Menu

Mode Gelap
Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Tuai Dukungan Tokoh Agama Papua Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sinak Hadirkan Rasa Aman dan Kedekatan dengan Warga Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sinak Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Sambangi Pedagang dan Tukang Ojek di Mulia Kondisi Kamtibmas Kondusif, Aktivitas Masyarakat di Pasar Sentral Mulia Berjalan Lancar Kontroversi Film Pesta Babi, Paulus Waterpauw : Membangun Papua Harus Dialog Dengan Hati

BERITA UTAMA

Bidan Sri Lestari dan Suami Dibunuh Secara Keji, IBI Minta Pemerintah Beri Jaminan Keamanan

badge-check


					Bidan Sri Lestari  dan Suami Dibunuh Secara Keji, IBI Minta Pemerintah Beri Jaminan Keamanan Perbesar

JAYAPURA Infopapua.id ,- Kasus pembunuhan secara sadis  tehadap Bidan Sri Lestari Indah Putri dan suaminya Sertu  Eka Andrianto Hasugian yang dibunuh orang tak dikenal di rumahnya di Elelim, Yalimo, Kamis (31/03/2022), mendapat respon dari IBI (Ikatan Bidan Indonesia)

Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Papua,  Deonisia Pri Utami meminta pemerintah daerah memberikan jaminan kepada para bidan dan petugas nakes lainnya yang mengabdi kepada masyarakat sampai ke pelosok-pelosok.

Hal tersebut disampaikan Utami saat menjemput jenazah Bidan Sri Lestari Indah Putri dan suaminya Sertu  Eka Andrianto Hasugian yang dibunuh orang tak dikenal di rumahnya di Elelim, Yalimo, Kamis (31/03/2022).

Sri Lestari adalah bidan yang bertugas di Puskesmas Elelim sementara suaminya Sertu Eka adalah Babinsa di Koramil Elelim, Bidan Sri dan suaminya meninggal sementara dua anaknya yang masih balita selamat namun mengalami luka-luka akibat terkena senjata tajam.

‘’Kami sedih, marah dan kecewa. Pengabdian rekan-rekan itu sampai ke pelosok-pelosok untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, namun mengalami kejadian seperti ini,’’ ujarnya.

Kata Utami bukan kali ini saja bidan dan petugas kesehatan lainnya mengalami kekerasan, tetapi sudah terjadi beberapa kali. ‘’Rekan sejawat kami ada yang dibunuh, mendapatkan perlakuan kekerasan sampai luka-luka, mengapa petugas kesehatan harus diperlakukan seperti itu, kami mau berontak tapi kepada siapa,’’ tegasnya.

Utami berharap ke depan tidak ada lagi perlakuan kekerasan diterima oleh bidan dan nakes lainnya di Papua. ‘’Kami berharap aparat keamanan dan pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan kepada seluruh pekerja kesehatan yang bertugas di Papua,’’ tandasnya.

Jenazah Sri dan suaminya Sertu Eka diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Sentani setelah sebelumnya disemayamkan di Makodim 1702/Jayawijaya.

Jenazah keduanya kemudian dibawa ke Mako Yonir 751 Raider untuk disemayamkan sebelum diterbangkan ke Jawa Timur untuk dimakamkan.

Di Mayonif 751, rekan sejawat Sri Lestari memberikan penghormatan terakhir dengan membacakan puisi perpisahan serta tuntutan agar pada bidan dan tenaga kesehatan yang bertugas di Papua mendapat jaminan keamanan. (al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kontroversi Film Pesta Babi, Paulus Waterpauw : Membangun Papua Harus Dialog Dengan Hati

23 Mei 2026 - 08:55 WIB

Kepengurusan FGM GKI di Tanah Papua Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

20 Mei 2026 - 20:16 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap Wadan Yon HSSBI KKB Kodap XVI di Yahukimo, Sejumlah Amunisi dan Senjata Tajam Diamankan

20 Mei 2026 - 16:24 WIB

DPR Dukung Langkah Perbaikan Stadion Lukas Enembe

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

Respons Cepat Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Tangani Penembakan di Dekai, Dua Warga Sipil Terluka dan Pelaku Diburu

29 April 2026 - 09:09 WIB

Trending di BERITA UTAMA