Menu

Mode Gelap
Kisah Cinta Berakhir Tragis di Kamar Kos, Polisi Dalami Motif Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Talilime, Perkuat Kepercayaan dan Rasa Aman Warga Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak

Uncategorized

Miris, 7 Bulan Hak 475 Nakes di RSUD Jayapura Tidak Dibayar

badge-check


					Miris, 7 Bulan Hak 475 Nakes di RSUD Jayapura Tidak Dibayar Perbesar

JAYAPURA Infopapua.id ,- Sebanyak 475 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Papua, angkat bicara mengenai jasa pelayanan (gaji) yang tidak dibayarkan selama tujuh bulan terakhir, sejak Maret hingga oktober 2022.

Hal ini dikatakan Ketua Komite Medic dr Yunike Howay dalam konferensi pers, Senin (17/10/2022) sore di DOK II, Jayapura, Papua.

“Tujuh bulan terakhir ini, hak-hak (gaji) kami belum dibayarkan. Mulai dari kami dokter, perawat maupun bidan, itupun kami PNS dan tenaga kontrak. Sehingga, kami perlu bersuara agar publik ketahui,” katanya.

Disinggung soal, keluhan ini ke pihak Manajemen RSUD Jayapura, kata dokter Yunike, pihaknya sudah beberapa kali bertemu direktur, namun belum ada realisasinya.

“Kami perlu bicara. Agar publik ketahui, sehingga publik bisa menilai agar kedepanya ada perbaikan dalam pelayanan di RSUD Jayapura,” ungkapnya.

Kata dokter Yunike, pihaknya telah lakukan pendekatan dengan Direktur RSUD Jayapura, namun belum terealisasi.

“Sudah lakukan pendekatan dengan direktur Namun, belum ada hasilnya dan dibilang bersabar,” katanya.

Senada, Perwakilan Perawat Ruang Anak, Ricka Worumi, meminta agar manajemen RSUD Jayapura memberikan solusi atas persoalan ini.

“Kami minta solusi dari pihak manajemen, untuk masalah gaji yang belum di bayarkan hingga saat ini,” ujarnya.

Kata Ricka, pihaknya meminta waktu untuk segera merealisasikan pembayaran hak-hak mereka.

“Kami minta waktu untuk dibayarkan gaji, kami belum bayar kos-kosan, ada juga yang belum bayar cicilan motor. Bapak direktur kami minta rasa empati untuk kami, kami melayani manusia, kami pikirkan untuk manusia,” tandasnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

18 Mei 2026 - 18:31 WIB

Tokoh Muslim Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Dukung Operasi Damai Cartenz

18 Mei 2026 - 17:33 WIB

PKS antara Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Papua dengan Kejaksaan Tinggi Papua

16 Mei 2026 - 09:07 WIB

Jejak Kaka Bas: Inspirasi yang Tak Lekang oleh Waktu

30 April 2026 - 19:30 WIB

Melianus Aiwui, Birokrat Senior & Berakhir Dengan Jabatan Staf Khusus Gubernur Papua

19 April 2026 - 11:50 WIB

Trending di Uncategorized