JAYAPURA iNFOPAPUA.ID- Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakum) Operasi Damai Cartenz 2026 mengungkap pelaku penembakan yang menewaskan Pilot asal Amerika Serikat, Nikolas F Goselin , serta membakar pesawat milik PT AMA di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin Hembalingga.
Kasatgas Gakum Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata, mengatakan, (KKB) Bakusip yang dipimpin Hembalingga adalah Kelompok baru yang belum pernah melakukan aksi kejahatan sebelumnya,

“Setelah kejadian penembakan, kami langsung melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta memantau informasi yang beredar di media sosial. Dari hasil pendalaman sementara, dapat disimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompok KKB Bakusip yang dipimpin Hembalingga,” ujar Era dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Jayapura, Jumat (3/7/2026).
Dijelaskan ,dari hasil peantauan, Hembalingga mengaku sebagai anak buah Elkius Kobak yang tergabung dalam Kodap XVI Yahukimo. Meski demikian, penyidik masih mendalami hubungan antara Hembalingga dengan Elkius Kobak untuk memastikan keterkaitan kedua kelompok tersebut.
“Pernyataan yang disampaikan Hembalingga melalui media sosial maupun klaim pertanggungjawaban yang juga disampaikan Elkius Kobak masih kami dalami untuk mengetahui hubungan dan struktur kelompok mereka,” katanya.
Dalam proses penyelidikan, aparat juga menemukan foto yang diduga memperlihatkan pelaku di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil identifikasi, polisi meyakini sosok dalam foto tersebut adalah Hembalingga.“Foto pelaku ditemukan di lokasi kejadian dan telah kami identifikasi sebagai Hembalingga, pimpinan kelompok KKB Bakusip,” tegas Era.
Kelompok Bakusip merupakan kelompok yang relatif baru sehingga aparat masih terus mengumpulkan informasi mengenai struktur organisasi, kekuatan personel, serta persenjataan yang dimiliki kelompok tersebut.
Sementara itu, ditambahkan Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan identitas kelompok tersebut masih didalami karena merupakan kelompok yang relatif baru dan belum banyak teridentifikasi oleh aparat. Sejumlah barang bukti, termasuk foto yang diduga berkaitan dengan pelaku, telah diamankan dari lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap jaringan kelompok tersebut, termasuk hubungan dengan kelompok-kelompok lain. Seluruh informasi yang diperoleh di lapangan, termasuk dari media sosial, terus dianalisis untuk kepentingan penyelidikan,” pungkasnya. (Redaksi)













