MOR VIII.

Program tersebut berupa bantuan pinjaman permodalan dengan maksimal nilai pinjaman Rp 200 juta untuk setiap UMKM yang dinilai layak.

“Penyaluran di wilayah Papua untuk mengembangkan para pelaku UMKM dan juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di masa pandemi untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu juga dapat meringankan beban para UMKM dengan biaya administrasi yang rendah sebesar 3% tutur Edi Mangun”

UMKM Program ini merupakan bagian dari program pembiayaan dan pembinaan kepada UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina.

Fokus utama UMKM pinky movement adalah pelaku usaha yang menggunakan gas LPG sebagai sumber energi utama dalam proses pengolahan nilai tambah usahanya seperti usaha kuliner rumahan atau para pelaku UMKM pangkalan minyak tanah untuk bertransformasi menuju pangkalan gas non subsidi.Untuk mengikuti program ini, calon mitra binaan dapat mengubungi call center 135. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wajah Pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029

4 Juni 2026 - 16:07 WIB

FKDK BPDSI WilTim Serahkan Dami Buku “Terompet Dari Timur: BPD Regional Champion 2045

4 Juni 2026 - 08:16 WIB

FKDK BPDSI WilTim Beri Penghargaan kepada Anggota yang Telah Purna Tugas

4 Juni 2026 - 08:12 WIB

Hasil Muswil, Victor Abraham Abaidata Kembali Terpilih Serbagai Koordinator FKDK BPDSI Wilayah Timur 2026–2029

4 Juni 2026 - 08:10 WIB

FKDK BPDSI WilTim Sukses Gelar Muswil Dan Hasilkan Sejumlah Keputusan Penting Jelang Munas

4 Juni 2026 - 08:07 WIB

Trending di EKONOMI