Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

BERITA UTAMA

Masih Zona Hijau, Bupati Wandik : Tak Mungkin Keluarkan Dana Besar Tangani Covid-19

badge-check


					Bupati Puncak, Willem Wandik saat menyapa angota DPRD Puncak, usai sidang sidang perubahan APBD 2020, di Kantor DPRD Puncak, Selasa 29 September 2020/Foto-Diskominfo Puncak  Perbesar

Bupati Puncak, Willem Wandik saat menyapa angota DPRD Puncak, usai sidang sidang perubahan APBD 2020, di Kantor DPRD Puncak, Selasa 29 September 2020/Foto-Diskominfo Puncak

ILAGA IP,- Bupati Puncak Willem Wandik, membantah adanya tudingann informasi yang beredar di masyarakat Puncak, bahkan sempat menuai demo dari masyarakat dan oknum ASN, di Kabupaten Puncak, dimana ada kesan uang yang dipotong dari 35 persen APBD  Kabupaten Puncak tahun 2020, untuk pembiayaan tim gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Puncak.

Bupati Willem Wandik,  mengakui nggapan tersebut sangat keliru besar, karena dana yang disiapkan hanya  sedikit, yakni untuk untuk membantu tim gugus tugas penangan covid-19 di Kabupaten Puncak,untuk mempersiapkan fasilitas guna penanganan dan  pencegahan covid-19 masuk di Kabupaten puncak,terutama di pintu-pintu masuk penerbangan di Ilaga, Distrik Beoga, Distrik Sinak, dan Doufo,serta kerja sama dengan pemkab Mimika, jika ada warga Puncak yang terkena covid, maka penaganan bisa dilakukan di Kabupaten Mimika.

“Kita di Puncak ini zona hijau, jadi kita mau keluarkan uang besar kan tidak mungkin tidak ada pasien covid di sini, yang sebenarnya adalah kita siapkan uang sedikit saja, kami pakai untuk tim covid, untuk beli alat penyemprotan,tempat cuci tangan untuk dibagi ke sekolah, gereja, kantor, masker, dan disinfektan, handzanitaizer, termasuk biaya sosialisasi ke masyarakat, dan beli beras untuk bantu mahasiswa dan warga Puncak, jadi tidak benar uang  pemotongan 35 persen dari APBD kita pakai biaya tim covid-19,”jelasnya.

“Termasuk kita dibantu dari Provinsi Papua sebesar 2 Miliar, kita pakai datangkan mobil ambulance untuk penanganan covid-19 di Puncak,bukti semua jelas, nanti jika DPRD kurang jelas, bisa ditanyakan lansung ke tim anggaran kita,”tambahnya.

Sementara itu wakil Ketua DPRD Puncak Menase Wandik menambahkan bahwa DPRD pada prinsipknya mendukung langkah dari pemerintah Kabupaten Puncak Papua,terutama untuk mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Puncak, terutama membatasi ruang gerak dari masyarakat ke Ilaga,guna mencegah covid masuk ke ilaga,serta program pembangunan di Kabupaten Puncak, terutama pembangunan fisik,meski dirinya akui ditahun 2020 ini terjadi pemotongan 35 persen APBD Puncak.

“Kita berharap  agar pembangunan dalam kota perlu ditingkatkan,jalan diaspal, sehingga wajah kota ilaga terlihat,”tambahnya.

DPRD Puncak Papua juga menyoroti terkait dengan masih tingginya, angka penjualan togel (kupon Putih) di Kabupaten Puncak, termasuk pemasok minuman keras ke Puncak, sehingga DPRD berharap ke aparat kepolisian dan TNI, termasuk satpol PP untuk segera melakukan penertiban terhadap penjualan togel diKabupaten Puncak.

“dampak dari penjualan togel, warga Puncak  lupa kebun,budaya keja keras hilang, bahkan mereka bisa jual apa saja, hanya untuk beli togel, ini yang kami minta untuk ditertibkan oleh satpol PP, apalagi Kabupaten Puncak ini tanah Injil,”tegasnya.(Diskominfo Puncak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang

2 Juni 2026 - 18:36 WIB

Bom Meledak, Lima Orang Meninggal di Biak

1 Juni 2026 - 17:15 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya

31 Mei 2026 - 16:36 WIB

Trending di BERITA UTAMA