Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HUKRIM

200 Amunisi Aktif Diselundupkan Lewat Laut Jayapura, Bea Cukai Gagalkan Pengiriman dan Satgas Damai Cartenz Buru Jaringannya

×

200 Amunisi Aktif Diselundupkan Lewat Laut Jayapura, Bea Cukai Gagalkan Pengiriman dan Satgas Damai Cartenz Buru Jaringannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID- Jalur laut Jayapura kembali menjadi perhatian aparat. Upaya membawa masuk ratusan amunisi aktif bersama rokok ilegal berhasil digagalkan tim patroli Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Jayapura di perairan Muara Tami, Kota Jayapura.

Penindakan berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) malam hingga Minggu dini hari. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan 200 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm serta 6.800 batang rokok ilegal tanpa pita cukai.Jalur laut Jayapura kembali menjadi perhatian aparat. Upaya membawa masuk ratusan amunisi aktif bersama rokok ilegal berhasil digagalkan tim patroli Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Jayapura di perairan Muara Tami, Kota Jayapura.

Example 300x600

Kasus ini kini tidak berhenti pada penindakan Bea Cukai. Seluruh amunisi telah diserahkan kepada Polda Papua melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk mengungkap siapa pengirim, dari mana amunisi berasal, dan kepada siapa barang tersebut akan diserahkan.

Pelaku Kabur, Barang Bukti Dibuang ke Laut

Kepala KPPBC TMP C Jayapura, Fungki Awaludin, mengungkapkan penindakan berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas sebuah longboat yang diduga membawa barang ilegal di perairan Jayapura.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan patroli dan penyisiran hingga kawasan perairan Muara Tami.

“Dari informasi tersebut, kami dalami dan menelusuri hingga ke perairan Muara Tami. Kami menemukan satu unit longboat dengan ciri-ciri yang sesuai,” ujar Fungki, Selasa (6/10/2026).

Namun, saat kapal patroli mendekati longboat tersebut, situasi berubah. Para penumpang diduga menyadari keberadaan petugas dan langsung berusaha melarikan diri.

Dalam upaya menghilangkan barang bukti, tiga koli muatan dibuang ke laut.

Petugas sempat melakukan pengejaran. Namun, longboat tersebut berhasil meloloskan diri dengan masuk ke wilayah perairan dangkal yang berisiko membuat kapal patroli kandas.

Meski pelaku berhasil kabur, petugas tidak menghentikan pencarian.

Penyisiran kemudian difokuskan pada titik lokasi barang dibuang. Hasilnya, tiga koli berhasil ditemukan dan diamankan.

Dari pemeriksaan, petugas menemukan 34 slot berisi 340 bungkus atau 6.800 batang rokok ilegal tanpa pita cukai serta 200 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm.

Amunisi Diserahkan ke Polisi, Jaringan Diburu

Barang bukti rokok ilegal kini diamankan Bea Cukai untuk proses penanganan lebih lanjut. Sementara itu, amunisi diserahkan secara resmi kepada Polda Papua untuk kepentingan penyelidikan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, memastikan temuan tersebut akan didalami secara serius.

Fokus penyelidikan bukan hanya pada 200 butir amunisi yang berhasil diamankan, tetapi juga pada rantai di balik pengiriman tersebut.

“Kami akan dalami lebih fokus terkait siapa pengirimnya, asal barang, dan ke mana tujuannya,” tegas Yusuf.

Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi transportasi yang digunakan serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Bukan Sekadar Amunisi, Ada Jalur yang Harus Dibongkar

Yusuf menilai keberhasilan Bea Cukai menggagalkan pengiriman tersebut menjadi pintu masuk untuk membongkar jalur distribusi amunisi ilegal di Papua.

Menurutnya, ancaman terbesar bukan hanya pada barang bukti yang ditemukan, tetapi jaringan yang memasok, mengangkut, hingga menerima amunisi tersebut.

Kolaborasi antara Bea Cukai dan aparat keamanan dinilai menjadi bagian penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan.

“Sesuai arahan Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, penanganan permasalahan keamanan dan KKB di Papua tidak bisa dilakukan oleh aparat kepolisian semata, melainkan butuh sinergitas seluruh stakeholder,” jelasnya.

Ia menegaskan, jalur transportasi reguler maupun jalur laut dapat menjadi celah yang dimanfaatkan untuk mengirim barang ilegal. Karena itu, pengawasan harus dilakukan dari hulu hingga hilir.

Kini, 200 butir amunisi itu memang sudah berada di tangan aparat. Namun pekerjaan terbesar justru baru dimulai: membongkar siapa yang mengirim, siapa yang menunggu, dan jaringan apa yang berada di balik pengiriman tersebut. (**)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *