Menu

Mode Gelap
 Hendrik Bilasi KetuaI Dewan Adat Mamberamo-Apawer, Setelah 15 Tahun Alami Kekosongan Ayah Tiri Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Muara Tami, Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Bandara Balingga, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Penyebab Insiden Tokoh Masyarakat Mimika Apresiasi Pendekatan Humanis Ops Damai Cartenz di Momentum Hari Bhayangkara ke-80 Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Jayapura Eramet Indonesia dan Kitong Bisa Foundation Luluskan 41 Mahasiswa Indonesia Timur Lewat Program Beasiswa Eramet Beyond

RAGAM

 Hendrik Bilasi KetuaI Dewan Adat Mamberamo-Apawer, Setelah 15 Tahun Alami Kekosongan

badge-check


					 Hendrik Bilasi KetuaI Dewan Adat Mamberamo-Apawer, Setelah 15 Tahun Alami Kekosongan Perbesar

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID- Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Adat Tabi  membenahi struktur kepemimpinan Dewan Adat Mamberamo-Apawer  yang telah mengalami kekosongan sejak wafatnya almarhum Wempi Bilasi sekitar 15 tahun lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung P3W GKI Papua, Padang Bulan, Kota Jayapura, Selasa (30/6/2026), dihadiri perwakilan delapan suku yang mendiami kawasan Sungai Mamberamo-Apawer, yakni Suku FoauDasigoSiwayaBateroPapasenaTebakoKawera, dan Bauzy.

Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Adat Tabi, Yakonias Wabrar, mengatakan reorganisasi dilakukan untuk memastikan keterwakilan masyarakat adat Mamberamo-Apawer dalam setiap agenda Dewan Adat se-Tanah Papua, khususnya di wilayah adat Tabi.

Menurutnya, selama ini Dewan Adat Mamberamo-Apawer belum memiliki representasi yang aktif dalam berbagai forum adat, sehingga perlu dilakukan konsolidasi guna membentuk kepengurusan baru yang mendapat legitimasi dari seluruh unsur masyarakat adat.

“Melalui konsolidasi yang melibatkan perwakilan delapan suku besar, kami bersepakat memilih calon Ketua Dewan Adat Mamberamo-Apawer agar masyarakat adat kembali memiliki wadah yang sah dan kuat dalam memperjuangkan kepentingannya,” ujar Yakonias.

Dari hasil musyawarah tersebut, para peserta secara aklamasi menetapkan Hendrik Bilasi sebagai Ketua Dewan Adat Mamberamo-Apawer. Ia akan didampingi Matias Alle sebagai Sekretaris dan Yakob Dude sebagai Bendahara.

Yakonias menjelaskan, setelah proses pengesahan dilakukan, Dewan Adat Papua Wilayah Tabi akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan secara resmi. Selanjutnya, kepengurusan tersebut akan dilaporkan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya, serta Gubernur Papua dan Bupati Mamberamo Raya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Mamberamo-Apawer terpilih, Hendrik Bilasi, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh delapan suku yang telah mempercayakan kepemimpinan kepadanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersatu menjaga tanah ulayat, hutan, dan seluruh sumber daya alam yang menjadi warisan leluhur sekaligus sumber kehidupan masyarakat Mamberamo.

“Saya mengajak seluruh masyarakat adat bergandengan tangan menjaga manusia, tanah, hutan, dan seluruh isinya dari berbagai ancaman pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan masa depan masyarakat adat,” tegas Hendrik.

Ia menambahkan, setelah resmi dikukuhkan, dirinya bersama jajaran pengurus akan kembali ke Mamberamo untuk bertemu para tokoh adat, kepala suku, dan para tetua kampung guna menyerap berbagai masukan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Masyarakat Adat Mamberamo-Apawer.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Mamberamo Raya yang juga Anggota DPR Papua, Yotam Bilasi, memberikan apresiasi kepada Dewan Adat Papua Wilayah Tabi yang dinilainya berhasil memfasilitasi proses konsolidasi hingga melahirkan kepemimpinan baru Dewan Adat Mamberamo-Apawer.

Ia berharap seluruh kepala suku dan tokoh adat dapat mengakhiri perbedaan pandangan yang selama ini terjadi dan lebih fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, terutama dalam menjaga tanah dan hutan dari berbagai ancaman eksploitasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momentum Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz Pererat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Bakti Sosial

30 Juni 2026 - 14:23 WIB

Nikolas AP: Satgas Operasi Damai Cartenz Berperan Penting Menjaga Papua Tetap Aman dan Damai

29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Kenali Prosedur dan Syarat Pemisahan Bidang Tanah

27 Juni 2026 - 00:03 WIB

Rapat Koordinasi Forum Penataan Ruang

25 Juni 2026 - 18:43 WIB

Terdapat Perbedaan Luas Antara Alas Hak Lama dan Sertipikat? Tak Perlu Khawatir, Ini Penjelasannya

25 Juni 2026 - 00:07 WIB

Trending di RAGAM