Menu

Mode Gelap
Patroli Jalan Kaki Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Jadi Ruang Dialog dengan Warga di Puncak Jaya Diduga memiliki keterkaitan dengan KKB, Seorang Pria Diamankan Satgas Damai Cartenz di Intan Jaya Tokoh Pemuda Papua Kecam Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo dan Mendukung Langkah Penegakan Hukum Patroli Dialogis Satgas Ops Damai Cartenz di Oksibil Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat dan Jaga Situasi Tetap Kondusif Patroli Dialogis dan Layanan Kesehatan Warnai Kegiatan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Distrik Sinak Satgas Damai Cartenz Tangani Insiden di Yahukimo, Satu Personel Gugur Saat Bertugas

POLITIK

Pengumpulan Masa Saat Kampanye, Hanura : Pemerintah Perlu Siapkan Regulasi

badge-check


					Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat  Provinsi Papua Kenius Kogoya SP.M.Si/Foto-Redaksi Perbesar

Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Papua Kenius Kogoya SP.M.Si/Foto-Redaksi

JAYAPURA IP,- Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Papua Kenius Kogoya SP.M.Si mengatakan, pemerintah harus membuat sebuah aturan bahwa kampanye dengan mengumpulkan orang banyak atau masa itu harus perlu dikurangi.

“Pelaksanaan boleh saja, tetapi kalau bisa secara virtual melalui media sosial itu sudah cukup tidak perlu harus kumpul kekuatan kampanye disana-sini. Masyarakat juga sudah pintar untuk memilih siapa pemimpin mereka dan pasti mereka sudah tau,” ujar Kenius Kogoya SP.M.Si kepada wartawan, Senin, (21/09/2020).

Kenius juga mengharapkan agar kalau bisa yang perlu diperketat adalah pengawasan terhadap pelaksan karena bisa saja ada manipulasi data terhadap hasil perolehan suara dari masing-masing calon maka harus diperketat.

“Soal waktu pelaksanaan Pilkada itu relatif mau dibulan Desember ataupun ditunda tahun depan yang paling penting adalah nyawa manusia yang harus diselamatkan,” terangnya.

Menurutnya kalau untuk saya khusus diPapua dengan Geografis yang sangat luas dan insfrastruktur yang masih minim dan tidak bisa dijangkau. Maka coba Pemerintah berpikir dan kembalikan pemilihan melalui DPRD saja, tidak usah lagi suruh masyarakat memilih, itu kan bisa dibuat aturan khusus dalam rangka mengantisipasi pandemic virus corona.

“Demi penyelamatan dan kemanusiaan kenapa kita tidak harus membuat Pilkada tahun ini membalikan ke DPRD nanti baru covid berhenti dan selesai baru kita kembali ke proses demokrasi kan begitu bisa lebih khusus untuk Papua,”bilangnya.

Disinggung terkait dengan calon bupati yang diusung partai Hanura agar bisa menang diPilkada 2020, Kenius mengaku kami sebenarnya ingin bahwa semua bakal calon bupati yang kami usung bisa dimenangkan.

“Tetapi secara logis kita bisa melihat ada beberapa kabupaten yang kemungkinan kita bisa menangkan ada delapan yang kami memiliki seat/jatah kurang lebih 4/5 target capean kita calon bupati yang kita usung itu punya peluang untuk menang,” ungkapnya. (gsm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua BMP Papua: Kedaulatan Rakyat Ada di Tangan Rakyat, Pilkada Harus Langsung!

17 Januari 2026 - 15:19 WIB

Terkait Pernyataan Gubernur Papua Pegunungan, Pakar Politik Nilai Adanya Disharmoni

31 Oktober 2025 - 11:51 WIB

Momen Harmonis Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Masyarakat dan Anak-Anak di Mimika

29 Oktober 2025 - 19:19 WIB

Kita Jaga Sitkamtibmas, Pemerintahan Provinsi Papua Baru Berjalan

24 Oktober 2025 - 16:24 WIB

Pernyataan Lengkap BTM-CK Terkait Kekalahan di Pilgub Papua

17 Oktober 2025 - 21:46 WIB

Trending di BERITA UTAMA