Menu

Mode Gelap
Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian Patroli Humanis di Kali Samabuasa, Satgas Damai Cartenz Dekatkan Diri dengan Warga Lewat Dialog dan Hasil Bum Di Kali Samabuasa, Patroli Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Diwarnai Dialog dan Jual Beli Hasil Bumi Warga Kaops Damai Cartenz Tinjau Pos Kiwirok, Cek Kondisi Personel dan Tekankan Kewaspadaan Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf Hadir di Tengah Warga, Satgas Damai Cartenz Bangun Rasa Aman dari Pendekatan Humanis

BERITA UTAMA

Egianus Kogoya Bunuh Anak Kepala Kampung di Lanny Jaya karena Tak Diberi Bama

badge-check


					Egianus Kogoya, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata saat berpose di samping pesawat Susi Air di Bandara Paro, Nduga. {Foto: Istimewa] Perbesar

Egianus Kogoya, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata saat berpose di samping pesawat Susi Air di Bandara Paro, Nduga. {Foto: Istimewa]

JAYAPURA, INFOPAPUA.ID – Satgas Damai Cartenz 2023 mengungkap kekejaman baru pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata Egianus Kogoya, pelaku penyanderaan pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mehrtens.

Pasalnya kelompok Egianus Kogoya telah membunuh anak Kepala Kampung Pimbinom, Distrik Kuyugawe, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan pada pekan lalu. Pembunuhan ini sendiri baru diketahui saat Satgas Damai Cartenz menelusuri jejak kelompok Egianus Kogoya.

Kepala Ops Satgas Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Faizal Ramadhani yang juga menjabat Direktur Reskrimum Polda Papua mengungkapkan, pembunuhan dilakukan karena Kepala Kampung Pimbinom berinisial ST menolak memberikan bantuan bahan makanan.

“Kepala kampung berinisial ST tidak bersedia membantu kelompok Egianus Kogoya datang ke kampungnya untuk meminta bahan makanan dan akhirnya anak yang berusia 6-8 tahun dengan inisial MT dibunuh oleh Egianus Kogoya sendiri,” kata Faizal, Minggu (5/3).

Faizal mengaku sudah mendapatkan saksi mata yang melihat kekejaman Egianus Kogoya tersebut. “Ada saksi yang kita ambil keterangannya walaupun ada beberapa kendala yakni bahasa, kita coba jembatani bahwa yang melakukan kelompok Egianus Kogoya dan yang menembak adalah EG,” bebernya.

Saksi mata juga melihat kelompok Egianus Kogoya membawa tiga senapan laras panjang. “Kami terus bertekad untuk berusaha untuk mendapatkan dan menemukan dan menyelamatkan pilot Philips Mark,” tegas Faizal. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

21 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Satgas Kepolisian ODC dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuha Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

20 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan KKB Dalam Insiden Penembakan Pintu Masuk Festival Budaya Lembah Baliem

10 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Personel Operasi Damai Cartenz-2026 Bekali Diri dengan Edukasi Kesehatan, Wujud Kepedulian terhadap Kesiapan dan Kesejahteraan Anggota

9 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Kapolres Jayapura Tegas, Tak Ada Tempat Bagi KNPB

1 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Trending di BERITA UTAMA