JAYAPURA – Derby Papua menjadi panggung Persipura Jayapura yang tampil menggila dan mengalahkan sesama wakil Papua, PSBS Biak, dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan kompetisi yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (17/10/2026).
Bukan sekadar kemenangan, hasil ini menjadi pernyataan keras Mutiara Hitam bahwa mereka belum kehilangan taring. Di saat Persipura membutuhkan momentum untuk kembali bersaing di papan atas, PSBS Biak justru menjadi korban ledakan ketajaman lini serang tim kebanggaan masyarakat Papua tersebut.
Nama Alexsandro Ferreira menjadi sorotan utama. Penyerang Persipura itu tampil luar biasa dengan mencetak tiga gol alias hattrick. Kelly Sroyer, Elisa Basna, dan Febrianto Upmabin turut menyumbangkan gol dalam pesta enam gol Mutiara Hitam.
Persipura langsung menunjukkan ambisinya sejak babak pertama. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22 ketika Elisa Basna sukses membobol gawang PSBS Biak. Gol tersebut membawa Persipura unggul 1-0 hingga turun minum.
Keunggulan satu gol belum menggambarkan badai serangan yang kemudian dilepaskan Mutiara Hitam setelah jeda.
Memasuki babak kedua, Persipura tampil semakin agresif dan membuat pertahanan Badai Pasifik kesulitan mengimbangi permainan. Pada menit ke-59, Kelly Sroyer menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menuntaskan umpan matang Gunansar Mandowen.
Gol tersebut menjadi awal dari malam yang sulit dilupakan bagi Persipura sekaligus mimpi buruk bagi PSBS Biak.
Menit ke-71, Alexsandro Ferreira mulai menunjukkan kelasnya. Memanfaatkan umpan silang Gunansar Mandowen yang berhasil menembus pertahanan lawan, Alexsandro sukses mencetak gol dan mengubah skor menjadi 3-0.
Persipura belum puas. Sembilan menit berselang, Alexsandro kembali menghukum pertahanan PSBS Biak. Kali ini, umpan Reno Salampessy berhasil dituntaskannya menjadi gol pada menit ke-80. Skor berubah menjadi 4-0 dan dominasi Mutiara Hitam semakin sulit dibendung.
PSBS Biak sempat memberikan perlawanan melalui Samuel Gwijangge. Tendangan jarak jauhnya pada menit ke-86 berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1. Namun, gol itu tak cukup untuk menghentikan laju Persipura yang telanjur menguasai pertandingan.
Alih-alih mengendurkan tekanan, Mutiara Hitam justru kembali menghantam.
Pada menit ke-90, Alexsandro Ferreira melengkapi hattrick-nya. Tiga gol dalam satu pertandingan menjadi bukti ketajaman sang penyerang sekaligus mempertegas rapuhnya pertahanan PSBS Biak menghadapi gempuran Persipura.
Pesta gol akhirnya ditutup Febrianto Upmabin pada menit 90+6. Gol tersebut memastikan Persipura menang telak 6-1 dalam Derby Papua yang kali ini sepenuhnya berada dalam kendali Mutiara Hitam.
Kemenangan Besar, Tantangan Belum Selesai
Kemenangan enam gol atas PSBS Biak menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan Persipura. Namun, di balik pesta gol tersebut, masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan jika Mutiara Hitam benar-benar ingin kembali menjadi penantang serius di papan atas.
Sebelum pertandingan ini, Persipura hanya mengoleksi satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan dalam lima laga sebelumnya. Hasil melawan PSBS Biak pun menjadi kemenangan kedua mereka dalam enam pertandingan terakhir.
Catatan itu menunjukkan bahwa kemenangan di Solo bukan sekadar tambahan tiga poin. Persipura membutuhkan konsistensi agar ledakan performa ini tidak berhenti sebagai kemenangan besar sesaat.
Ketajaman Alexsandro, kontribusi para pemain di lini serang, serta kemampuan tim memaksimalkan peluang menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Bagi PSBS Biak, kekalahan 1-6 menjadi alarm serius. Kebobolan enam gol dalam derby sesama wakil Papua memperlihatkan persoalan yang harus segera dievaluasi, terutama dalam mengantisipasi pergerakan pemain dan menjaga organisasi pertahanan.
Derby Papua kali ini memang menjadi milik Persipura. Enam gol telah berbicara lantang, tetapi tantangan sesungguhnya bagi Mutiara Hitam adalah membuktikan bahwa kemenangan ini merupakan awal kebangkitan, bukan sekadar pesta satu malam.
Mutiara Hitam telah mengirim pesan melalui kemenangan telak. Kini, konsistensi yang akan menentukan seberapa jauh Persipura mampu melangkah.(**)



















