SEMARANG iNFOPAPUA. ID — Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) Wilayah Timur sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) Tahun 2026 yang berlangsung di Lantai 8 Kantor Bank Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan Musyawarah Wilayah diawali dengan pembukaan resmi yang diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh H. Ali Baham Temongmere, Komisaris Non Independen Bank Papua.

Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh agenda Musyawarah Wilayah dapat berlangsung dengan baik, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi FKDK BPDSI dan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.

Musyawarah Wilayah yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga 17.45 WIB tersebut merupakan forum permusyawaratan tertinggi FKDK BPDSI di tingkat wilayah yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian persiapan menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) FKDK BPDSI Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 3 Juni 2026 di Semarang.
Muswil dihadiri oleh perwakilan Dewan Komisaris dari 8 (delapan) Bank Pembangunan Daerah anggota FKDK BPDSI Wilayah Timur, yaitu Bank Papua, Bank Maluku Malut, Bank BPD Bali, Bank NTT, Bank NTB Syariah, Bank Sulselbar, Bank Sulteng, dan Bank Sultra.
Dalam forum tersebut, peserta Muswil membahas dan menetapkan sepuluh agenda strategis organisasi yang meliputi pengesahan tata tertib, evaluasi kepengurusan, penetapan kepemimpinan wilayah, pengkinian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, pengusulan calon pimpinan organisasi tingkat nasional, hingga penyusunan arah kepengurusan FKDK BPDSI Wilayah Timur periode mendatang.
Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah persetujuan terhadap usulan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FKDK BPDSI yang akan diperjuangkan dalam forum Musyawarah Nasional.
Usulan tersebut antara lain memberikan kesempatan yang lebih luas kepada seluruh anggota Dewan Komisaris BPD untuk dapat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum FKDK BPDSI sepanjang memenuhi persyaratan organisasi, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta pengalaman yang memadai.
Dalam rangka menghadapi Musyawarah Nasional FKDK BPDSI Tahun 2026, Muswil Wilayah Timur juga menetapkan dan mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi posisi strategis organisasi tingkat nasional.
Musyawarah Wilayah menetapkan Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Muhammad Adnas, M.Si., Komisaris Utama Bank Jateng, sebagai Calon Ketua Umum FKDK BPDSI Periode 2026–2029.
Sementara itu, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.T.P., Komisaris Non Independen Bank Papua, diusulkan sebagai Calon Wakil Ketua Umum FKDK BPDSI Periode 2026–2029 dari keterwakilan Wilayah Timur sekaligus sebagai anggota Tim Formatur Musyawarah Nasional.
Forum juga menetapkan beberapa nama sebagai usulan Calon Pengurus Pusat FKDK BPDSI Periode 2026–2029, yakni Anis Mudjahid Akbar (Komisaris Utama Bank NTB Syariah), Maichel Papilaya (Komisaris Bank Maluku Malut), dan La Ode Rahmat (Komisaris Bank Sultra).
Musyawarah Wilayah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, soliditas, dan semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen seluruh Dewan Komisaris BPD di kawasan Indonesia Timur untuk terus memperkuat tata kelola, pengawasan, dan kontribusi strategis Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional.
Musyawarah Wilayah FKDK BPDSI Wilayah Timur Tahun 2026 dihadiri oleh para Anggota Dewan Komisaris dari delapan Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam FKDK BPDSI Wilayah Timur, yaitu:
Dari Bank Papua, hadir Y. Derek Hegemur selaku Komisaris Utama, Ali Baham Temongmere selaku Komisaris Non Independen, dua Komisaris Independen, H. Arobi Ahmad Aituarauw dan Victor Abraham Abaidata.
Dari Bank Maluku Malut, hadir Ichwan selaku Komisaris Utama dan Maichel Papilaya, selaku Komisaris Non Independen.
Dari Bank BPD Bali, hadir I Gusti Ngurah Bagus Artawan selaku Komisaris Utama.
Dari Bank NTT, hadir Donny Heatubun selaku Komisaris Utama.
Dari Bank Sultra, hadir Hasbudin selaku Komisaris Utama.
Dari Bank Sulteng, hadir Dr. Novi Ventje Berti Kaligis selaku Plt. Komisaris Utama.
Dari Bank NTB Syariah, hadir Achmad Fauzi dan H. W. Musyafirin, masing-masing selaku Komisaris Independen.
Sementara dari Bank Sulselbar, hadir Andi Fadly Ferdiansyah selaku Komisaris Independen.
Kehadiran para anggota Dewan Komisaris tersebut menunjukkan tingginya komitmen dan soliditas FKDK BPDSI Wilayah Timur dalam memperkuat peran Dewan Komisaris sebagai penjaga tata kelola, pengawas strategis, serta mitra pemegang saham dalam mendorong transformasi dan penguatan daya saing Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. (Redaksi)













