Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

BERITA UTAMA

Anak Muda Papua Harus Punya Jiwa Entrepreneur Jangan Hanya Jadi ASN

badge-check


					Kapolda Papau, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, saat memberikan piagam penghargaan bagi, pengurs KAP Papua, yang diwaliki oleh salah satu perwakilan./Foto-Istimewa. Perbesar

Kapolda Papau, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, saat memberikan piagam penghargaan bagi, pengurs KAP Papua, yang diwaliki oleh salah satu perwakilan./Foto-Istimewa.

JAYAPURA IP,- Generasi muda Papua diharapkan untuk bisa merubah main ser pola pikir, agar tidak hanya memfokuskan diri menjadi aparatur sipil  negara (ASN),  bekerja di PT. Freeport, jadi karyawan BUMN,  maupun anggota DPRD,namun dapat berfikir untuk menjadi seorang Entrepreneur untuk menciptakan lapangan kerja baru.

 “Anak muda harus merubah main set, tidak hanya berfikir untuk menjadi ASN, kerja di Freeport, maupun karyawan, anak muda harus berfikir menjadi entrepreneur, bagaimana menjadi seorang pengusaha dan  menciptakan lapangan kerja,” ujar Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhamad Musa’ad, dalam Focus Discosuion Grup (FGD) yang digelar Polda Papua, Rabu (29/7).

Musa’ad mencontohkan dirinya, dimana untuk menjadi Asisten II seperti saat ini membutuhkan proses yang cukup lama, tidak secara instan, namun jika anak muda Papua  menjadi seorang pengusaha¸ maka ia bisa mengatur usahanya dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu pengusaha muda Papua yang bergerak di bidang Copi, Piter Tan, juga menyampakan pengalamannya bagaimana jadi seorang pengusaha di bidang copi,  dimana dirinya juga sempat melatih anak asli Papua menjadi seorang barista, namun ada yang berhenti ditengah jalan.

“Saya beberapa waktu kemarin mendapatkan undangn untuk pameran copi diluar negeri, tapi itu saya tolak, karena jika copinya enak dan lagu, nanti ada yang pesan dalam jumlah banyak, sementara saya tidak bisa menyediakan itu, sebab kita belum bisa mengirim copi dalam jumlah banyak apalagi ke luar negeri,” ungkapnya

Dikatakan¸ ia pernah melatih sejumlah masyarakat di kawasan pegunungan untuk menanam copi¸yakni di Wamena dan Lany Jaya, namun ia mengalami kesulitan dalam memberikan pelajaran, karena ada masyarakat yang belum fasih berbahasa daerah.

“Saya pernah ikut pameran copi di Dubai dengan membawa copi dari Papua , dan ada seorang yang membeli semua copi yang sama, katanya kamu punya kopi enak, “ terangnya

Sementara itu, Kapolda Papua, irjen Pol. Paulus Waterpauw , juga mencontohkan bagaimana pemuda di kampung Yoboi, Kabupaten Sentani, yang menjadikan kampung mereka menjadi salah satu destinasi wisata baru ditengah pandemi Covid-19.

“Di kampung Yoboi, anak mudanya begitu kreatif, dengan menciptakan jembatan warna-warni yang akhrinya menjadi objek wisata, dan speed boa pada pelabuhan yang ada di Yahim juga menjadi terbantu, ini juga memberdayakan, padalah mereka hidup di atas laut, tidak ada daratan, luar biasa anak muda mereka,” jelasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

7 Juni 2026 - 17:20 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia

7 Juni 2026 - 12:17 WIB

Wajah Pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029

4 Juni 2026 - 16:07 WIB

FKDK BPDSI WilTim Serahkan Dami Buku “Terompet Dari Timur: BPD Regional Champion 2045

4 Juni 2026 - 08:16 WIB

FKDK BPDSI WilTim Beri Penghargaan kepada Anggota yang Telah Purna Tugas

4 Juni 2026 - 08:12 WIB

Trending di EKONOMI