SEMARANG iNFOPAPUA. ID — Musyawarah Wilayah (Muswil) Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Wilayah Timur Tahun 2026 tidak hanya menetapkan kembali kepemimpinan organisasi untuk periode tiga tahun mendatang, tetapi juga menyepakati penguatan struktur kepengurusan sebagai bagian dari upaya memperkokoh peran strategis Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah di kawasan Indonesia Timur.


Melalui Keputusan Musyawarah Wilayah, forum menyetujui penguatan dan penambahan struktur kepengurusan FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029 dengan mengedepankan prinsip keterwakilan seluruh Bank Pembangunan Daerah yang berada di Wilayah Timur.
Langkah tersebut dipandang penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan efektivitas koordinasi antar-Dewan Komisaris BPD, memperluas ruang partisipasi anggota, serta mempertegas representasi Wilayah Timur dalam mendukung agenda strategis FKDK BPDSI di tingkat nasional.
Koordinator Wilayah FKDK BPDSI Wilayah Timur terpilih, Victor Abraham Abaidata, menyampaikan bahwa penyempurnaan struktur kepengurusan merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan yang dihadapi Bank Pembangunan Daerah ke depan.
“FKDK BPDSI Wilayah Timur harus menjadi rumah bersama bagi seluruh Dewan Komisaris BPD di kawasan Timur Indonesia. Karena itu, struktur kepengurusan yang baru dirancang untuk memastikan setiap BPD memiliki ruang representasi dan kontribusi yang optimal dalam mendukung kemajuan organisasi maupun penguatan tata kelola Bank Pembangunan Daerah,” ujar Victor.
Menurutnya, penguatan struktur organisasi juga sejalan dengan semakin besarnya tantangan yang dihadapi BPD, mulai dari transformasi digital, ketahanan siber, penguatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan daya saing menuju visi besar BPD Regional Champion 2045.
*Susunan Pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029*
Berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah, susunan Pengurus FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029 adalah sebagai berikut:
1. Koordinator Wilayah: Victor Abraham Abaidata, S.H., Komisaris Independen Bank Papua.
2. Sekretaris: Andi Fadly Ferdiansyah, S.E., Komisaris Independen Bank Sulselbar.
3. Wakil Sekretaris: Maichel Papilaya, S.Sos., Komisaris Non Independen Bank Maluku Malut.
4. Bendahara: Dr. Novi V.B. Kaligis, S.E., M.M., Plt. Komisaris Utama Bank Sulteng.
5. Wakil Bendahara: Dr. Syamsul Anam, S.E., M.Ec.Dev., Komisaris Independen Bank Sultra.
6. Ketua Bidang Pengembangan Organisasi: Prof. Dr. Drs. Frans Gana, M.Si., Komisaris Independen Bank NTT.
7. Wakil Ketua Bidang Pengembangan Organisasi: Dr. Achmad Fauzi, S.E., M.Hum., Komisaris Independen Bank NTB Syariah.
8. Ketua Bidang Pengembangan Profesi: I Gusti Ngurah Bagus Artawan, S.H., Komisaris Utama Bank BPD Bali.
9. Wakil Ketua Bidang Pengembangan Profesi: Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M., M.Pd.I., Komisaris Independen Bank SulutGo.
Komposisi kepengurusan tersebut mencerminkan keterwakilan lintas BPD di Wilayah Timur, sekaligus mempertemukan berbagai latar belakang pengalaman profesional yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan fungsi komunikasi, koordinasi, pengembangan profesi, dan penguatan tata kelola Dewan Komisaris BPD.
*Hasil Muswil Resmi Dilaporkan dalam Forum Munas FKDK BPDSI*
Sesuai ketentuan Anggaran Rumah Tangga (ART) FKDK BPDSI, seluruh hasil Muswil wajib dilaporkan dan disampaikan dalam forum Musyawarah Nasional sebagai bagian dari mekanisme pertanggungjawaban organisasi dan sinkronisasi kebijakan antara tingkat wilayah dan tingkat nasional.
Menindaklanjuti ketentuan tersebut, hasil Muswil FKDK BPDSI Wilayah Timur Tahun 2026 yang telah dilaksanakan di Semarang pada tanggal 2 Juni 2026 secara resmi disampaikan dalam forum Musyawarah Nasional FKDK BPDSI yang berlangsung pada tanggal 3 Juni 2026.
Laporan hasil Musyawarah Wilayah tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Wilayah FKDK BPDSI Wilayah Timur, Victor Abraham Abaidata dan selanjutnya diserahkan kepada Ketua Umum FKDK BPDSI Periode 2026–2029, Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Muhammad Adnas, M.Si., di hadapan seluruh peserta Musyawarah Nasional FKDK BPDSI.
Penyerahan laporan tersebut menjadi simbol bahwa seluruh keputusan Musyawarah Wilayah telah memperoleh legitimasi organisasi di tingkat wilayah dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses konsolidasi nasional FKDK BPDSI dalam memperkuat peran Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia.
Momentum tersebut juga menegaskan komitmen FKDK BPDSI Wilayah Timur untuk senantiasa menjunjung tinggi tata kelola organisasi yang baik, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
*Menjadi Mitra Strategis Transformasi BPD*
FKDK BPDSI Wilayah Timur selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif mendorong berbagai agenda strategis organisasi, termasuk pelaksanaan seminar nasional, penguatan kapasitas Dewan Komisaris, advokasi kebijakan BPD, hingga pengembangan pemikiran strategis melalui penerbitan buku Terompet Dari Timur: BPD Regional Champion 2045.
Dengan kepengurusan baru yang lebih representatif, FKDK BPDSI Wilayah Timur diharapkan semakin mampu menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi yang efektif bagi para Dewan Komisaris BPD dalam menjalankan fungsi pengawasan, menjaga integritas tata kelola, serta mendukung transformasi Bank Pembangunan Daerah menuju lembaga keuangan yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Ke depan, tantangan BPD akan semakin kompleks. Karena itu, FKDK BPDSI Wilayah Timur harus hadir sebagai forum yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar-Dewan Komisaris, tetapi juga menjadi pusat gagasan kebijakan, dan mitra strategis dalam mengawal transformasi BPD menuju Regional Champion 2045 serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutup Victor Abraham Abaidata.
Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keterwakilan seluruh BPD, kepengurusan FKDK BPDSI Wilayah Timur Periode 2026–2029 diharapkan mampu melanjutkan capaian organisasi sekaligus menghadirkan berbagai terobosan baru yang memberikan manfaat bagi Bank Pembangunan Daerah dan pembangunan daerah di seluruh kawasan Indonesia Timur.(“”













