Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

BERITA UTAMA

Tempat Isolasi Ditolak Warga, Puluhan Nakes Yapen Mengadu ke DPRD

badge-check


					Puluhan tenaga kesehatan, saat melakukan aksi demonstrasi di halaman DPRD Yapen, Kamis 17 September/Foto-Eman. Perbesar

Puluhan tenaga kesehatan, saat melakukan aksi demonstrasi di halaman DPRD Yapen, Kamis 17 September/Foto-Eman.

SERUI, IP,- Puluhan tenega kesehatan di Kabupaten Kepulauan Yapen, mendatangi DPRD setempat, menyampaikan aspirasi mereka, menyusul adanya penolakan dari warga Gajah Mada terhadap rencana dijadikanya sebuah rumah Dokter yang kosong untuk untuk dijadikan tempat isolasi tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19.

Penolakan tersebut, membuat para tenaga kesehatan di Serui melakukan unjuk rasa gerakan peduli solidaritas di halaman Kantor DPRD Yapen yang di terima langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Yapen dan anggota DPRD Yapen lainnya. Kamis (17/9/2020)

Yanes Yowey, selaku penanggung jawab aksi solidaritas katakan, aksi ini di lakukan setelah adanya tindakan diskriminasi kepada tenaga medis yang terpapar Covid-19, karena ditolak oleh masyarakat pada lingkungan tempat tinggalnya

“tentunya diskriminatif ini membuat kami sangat terpukul sekali sebagai tenaga kesehatan, kami kerja untuk melayani masyarakat tapi kenapa di saat ada tenaga kesehatan yang terkapar Corona”.tandas Yanes Yowey.

Dalam aksi tersebut puluhan tenaga kesehatan lainnya meminta agar adanya perhatian dari pemerintah daerah agar dapat menyediakan lokasi isolasi yang layak untuk tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 serta berharap adanya menyediakan APD untuk tenaga kesehatan yang lebih lagi.

“Melalui anggota dewan, kami harap pemerintah dapat menyediakan lokasi bangunan untuk para teman-teman kami yang terkapar corona,”ujarnya.

Menyikapi aksi demo tersebut, Wakil Ketua DPRD Yapen, Fredolin Warkawani yang menerima langsung aspirasi tenaga medis mengaku akan membahas masalah tersebut dengan eksekutif.

Dirinya tambahkan, ada lokasi yang akan di jadi alternatif di tempatkan para tenaga medis seperti Mess Trikora, namun itu semua akan di bahas.

“kami akan tindak lanjuti ini, akan bahas bersama eksekutif untuk lokasi karantina bagi para medis,termasuk pengalokasian dana medis yang juga akan dibahas”.tegasnya.

Fredolin berharap, para tenaga medis dapat bersabar dan di harapkan pula tetap melakukan aktifitas seperti biasanya guna dapat melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Berdasarkan data Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Yapen, hingga kini sebanyak 30 orang tenaga kesehatan, telah terjangkit Covid-19. (Eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua

9 Juni 2026 - 16:34 WIB

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

RSUP Jayapura dan Laboratorium Medis CITO Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan di Papua

4 Juni 2026 - 17:06 WIB

RSUP Jayapura dan PT Taspen Perkuat Kerja Sama Pelayanan Kesehatan bagi ASN di Papua

4 Juni 2026 - 17:03 WIB

Trending di KESEHATAN