Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

BERITA UTAMA

Mandenas : Serahkan Kronologis Penembakan Pendeta di Intan Jaya Kepada Panglima TNI

badge-check


					Anggota Komisi I DPR RI
Yan Permenas Mandenas saat menyerahkan Kronologis Penembakan Pendeta Yeremias Zanambani
di Intan Jaya Kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,Rabu (24/9/2020) saat rapat kerja bersama di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan-Jakarta/Foto-Rumah Aspirasi YPM Perbesar

Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas saat menyerahkan Kronologis Penembakan Pendeta Yeremias Zanambani di Intan Jaya Kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,Rabu (24/9/2020) saat rapat kerja bersama di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen, Senayan-Jakarta/Foto-Rumah Aspirasi YPM

JAKARTA IP, – Anggota Komisi I DPR RI, Bidang Pertahanan, Yan Permenas Mandenas meminta agar Panglima TNI membentuk tim investigasi gabungan untuk mengungkap seorang hamba Tuhan, Pdt Yeremias Zanambani, di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada tanggal 19 September 2020 lalu.

Hal itu dikatakan Yan Mandenas, lantaran terdapat dua kronologis yang berbeda antara versi aparat keamanan dengan versi pemerintah Intan Jaya, masyarakat dan keluarga saksi.

“Ini terdapat dua versi berbeda, dari aparat penegak hukum mengatakan kelompok kriminal yang sebagai pelaku penembakan, Namun, versi masyarakat dan pemerintah daerah berbeda, yaitu Anggota TNI diduga pelakunya. Ya, kronologis dari masyarakat sudah saya terima dan sudah saya serahkan tadi kepada Panglima TNI, Jendral Hadi Djahjanto, dalam rapat resmi Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan Yang di Wakili Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI,” ungkap Yan Mandenas, Rabu (23/09/2020).

Yan Mandenas yang juga anggota Fraksi Genridra, mengharapkan kepada Panglima TNI hasil investigasi yang diberikan masyarakat dan pemerintah daerah bisa menjadi masukan yang berimbang tentang adanya informasi simpang siur terhadap penembakan yang menewaskan alm. Pdt Yeremias Yang sedang kami dalami.

“Termasuk kepada Kepala Staf Angkatan Darat ( TNI AD ) sudah saya sampaikan dan juga meminta langsung kepada beliau agar memerintahkan jajarannya untuk melalukan investigasi yang mendalam. Jadi tidak boleh ada kebohongan dalam penelusuran fakta yang terjadi. Bahkan saya minta kita paparkan ke publik. Yang benar dan yang salah harus kita sampaikan. Tidak boleh ada yang kita tutup-tutupi. Jika benar anggota TNI yang bersalah, harus berani kita sampaikan salah,” pinta Yan Mandenas yang merupakan keterwakilan masyarakat Papua di Senayan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang

2 Juni 2026 - 18:36 WIB

Bom Meledak, Lima Orang Meninggal di Biak

1 Juni 2026 - 17:15 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya

31 Mei 2026 - 16:36 WIB

Trending di BERITA UTAMA