Pandemi Covid-19, Warga Puncak Andalkan Pangan Lokal

Masyarakat Kabupaten Puncak, saat membawa ubi pelangi, ke kediaman Bupati, Willem Wandik,SE,M.Si,sebagai ungkapan syukur karena Tuhan masih jaga Kabupaten Puncak, dari ancaman virus corona, Rabu,8 Juli 2020./Foto-Istimewa.
banner 120x600
banner 468x60

ILAGA IP, – Ditengah masa Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia, Indonesia dan Papua khusunya,  berdampak langsung bagi kebutuhan pangan masyarakat,  namun  hal berbeda terjadi di Kabupaten Puncak, masyarakat setempat lebih mengandalkan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarkat.

Bahkan untuk membantu pemerintah Puncak, masyarakat membawa langsungubi pelangi  yang dalam bahasa daerah setempat disebut muribinambi  ke kediaman Bupati Puncak, Willem Wandik, Rabu (8/7) kemarin, dan diterima langsung oleh Bupati Wandik.

banner 325x300

Bupati Puncak Papua Willem Wandik,SE,M,Si, dalam kesempatan tersebut mengatakan dalam masa pendemi virus corona (covid-19),yang melanda seluruh dunia,termasuk Indonesia, dan Provinsi Papua, tentunya berpengaruh terhadap kondisi kebutuhan pangan masyarakat, namun dirinya bersyukur, karena di Kabupaten Puncak, khusus untuk pangan local cukup tersedia.

Kerinduan msyarakat ini dengan membawa hasil kebun ke kediaman Bupati ini, karena mereka sudah hampir tiga bulan menantikan kedatangan Bupati, yang sempat melakukan isolasi mandiri, akibat pendemi virus corona, di Jayapura, spontan saja aksi masyarakat ini membuat Bupati begitu terharu.

“Aksi masyarakat ini luar biasa, mereka datang membawa ubi murib inambi atau dalam bahasa Indonesia disebut ubi pelangi, ubi ini isinya manis dan enak,mengandung gizi yang tinggi, dan ubinya besar sekali,dan tidak ada di daerah lain, cuma ada di Kabupaten Puncak, dan ubi ini merupakan ubi yang sangat disukai oleh warga disini,”ungkapnya.

Kedatangan warga masyarakat dengan membawa ubi pelangi ini, juga merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan, karena sampai saat ini, Tuhan masih memberikan perlindungan kepada Kabupaten Puncak, sehingga Kabupaten Puncak, hingga saat ini masih dalam kondisi zona hijau, bahkan masyarakat tidak lapar karena persdiaan ketahanan pangan local cukup berlimpah.

“Dalam situasi virus corona ini, puji Tuhan,sebab kami di Kabupaten Puncak, masih kuat dengan ketahanan pangan local,kami pemerintah hanya menambah beras pertiga bulan, tapi sayur-sayuran,ubi-ubi an,buah-buahan, cukup berlimpah disini, sehingga masyarakat tidak lapar sampai saat ini,buktinya kami mendapat makannan ubi pelangi yang cukup banyak ke kediaman saya saat ini,”ungkapnya.

Bupati juga menambahkan bahwa program gemar menanam ini, bukan kebetulan saja disaat pendemi virus corona, namun program gemar menanam ini,sudah merupakan program pemerintah Kabupaten Puncak, dimana masyarakat menanam dan pemerintah yang membeli,lalu dipasarkan keluar Kabupaten Puncak.

“Sejak 2019 lalu,masyarakat Puncak sudah rajin menaman, dan hasilnya bisa dinikmati saat ini, dimana dalam masa pendemi corona, namun Kabupaten Puncak,pangan local cukup tersedia bahkan berlimpah,” terangnya.

“Dari Kabupaten tertinggi,gunung tertinggi di Indonesia, kami berdoa agar pendemi virus corona ini berakhir ,segera hilang, kami meminta kepada Tuhan dengarlah doa kami, corona segera hilang agar kehidupan kembali normal,pemerintah dimampukan untuk menghadapi bencana ini,”tambahnya. (Diskominfo Puncak)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *