Menu

Mode Gelap
Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sinak Hadirkan Rasa Aman dan Kedekatan dengan Warga Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz-2026 di Sinak Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Sambangi Pedagang dan Tukang Ojek di Mulia Kondisi Kamtibmas Kondusif, Aktivitas Masyarakat di Pasar Sentral Mulia Berjalan Lancar Kontroversi Film Pesta Babi, Paulus Waterpauw : Membangun Papua Harus Dialog Dengan Hati Pembunuhan Pendulang Emas di Awimbon, Petugas Gabungan Fokus Evakuasi Korban dan Pengejaran Pelaku

HUKRIM

Bunyi Senjata Menghambat Pembangunan di Kabupaten Puncak

badge-check


					suasana pertemuan masyarajat,tokoh adat,perempuan,agama,TNI-Polri dan pemerintah daerah,terkait situasi kamtinas di Kabupaten Puncak,yang berlangsung di Aula Negelar,Ilaga,Kabupaten Puncak,Provinsi Papua Tengah,Senin,30 Januari. Perbesar

suasana pertemuan masyarajat,tokoh adat,perempuan,agama,TNI-Polri dan pemerintah daerah,terkait situasi kamtinas di Kabupaten Puncak,yang berlangsung di Aula Negelar,Ilaga,Kabupaten Puncak,Provinsi Papua Tengah,Senin,30 Januari.

ILAGA iNFOPAPUA.ID – Senjata tidak bisa dipakai untuk membangun daerah,karena pembangunan hanya didibangun dengan ketika kondisi daerah aman dan damai,bunyi senjata justru akan berdampak pada berbagai aspek pembangunan di daerah,pendidikan bisa hancur,ekonomi maupun kesehatan.Demikian hal tersebut disampaikan oleh Bupati Puncak,Willem Wandik,SE,M.Si,saat pertemuan antara masyarajat,TNI-Polri dan pemerintah daerah,terkait situasi kamtinas di Kabupaten Puncak,yang berlangsung di Aula Negelar,Ilaga,Kabupaten Puncak,Provinsi Papua Tengah,Senin,30 Januari.

Untuk diketahui, pertemuan ini, dilakukan terkait Dengan situasi terakhir Soal keamanan di Kabupaten Puncak, setelah tukang Ojek ditembak di goma dan Seorang anggota TNI di distrik sinak, pekan Lalu. 

“Senjata tidak bisa merubah daerah ini,Senjata tidak bisa menjawab persoalan pembangunan di daerah ini,justru bunyi-bunyi senjata akan membuat ekonomi hancur,pedagang akan lari,pemerintahan tidak jalan,pendidikan tidak jalan,kesehatan juga tidak jalan,”ungkapnya.

Kata Bupati,kehadiran negara melalui Kabupaten Puncak ini, untuk dinikmati oleh masyarakat Puncak, kehadiaran Kabupaten untuk merubah daerah ini,menjawab persoalan pembangunan didaerah ini,pendidikan bisa maju,kesehatan,ekonomi,bahkan dengan kehadiran pemekaran di Kabupaten Puncak ini,maka banyak anak-anak asli kabupaten Puncak,bisa menjadi orang besar didaerah ini.

“kemarin kami baru saja bagi DPA 2023,tapi bagaimana mau bekerja,kalau kondisi tidak aman,bunyi senjata terus,orang takut untuk kerja,coba kalian kasih kesempatan untuk kami bekerja ka?,”tuturnya.

Kata Bupati,bicara soal keamanan,itu bukan tanggung jawab TNI-Polri semata,namun itu tangungjawab masyarakat,kepala kampung,pendeta,sementara TNI-Polri hadir hanya untuk mengamankan,persoalan yang tidak bisa  ditangani oleh masyarakat.

“Pertemuan hari ini,kami mau cari solusi,mau sampaikan kepada masyarakat agar tidak boleh lagi menciptakan situasi keamanan yang tidak baik, tidak boleh membunuh orang,tukang ojek,pegawai,pedagang, karena dengan begitu guru tidak bisa mengajar,orang kesehatan tidak bisa melayani orang sakit,ketika pelayanan tidak jalan maka disitulah  terjadi pelanggaran HAM  terbesar,”ungkanya.

“orang bilang tanah Papua,tanah ilaga ini tanah injil,baru kok tiap hari ada bunyi,karena dengan peristiwa seperti ini, kami rakyat yang menderita,”tukasnya.

Sementara itu,Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia,S.Sos mengatakan kondisi saat ini di Kabupaten Puncak,masih dibilang sebagai rawan terkendali,lantaran baru saja terjadi penembakan terhadap tukang ojek di Gome dan penikaman terhadap anggota TNI di sinak,sehingga untuk menciptakan kondisi yang aman di Kabupaten Puncak,maka TNI-Pori juga sudah melakukan spweping alat senjata tajam (sajam),di dalam kota ilaga dan sekitarnya.

“Dari kegiatan pertemuan tadi,maka seluruh masyarakat ingingkan kedamaian,supaya pembangunan bisa jalan,hanya ada kelompok kecil saja yang selalu buat onar di daerah ini,dan kami sudah sampaikan kami tidak akan lagi kompromi,kami akan tindak tegas,siapa yang buat daerah ini tidak kondusif,”tegasnya.

Sebab menurut Kapolres,dampak dari peristiwa penembakan terhadap tukang ojek, membuat situasi di Kabupaten Puncak tidak aman,aktvitas pemerintahan,ekonomi,pendidikan dan kesehatan menjadi tidak berjalan, dampak dari ualh kelompok-kelompok sipil bersenjata ini,sehingga dirinya berharap agar kelompok-kelompok ini berhenti membuat ulah, dan bisa bergabung dan bersama-sama pemerintah membangun Kabupaten Puncak.(humas) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kondisi Kamtibmas Kondusif, Aktivitas Masyarakat di Pasar Sentral Mulia Berjalan Lancar

23 Mei 2026 - 17:24 WIB

Pembunuhan Pendulang Emas di Awimbon, Petugas Gabungan Fokus Evakuasi Korban dan Pengejaran Pelaku

22 Mei 2026 - 18:54 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

21 Mei 2026 - 08:19 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Berhasil Tangkap Wadan Yon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo, Amunisi dan Senjata Tajam Diamankan

21 Mei 2026 - 08:17 WIB

Satgas Damai Cartenz Hadir di Tengah Warga Muara Puncak Jaya Lewat Patroli Jalan Kaki

19 Mei 2026 - 19:10 WIB

Trending di HUKRIM