JAYAPURA iNFOPAPUA.ID – Kepengurus Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua periode 2026-2031 , resmi dilantik oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, yang berlangsung di Graha SARA Sinode GKI di Tanah Papua, Jayapura, Rabu (20/5/2026).
Pelantikan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIT dan dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Andrikus Mofu. Prosesi diawali dengan ibadah syukur, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera FGM GKI kepada Ketua Umum FGM GKI terpilih, Petronela Krenak.

Dalam sambutannya, Petronela Krenak menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik akan menjadikan nilai-nilai dalam Nehemia 2:17-18 sebagai landasan pelayanan organisasi.
Menurutnya, FGM GKI hadir sebagai bagian dari solidaritas kemanusiaan, menjadi pemantik sosial, mengonstruksikan kembali tatanan kehidupan generasi muda, memulihkan kearifan lokal yang mulai hilang, serta memperkuat kebersamaan antarsesama pemuda gereja.
“Hari ini dengan pertolongan Tuhan, badan pengurus FGM GKI di Tanah Papua resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua. Kami siap berkonsentrasi membangun organisasi ini dari tingkat provinsi, kabupaten hingga kota di enam provinsi di Tanah Papua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat kepengurusan akan melengkapi struktur organisasi di seluruh wilayah pelayanan guna mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) pertama yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 di Klasis Bintuni.
“Program-program kerja untuk tahun 2027 nantinya akan dibahas dalam raker pertama tersebut,” katanya.
Petronela juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk merapatkan barisan dan saling bekerja sama dalam membangun Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua.
Menurutnya, pimpinan organisasi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh pengurus di tingkat daerah maupun klasis.
“Kita harus saling memperkuat satu dengan yang lain untuk membangun Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua,” ucapnya.
Ia turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara FGM dengan Persekutuan Anggota Muda (PAM) yang tersebar di 70 klasis di lingkungan GKI di Tanah Papua.
Petronela menyebut FGM merupakan alat pengaderan dan pengorganisasian generasi muda gereja, sementara PAM berperan sebagai wadah pelayanan jemaat. Keduanya dinilai harus berjalan beriringan dalam mempersiapkan generasi muda gereja menghadapi Indonesia Emas 2045.
“Kita anak-anak GKI di Tanah Papua, khususnya pemuda, harus siap dari sekarang,” tegasnya.
FGM GKI di Tanah Papua sendiri merupakan organisasi kategorial gereja yang berada di bawah koordinasi langsung Departemen Pembinaan Sinode GKI di Tanah Papua dan dibina oleh Badan Pekerja Am Sinode (BPAS).
Secara struktur, FGM memiliki kepengurusan di tingkat sinode yang berkedudukan di Graha SARA Sinode GKI di Tanah Papua, tingkat klasis yang berkoordinasi dengan Badan Pekerja Klasis (BPK), hingga tingkat jemaat melalui kelompok-kelompok pemuda gereja di bawah Majelis Jemaat.
Organisasi ini sebelumnya diaktifkan kembali melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Kantor Sinode sebagai wadah strategis untuk mempersiapkan pemimpin gereja masa depan di Tanah Papua.(Redaksi)














