Menu

Mode Gelap
Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi DPO Kasus Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Berhasil Diamankan Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Tangkap Terduga Anggota KKB Kepala Air Terkait Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Proses Evakuasi Speed Boat dan Satu Penumpangnya Telah Selesai, Operasi SAR Diusulkan Tutup Patroli Humanis Ops Damai Cartenz 2026 Perkuat Stabilitas Keamanan di Distrik Kiwirok Speed Boat 85 PK Bermuatan Buah Apel dari Timika tujuan Asmat Hilang Kontak

POLITIK

Pandemi Covid-19, KPU Sarankan Kampanye Secara FGD

badge-check


					 Ketua KPU Papua Theodorus Kossay./Istimewa Perbesar

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay./Istimewa

JAYAPURA IP,- Komisi Pemilihan Umum Provinsi  Papua menyarankan agar para calon kandidat pasangan Bupati dan Wakil Bupati dapat melakukan sistem kampanye secara virtual dan pendekatan Forum Diskusi Grup (FDG) dalam pelaksanaan pilkada serentak pada Desember mendatang, mengingat sitasu pandemic Covid-19 saat ini.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Theodorus Kossay mengatakan, hingga saat ini belum ada aturan baku soal kampanye di masa pandemik covid-19. Namun, dalam bimtek yang telah dilakukan, KPU menyarankan agar yang hadir dalam kampanye tidak boleh lebih dari 50 orang.

“Sementara belum ada aturan baku soal kampanya di masa pandemik covid-19. Tapi sudah disampaikan melalui bimtek yang dilakukan, minimal yang hadir kampanye tidak lebih dari 50 orang,” ujar  Theodorus Kossay kemarin di Jayapura.

Dikatakan¸dalam proses tahapan pemilukada tahun ini adalah, jumlah peserta kampanye tidak boleh lebih dari 50 orang. Dengan tujuan agar tidak muncul klaster baru penyebaran covid-19 di Tanah Papua.

Oleh karena iti pihaknya menyarankan agar di masa kampanye, para calon lebih banyak mengembangkan kampanye secara virtual dan pendekatan Forum Diskusi Grup (FGF). “Jadi kursi-kursinya diatur jarak-jarak sesuai standar kesehatan. Pakai masker dan sebagainya. Tapi disarankan virtual lebih banyak,” ujarnya.

Dirinya berharap, calon-calon yang berkompetisi pada pemilukada tahun ini, melakukan pemetaan-pemetaan wilayah mana yang jaringan internetnya bagus dan tidak bagus.

“Kalau kampung yang jaringan internetnya baik, disitu lebih baik kampanye virtual. Kalau di daerah yang jaringan kurang baik, kumpulkan 50 orang saja. Diaturlah tapi mengedepankan protokoler kesehatan. Ini yang ditekankan,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua BMP Papua: Kedaulatan Rakyat Ada di Tangan Rakyat, Pilkada Harus Langsung!

17 Januari 2026 - 15:19 WIB

Terkait Pernyataan Gubernur Papua Pegunungan, Pakar Politik Nilai Adanya Disharmoni

31 Oktober 2025 - 11:51 WIB

Momen Harmonis Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Masyarakat dan Anak-Anak di Mimika

29 Oktober 2025 - 19:19 WIB

Kita Jaga Sitkamtibmas, Pemerintahan Provinsi Papua Baru Berjalan

24 Oktober 2025 - 16:24 WIB

Pernyataan Lengkap BTM-CK Terkait Kekalahan di Pilgub Papua

17 Oktober 2025 - 21:46 WIB

Trending di BERITA UTAMA