Menu

Mode Gelap
Satgas Damai Cartenz Hadir di Tengah Warga Muara Puncak Jaya Lewat Patroli Jalan Kaki Pangdam XVII/Cenderawasih Dampingi Wamendagri Tinjau Pengungsi Konflik Suku di Jayawijaya Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT Tokoh Muslim Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Dukung Operasi Damai Cartenz Komnas HAM Apresiasi Penghentian Pembangunan Dermaga Satrol di Areal Gereja GKI Pengharapan Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Hadir Amankan Peresmian Gereja di Kiwirok

BERITA UTAMA

1 Mei Jadi Momentum Refleksi Sejarah dan Persatuan Papua dalam NKRI

badge-check


					1 Mei Jadi Momentum Refleksi Sejarah dan Persatuan Papua dalam NKRI Perbesar

PAPUA iNFOPAPUA.ID — Semangat persatuan dan pentingnya memahami sejarah bangsa kembali disuarakan oleh Steve R. E. Mara, M.Han., mahasiswa program doktoral asal Papua yang tengah menempuh studi di Inggris sekaligus Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum. Dalam pandangannya, pemahaman yang utuh terhadap sejarah Papua menjadi kunci untuk memperkuat persatuan dan mendorong generasi muda berkontribusi dalam pembangunan.

Steve menekankan bahwa proses integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bagian dari dinamika panjang dekolonisasi yang melibatkan berbagai pihak di tingkat internasional. Ia menggarisbawahi bahwa berbagai tahapan, mulai dari Konferensi Meja Bundar hingga Perjanjian New York 1962, merupakan proses diplomasi yang sah dan diakui dunia internasional.

Menurutnya, tanggal 1 Mei 1963 menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah tersebut, karena pada saat itu Papua secara resmi diserahkan kepada Indonesia melalui mekanisme yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai momentum ini seharusnya dipahami sebagai bagian dari perjalanan bangsa menuju persatuan, bukan dipersepsikan secara keliru.

“Ini adalah bagian dari sejarah yang harus dipahami secara utuh. Integrasi Papua merupakan hasil proses panjang yang melibatkan hukum internasional dan kesepakatan global,” ujarnya.

Lebih jauh, Steve mengajak generasi muda Papua untuk tidak terjebak dalam perdebatan masa lalu, melainkan fokus pada upaya membangun masa depan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri melalui pendidikan serta keterlibatan aktif dalam pembangunan di berbagai sektor.

“Generasi muda Papua harus mengambil peran. Kita perlu meningkatkan kualitas diri dan bersama-sama membangun daerah serta bangsa ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat atau narasi yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Steve berharap Papua dapat terus berkembang melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, sehingga tercipta kondisi yang aman, damai, dan kondusif sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPR Dukung Langkah Perbaikan Stadion Lukas Enembe

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

Respons Cepat Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Tangani Penembakan di Dekai, Dua Warga Sipil Terluka dan Pelaku Diburu

29 April 2026 - 09:09 WIB

Satgas Damai Cartenz 2026 Bergerak Cepat Tangani Penembakan di Yahukimo, Pelaku Diburu dan Terancam Hukuman Berat

28 April 2026 - 02:18 WIB

DPO Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Pegunungan Bintang Ditangkap, Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Pentolan KKB

20 April 2026 - 19:22 WIB

ke Raja Ampat, Paulus Waterpauw Pastikan Program Unggulan Presiden Prabowo Sudah Berjalan

7 April 2026 - 10:04 WIB

Trending di BERITA UTAMA