Menu

Mode Gelap
Pertamina Patra Niaga dan PMI Kota Jayapura Jalin Kerja Sama Penguatan Kegiatan Kemanusiaan dan Sosial Sinergi Dinkes, Komunitas, dan Jurnalis: Menuju Kota Jayapura Ramah Kelompok Rentan HIV-TB Tokoh Pemuda Papua Dukung Pendekatan Humanis dan Penegakan Hukum Satgas Operasi Damai Cartenz Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80, Personel Damai Cartenz Partisipasi Dalam Giat Donor Darah di Polres Nabire Kapolda Papua Tengah Imbau Jajaran Fasilitasi Nobar Piala Dunia untuk Masyarakat Menembus Medan Puncak Jaya, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Hadirkan Rasa Aman bagi Warga

BERITA UTAMA

Tingkatkan Ekonomi Warga,Festival Tokok Sagu Akan Jadi Agenda Tahunan

badge-check


					Tingkatkan Ekonomi Warga,Festival Tokok Sagu Akan Jadi Agenda Tahunan Perbesar

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID, – Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, mengatakan Festival Tokok Sagu akan menjadi agenda tahunan untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Sagu adalah sumber kehidupan yang memiliki peran dan nilai tinggi dalam bentuk olahan bahkan bisa menghasilkan ekonomi,” ujar Pekey saat membuka Festival Tokok Sagu di Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (21/6).

Masyarakat Papua, khususnya di Kota Jayapura, mengenal sejumlah makanan lokal seperti sagu, ubi jalar, keladi, singkong, dan pisang. Tetapi hanya dua jenis yang populer yaitu sagu untuk masyarakat pantai dan ubi jalar untuk masyarakat pedalaman.

“Sagu di wilayah Tabi semakin habis sehingga terancam punah. Pemerintah daerah dan seluruh stakeholder harus bersama-sama bertanggung jawab menanam kembali pada area kosong supaya ada keberlanjutan, agar 40 tahun ke depan sagu tidak hanya jadi kenangan,” ujarnya.

Festival Tokok Sagu yang dihadiri kepala daerah wilayah VI sekaligus menanam sagu di Skouw Yambe menjadi catatan sejarah bahwa ada sagu yang ditanam oleh Wali Kota Tidore, Ambon, Baubau, dan lainnya, khususnya Apeksi Wilayah VI.

“Festival Tokok Sagu menjadi agenda tahunan agar aktivitas mengolah sagu secara tradisional bisa dipertahankan. Festival Tokok Sagu bisa dikemas lebih luas lagi, kalau sudah menjadi agenda tetap bisa memberikan nilai kelestarian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” Terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo, mengatakan Festival Tokok Sagu tahun 2023 adalah murni dilaksanakan atas inisiatif masyarakat di Skouw Yambe.

“Saya hanya mendampingi saja agar festival ini berjalan lancar dan aman. Festival Tokok Sagu terinspirasi dari inisiatif kelompok usaha bersama pengolahan sagu di Skouw Yambe,” ujarnya.

Budaya tidak boleh hilang, salah satunya budaya tokok sagu. Meskipun menokok sagu modern menggunakan mesin, namun cara tradisional harus tetap dipertahankan.

“Kalau tidak dilestarikan maka dengan sendirinya akan hilang. Kami menetapkan Hari Tokok Sagu, mulai dari cara menokok sampai membuat keranjang tempat sagu, setiap Juni, dan dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan budaya dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Dinkes, Komunitas, dan Jurnalis: Menuju Kota Jayapura Ramah Kelompok Rentan HIV-TB

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Tokoh Pemuda Papua Dukung Pendekatan Humanis dan Penegakan Hukum Satgas Operasi Damai Cartenz

12 Juni 2026 - 18:02 WIB

Mengapa Portugal Harus Juara Piala Dunia?

11 Juni 2026 - 13:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Kisah Cinta Berakhir Tragis di Kamar Kos, Polisi Dalami Motif

10 Juni 2026 - 08:07 WIB

Trending di BERITA UTAMA