Menu

Mode Gelap
Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian Patroli Humanis di Kali Samabuasa, Satgas Damai Cartenz Dekatkan Diri dengan Warga Lewat Dialog dan Hasil Bum Di Kali Samabuasa, Patroli Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Diwarnai Dialog dan Jual Beli Hasil Bumi Warga Kaops Damai Cartenz Tinjau Pos Kiwirok, Cek Kondisi Personel dan Tekankan Kewaspadaan Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf Hadir di Tengah Warga, Satgas Damai Cartenz Bangun Rasa Aman dari Pendekatan Humanis

BERITA UTAMA

Terbawa Arus Saat Banjir, Bocah 11 Tahun di Keerom Tewas

badge-check


					Lokasi bocah 11 tahun meninggal dunia di Keerom karena terbawa arus saat banjir. [Foto: Humas Polda Papua] Perbesar

Lokasi bocah 11 tahun meninggal dunia di Keerom karena terbawa arus saat banjir. [Foto: Humas Polda Papua]

KEEROM, INFOPAPUA.ID – Seorang bocah 11 tahun berinisial AYR meninggal dunia akibat hanyut terbawa arus saat banjir  menerjang wilayah Kampung Yatu Raharja, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom pada Selasa (14/3/2023).

Kapolres Keerom AKBP Christian Aer membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu sendiri terjadi terjadi sekitar pukul 14.30 WIT.

Awalnya korban bersama rekannya berenang di jembatan jalan poros Kampung Yatu Raharja (Arso 10). “Pada saat mereka sedang asyik berenang, ada warga yang menegur mereka untuk tidak berenang lagi, karena melihat parit yang meluap serta arus air yang cukup deras,” terang Aer.

Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, korban dan rekannya menghiraukan teguran warga dan melanjutkan berenang di lokasi yang berbeda tepatnya jembatan ladang yang jauh dari pemukiman.

Namun saat korban dan rekannya lompat dari jembatan ke parit, korban tidak muncul ke permukaan air. Kejadian itu membuat rekan korban panik dan berusaha mencari korban dengan mengikuti arus air sekitar 50 meter dari jembatan.

“Salah satu rekan korban melihat rambut korban dan berusaha menarik sambil teriak meminta bantuan kepada masyarakat yang ada di ladang. Pada akhirnya masyarakat yang berada di ladang mendengar teriakan rekan korban, dan membatu mengangkat korban dari dalam air,” terangnya.

Kapolres menjelaskan, pada saat diangkat korban sudah tidak sadarkan diri. Warga memutuskan membawa korban ke Rumah Sakit Kwaingga Kampung Asyaman, namun setibanya di rumah sakit korban dinyatakan sudah tak bernyawa.

“Ini sungguh sangat disayangkan terjadi, tentunya ini menjadi perhatian serius bagi kita semua terutama kepada para orang tua agar dapat memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya, terutama saat terjadi banjir kembali di wilayah masing-masing,” imbau Aer.  (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

21 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Satgas Kepolisian ODC dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuha Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

20 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan KKB Dalam Insiden Penembakan Pintu Masuk Festival Budaya Lembah Baliem

10 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Personel Operasi Damai Cartenz-2026 Bekali Diri dengan Edukasi Kesehatan, Wujud Kepedulian terhadap Kesiapan dan Kesejahteraan Anggota

9 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Kapolres Jayapura Tegas, Tak Ada Tempat Bagi KNPB

1 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Trending di BERITA UTAMA