Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA UTAMAHUKRIM

Berangkat Membawa Bantuan, Tiga ASN Jayawijaya Tak Pernah Pulang: Dokter Hewan Turut Jadi Korban Penembakan di Muliama

0
×

Berangkat Membawa Bantuan, Tiga ASN Jayawijaya Tak Pernah Pulang: Dokter Hewan Turut Jadi Korban Penembakan di Muliama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAWIJAYA, INFOPAPUA.ID – Mereka berangkat dengan satu tujuan: membawa bantuan dan menjalankan tugas negara untuk masyarakat di pedalaman. Namun, perjalanan pulang yang seharusnya membawa mereka kembali kepada keluarga justru berubah menjadi tragedi.

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya harus kehilangan nyawa setelah rombongan mereka menjadi sasaran penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Example 300x600

Salah satu korban bahkan diketahui merupakan seorang dokter hewan yang turut menjalankan tugas pelayanan bagi masyarakat.Tragedi berdarah itu kini tengah diusut oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Jayawijaya.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan adanya aksi penembakan terhadap rombongan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang saat itu sedang menjalankan tugas kedinasan.

Rombongan yang berjumlah 11 orang sebelumnya berangkat menuju Distrik Muliama untuk mendistribusikan bahan pangan serta bantuan pertanian kepada masyarakat setempat.

Setelah seluruh tugas selesai, rombongan kemudian bersiap kembali menuju Kota Wamena. Namun, di tengah perjalanan pulang, mereka justru dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang membawa senjata api.

Situasi mendadak berubah mencekam.Kelompok tersebut kemudian melepaskan tembakan ke arah rombongan ASN. Delapan orang berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, tiga pegawai lainnya menjadi korban dalam serangan tersebut.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Tiga ASN yang sebelumnya berangkat untuk membawa bantuan dan pelayanan kepada masyarakat, kini tidak pernah kembali dari perjalanan tugas mereka.

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan personel gabungan TNI-Polri langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.

Selain melakukan evakuasi terhadap para korban, aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti serta mengidentifikasi kelompok pelaku.

“Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya bergerak cepat mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi korban, mengumpulkan barang bukti, serta mengidentifikasi kelompok pelaku penembakan tersebut,” tegas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Menurutnya, aparat akan melakukan langkah penegakan hukum secara terukur dan profesional terhadap para pelaku.

Saat ini, tim gabungan terus melakukan pengejaran dan mempersempit ruang gerak kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga ketiga korban, tetapi juga bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Mereka berangkat menjalankan tugas negara.

Mereka membawa bantuan untuk masyarakat.

Namun, tiga di antara mereka tak pernah kembali pulang.

Adapun identitas korban sebagai berikut:

1. WB (24), perempuan, sebagai pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan. Korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Wamena yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis.

2. AR (49), perempuan, sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian perut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

3. AAM (35), laki-laki, sebagai pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian kepala bagian belakang dan tangan kiri dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian.

Aparat mengimbau masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila mengetahui atau melihat adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan kelompok pelaku.(Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *