>
Berita  

LLDIKTI Wilayah XIV Papua Gandeng KPID Papua dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi yang Inklusif, Adaptif dan Berdampak Nyata di Papua

JAYAPURA iNFOPAPUA. ID, – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV menggandeng sejumlah mitra strategis untuk bekerja sama dalam pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif dan berdampak nyata di Provinsi Papua.

Adapun mitra tersebut berasal dari instansi pemerintah, lembaga keuangan, media, dan organisasi masyarakat sipil, di antaranya Gubernur Provinsi Papua, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, Kepala Perwakilan BPKP Papua, serta para pimpinan lembaga seperti Bank Indonesia, BRI, BNI, Bank Mandiri, PT Telkom, BNN, TVRI, RRI, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID Papua, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Jayapura. Sementara itu, pimpinan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIV mengikuti kegiatan ini secara daring.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua sebagai salah satu mitra strategis secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) pada hari Senin, 13 Oktober 2025 di Kota Jayapura. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Suriel Semuel Mofu Selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV sebagai Pihak Pertama dan Rusni Christine Abaidata, SH.,M.Kn. selaku Ketua KPID Papua sebagai Pihak Kedua.

Penandatanganan disaksikan pula oleh staf dan pejabat struktural lainnya di LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Melkias Mansoeben, S.IP, Koordinator Bidang Kelembagaan serta Dr. Nahria, S.Sos.,M.Si. selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Papua.

Kerja Sama strategis ini bertujuan untuk:

  1. meningkatkan literasi media dan kesadaran masyarakat, khususnya sivitas akademika, terhadap isi siaran yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)
  2. mendukung upaya pengawasan KPID Papua melalui riset dan pemantauan isi siaran yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen (misalnya melalui mata kuliah Penyiaran atau Komunikasi. Menghasilkan SDM penyiaran yang profesional, beretika, dan memahami konteks kearifan lokal melalui program magang dan pelatihan.
  3. memastikan lembaga penyiaran di Papua menjalankan fungsinya sebagai media edukasi, informasi, dan hiburan yang sehat.
    Selain itu, MoU ini juga mencakup sejumlah bidang kolaborasi yang meliputi :
  4. Pendidikan dan Pelatihan Penyiaran: Program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di KPID, workshop penyiaran profesional, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan regulasi KPID.
  5. Riset dan Pemantauan Media: Penelitian bersama mengenai dampak isi siaran terhadap masyarakat Papua, evaluasi program siaran lokal, dan pemanfaatan Laboratorium/Pusat Studi Komunikasi PTS untuk pemantauan isi siaran.
  6. Edukasi dan Literasi Media: Pelaksanaan Sosialisasi P3SPS dan literasi media kepada masyarakat, mahasiswa, dan pelajar, serta kampanye penyiaran sehat.
  7. Perumusan Kebijakan Penyiaran: Pemberian masukan/kajian akademik dari PTS kepada KPID Papua terkait kebijakan penyiaran lokal dan perizinan.
    Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel S, Mofu, S.Pd.,M.Ed.TEFL.,M.Phil, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat posisi LLDIKTI Wilayah XIV sebagai institusi pemerintah yang mendukung penuh pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif dan berdampak nyata di Provinsi
    Papua. “Oleh karena itu, salah satu Langkah strategis yang dapat dilakukan bersama adalah melalui kerjasama resmi antar LLDIKTI dengan mitra-mitra strategis dalam rangka mendukung visi misi kementerian pendidikan tinggi sains dan teknologi berdampak (DIKTI SAINTEK BERDAMPAK). Dengan penandatanganan MOU dengan mitra-mitra kami hari ini berbagai kegiatan dan program pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama antara Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIV se-Tanah Papua dengan mitra-mitra strategis kami”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPID Papua, Rusni Christine Abaidata, S.H.,M.Kn. menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun jejaring yang saling menguntungkan. Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak awal dari berbagai kegiatan kolaboratif yang berkelanjutan di tengah keterbatasan daya dan anggaran yang dihadapi oleh KPID Papua.

“Keterbatasan anggaran yang kami alami sejak akhir tahun 2022 lalu hingga kini telah menghambat implementasi tupoksi dan program kerja kami sebagai lembaga independen negara yang sekaligus juga merupakan regulator media penyiaran di Papua. Namun kami tidak pernah putus asa, kami selalu berusaha mencari solusi dan strategi kreatif termasuk kolaborasi dengan pihak lain seperti LLDIKTI Wilayah XIV Papua ini. Undangan kolaborasi ini bagi kami ibarat oase di padang pasir. Semoga berdampak nyata bagi masyarakat, ungkapnya.

Penandatanganan MoU diakhiri dengan foto bersama seluruh mitra LLDIKTI Wilayah XIV Papua yang hadir hari itu.**

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *