TIMIKA iNFOPAPUA. ID — Menjelang perayaan Hari Raya Natal, stabilitas keamanan di Tanah Papua menjadi perhatian bersama. Tokoh masyarakat Papua sekaligus Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika, Lucky Mahakena, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi tetap aman dan kondusif demi terciptanya suasana damai.
Dalam keterangannya di Timika, Lucky Mahakena menilai bahwa kondisi keamanan di sejumlah wilayah Papua saat ini menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari upaya berkelanjutan yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menegakkan hukum serta mencegah aksi kekerasan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Sebagai tokoh masyarakat, Lucky menekankan pentingnya dukungan publik terhadap langkah-langkah aparat keamanan. Ia menyebut, keberhasilan menjaga stabilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
“Sebagai bagian dari masyarakat Papua, saya mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga kedamaian. Dengan kondisi yang aman dan kondusif, kita dapat menyambut dan merayakan Natal dengan rasa tenang, damai, dan penuh sukacita,” ujarnya.
Lucky Mahakena mengungkapkan bahwa profesionalisme dan konsistensi yang ditunjukkan Satgas Operasi Damai Cartenz telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari meningkatnya rasa aman hingga kelancaran aktivitas sosial dan keagamaan.
Ia menilai situasi yang semakin kondusif ini harus dijaga bersama agar tidak mudah terganggu oleh isu-isu provokatif yang berpotensi memecah persatuan.
“Upaya yang telah dilakukan Satgas Damai Cartenz patut kita apresiasi. Hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, mari kita jaga bersama agar Papua tetap aman dan damai,”tambahnya.
Lebih lanjut, Lucky menegaskan bahwa momentum Natal harus dimaknai sebagai ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog dan kebersamaan.**















