Menu

Mode Gelap
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi DPO Kasus Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Berhasil Diamankan Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Proses Evakuasi Speed Boat dan Satu Penumpangnya Telah Selesai, Operasi SAR Diusulkan Tutup Patroli Humanis Ops Damai Cartenz 2026 Perkuat Stabilitas Keamanan di Distrik Kiwirok Speed Boat 85 PK Bermuatan Buah Apel dari Timika tujuan Asmat Hilang Kontak

BERITA UTAMA

Minim Fasilitas, Dokter dan Nakes Puskesmas Waris Mengadu ke Komnas HAM

badge-check


					Tenaga Dokter dan  Nakes di Puskesmas Waris, saat melakukan pertemuan dengan  Komnas HAM Perwakilan Papua, di kantor Komnas HAM, Kamis (30/7)./ Foto-Redaksi. Perbesar

Tenaga Dokter dan Nakes di Puskesmas Waris, saat melakukan pertemuan dengan Komnas HAM Perwakilan Papua, di kantor Komnas HAM, Kamis (30/7)./ Foto-Redaksi.

JAYAPURA IP,-Tenaga medis dan dokter Puskesmas Waris, Kabupaten Keerom, mendatangi Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Papua¸ menyampaikan aspirasi mereka, terkait minimnya fasilitas pada rumah sakit tersebut, maupun hak-hak mereka  yang hingga kini belum terbayarkan, Kamis (30/7).

Sejak dibangun tahun 2017 silam, Puskesmas Waris sampai kini belum memiliki fasilitas yang lengkap seperti puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Keerom, Papua.

Dalam pertemuan tersebut mereka meminta agar Komnas Ham Papua bisa memberi masukan kepada Pemerintah Kabupaten Keerom untuk memperhatikan Puskesmas Waris.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey memberi apresiasi kepada para Perawat, Dokter di Puskesmas Waris yang bisa langsung menyampaikan keluhannya kepada Komnas HAM, dimana hal tersebut harus dilihat secara professional untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Waris.

“Jadi kemudian tidak boleh dilihat sebagai upaya pembangkangan tapi ini bagian dari bagaimana melakukan upaya perbaikan terhadap kepentingan pelayanan,” ujar  Ramandey, usai pertemuan Bersama Nakes Puskesmas Waris di Kantor Komnas HAM Papua.

Dikatakan, seharusnya dalam situasi Pandemi Covid-19  saat ini, para  Tenaga Kesehatan, baik dokter maupun perawat serta lainnya¸ semestinya diberikan fasilitas pelayanan yang memadai agar bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

“harus diketahui Guru, Dokter, Perawat mereka adalah perkeja kemanusian, mereka itu punya tanggung jawab kepada masyarakat, sehingga harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” Ujarnya.

Untuk menindak lanjuti hasil pertemuan Komnas Ham Bersama Nakes Puskesmas Waris, maka Komnas Ham langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom agar masalah tersebut bisa ditangani demi kepentingan masyarakat.

“Nah karna itu merespon pengaduan dari para tenaga kesehatan ini, saya hari ini juga sudah langsung berkoordinasi dengan kepala dinas kesehatan kabupaten keerom untuk segera merespon pengaduan yang disampaikan oleh mereka, dan kepala dinasnya sudah merespon minggu depan kami akan bertemu,”ungkap Frits.

Ia mengakui, Sebagai Lembaga Negera, Komnas Ham harus mendorong upaya perbaikan, apalagi dalam situasi covid sekarang semua orang yang bekerja di rumash sakit puskesmas, pustu mereka itu pekerja pekerja kemanusian yang harus mendapat perlindungan hukum, dan mereka harus didukung dengan fasilitas yang memadai.

Sementara itu, Roby Ayomi mewakili rekan rekan di Puskemas Waris menjelaskan kedatangan mereka ke Kantor Komnas Ham agar Komnas Ham bisa mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom segera perhatikan fasilitas Puskesmas seperti air bersih, alat alat kesehatan dan pembakaran limbah.

“Harapan kita Bersama bahwa fasilitas ini harus memadai untuk pelayan kesehatan, itu point yang sangat penting. Selain itu kami datang tujuannya untuk meminta perlindungan kami sebagai Pegawai Kontrak terkait statement akan diputus kontrak terkait penolakan alkes,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

RSUP Jayapura dan Laboratorium Medis CITO Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan di Papua

4 Juni 2026 - 17:06 WIB

RSUP Jayapura dan PT Taspen Perkuat Kerja Sama Pelayanan Kesehatan bagi ASN di Papua

4 Juni 2026 - 17:03 WIB

Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang

2 Juni 2026 - 18:36 WIB

Trending di BERITA UTAMA