Menu

Mode Gelap
Menyapa dari Jantung Papua, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga Komitmen Kapolda Papua Tengah Cetak Generasi Berprestasi, Mini Soccer Kapolda Cup III U10-U12 Siap Digelar Operasi Damai Cartenz Pastikan Personel Tetap Prima untuk Layani Masyarakat di Yahukimo Tim Kesehatan Operasi Damai Cartenz 2026 Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Personel di Pos-Pos Yahukimo Pertamina Patra Niaga dan PMI Kota Jayapura Jalin Kerja Sama Penguatan Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial Sinergi Dinkes, Komunitas, dan Jurnalis: Menuju Kota Jayapura Ramah Kelompok Rentan HIV-TB

BERITA UTAMA

Demo Penolakan Omnibus Law di Jayapura Berjalan Aman

badge-check


					Salah satu pamflet yang dibawa mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi didepan kantor DPR Papua/Foto-Ist. Perbesar

Salah satu pamflet yang dibawa mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi didepan kantor DPR Papua/Foto-Ist.

JAYAPURA IP,- Jika hari ini kita melihat, demo penolakan Omnibus Law, disejumlah daerah ada yang ricuh, hal ini justru berbeda di Kota Jayapura, aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kota Jayapura menggelar aksi demonstrasi menolak pengesahan Omnibus Law di depan Gedung DPRD Provinsi Papua, pada hari Kamis (08/10/2020) siang, berjalan aman dan lancar hingga selesai.

Dalam aksinya tersebut, aliansi mahasiswa dan pemuda meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Perppu demi membatalkan UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI dalam sidang paripurna, hari Senin kemarin.

Salah satu koordinator aksi dari GMKI Kota Jayapura, Viktor Tibul mengatakan, aksi demonstrasi hari ini adalah panggilan sebagai rakyat Indonesia yang merasa hajat hidupnya akan semakin dirugikan melalui Omnibus Law ini.”Kami akan mengawal dan menuntut Pemerintah Indonesia agar membatalkan UU ini melalui Perppu yang diterbitkan oleh Presiden,” ungkap Viktor Tibul.

Ia juga mendesak kepada pemerintah daerah, baik itu Gubernur, Bupati/Walikota, dan DPRD Provinsi mau pun Kabupaten/Kota agar aspirasi ini dapat dilanjutkan kepada Presiden.

Selain berorasi, aliansi mahasiswa dan pemuda juga melakukan aksi pembakaran salinan draft Omnibus Law sebagai bentuk mosi tidak percaya. Selanjutnya, abu dari salinan draft UU yang dibakar ini akan diserahkan kepada DPRD Papua untuk diteruskan ke DPR RI.

Aksi penolakan UU ini rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPRD Papua, Yunus Wonda, yang langsung menemui para demonstran di lapangan. Dalam kesempatan orasinya, Yunus mengatakan kalau dirinya beserta seluruh anggota DPRD Papua juga ikut menolak pengesahan UU ini.”DPRD Papua sudah pasti akan menolak Omnibus Law. Karena itu sudah pasti akan merugikan rakyat yang ada di atas tanah ini,”.

Politisi Demoktat ini juga berjanji akan membawa seluruh tuntutan ini ke pemerintah pusat bahwa seluruh masyarakat yang ada di Papua menolak.”Mahasiswa dan pemuda adalah agen perubahan, jadi kami mendukung dan akan selalu bersama-sama sepakat untuk menolak,”
kata Yunus. (Redaksi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengapa Portugal Harus Juara Piala Dunia?

11 Juni 2026 - 13:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Kisah Cinta Berakhir Tragis di Kamar Kos, Polisi Dalami Motif

10 Juni 2026 - 08:07 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

Trending di BERITA UTAMA