JAYAPURA iFOPAPUA.ID- Perjalanan Brigadir Jenderal Polisi Semmy Ronny Thabaa menjadi gambaran pengabdian seorang putra Papua yang meniti karier di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dari penugasan operasional di daerah hingga dipercaya mengemban tanggung jawab strategis di tingkat nasional.
Lahir dari Serui, Papua, Semmy tidak hanya memiliki pengalaman panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Rekam jejaknya juga memperlihatkan perjalanan kepemimpinan yang melewati berbagai wilayah penugasan, termasuk daerah-daerah di Papua yang memiliki dinamika keamanan dan sosial tersendiri.
Kini, setelah menyandang pangkat jenderal bintang satu, Semmy memasuki babak baru dalam kariernya. Berdasarkan pemberitaan 11 Oktober 2026, ia mendapat penugasan sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Wakapolda Sulteng), setelah sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri
Menempa pengalaman dari Papua hingga luar daerah
Sebelum mencapai pangkat Brigjen Pol., Semmy telah melewati sejumlah posisi penting dalam struktur kepolisian. Pengalaman tersebut membentuk rekam jejaknya, baik dalam kepemimpinan kewilayahan maupun pengendalian operasi.
Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Jayawijaya, Kapolres Paniai, dan Kapolres Nabire. Ketiga wilayah tersebut berada di Papua dan memberinya pengalaman langsung menghadapi tantangan keamanan, penegakan hukum, serta hubungan kepolisian dengan masyarakat.
Pengabdiannya kemudian berlanjut ke luar Papua. Semmy pernah dipercaya menjadi Kapolres Tegal dan memimpin Satuan Brimob Polda Papua Barat. Ia juga mengemban tugas sebagai Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Maluku Utara dan Polda Banten.
Pengalaman tersebut memperluas cakupan kepemimpinannya, dari penanganan persoalan keamanan di tingkat kabupaten hingga perencanaan dan pengendalian operasi kepolisian di tingkat polda.
Kembali dipercaya bertugas di Tanah Papua
Perjalanan karier Semmy kembali membawanya ke Tanah Papua ketika ia diangkat menjadi Wakapolda Papua Barat Daya pada 30 Desember 2024.
Penugasan itu menempatkannya pada posisi penting di provinsi yang saat itu masih relatif baru dalam struktur pemerintahan Indonesia. Sebagai wakapolda, ia menjadi bagian dari jajaran pimpinan yang mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, pemeliharaan keamanan, dan koordinasi internal di wilayah tersebut.
Pengalaman sebelumnya sebagai kapolres, komandan satuan Brimob, dan pejabat pengendali operasi menjadi bekal dalam menjalankan tugas di tingkat pimpinan polda.
Pada akhir Juni 2026, Semmy resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi. Kenaikan pangkat tersebut menandai babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di Polri.
Dari pengalaman lapangan menuju pembentukan pemimpin
Setelah bertugas sebagai Wakapolda Papua Barat Daya, Semmy mendapat amanah sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri.
Jabatan tersebut membawa Semmy ke lingkungan pendidikan dan pengembangan kepemimpinan kepolisian. Jika sebelumnya ia lebih banyak berkutat dengan tanggung jawab operasional dan pengelolaan keamanan, pada fase ini pengalamannya menjadi modal untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri.
Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan karier seorang perwira tidak berhenti pada keberhasilan memimpin satuan atau mengendalikan operasi. Pengalaman di lapangan juga memiliki nilai penting ketika dibagikan untuk membentuk calon pemimpin kepolisian berikutnya.
Bagi Semmy, penugasan di lembaga pendidikan strategis Polri menjadi ruang pengabdian dengan orientasi berbeda: bukan hanya menjalankan tugas, melainkan turut memperkuat kualitas kepemimpinan institusi.
Amanah baru sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah
Babak berikutnya datang pada Oktober 2026. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, Semmy mendapat penugasan sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah, menggantikan Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf yang ditarik ke Mabes Polri.
Penugasan ini kembali menempatkannya dalam struktur kepemimpinan operasional kepolisian daerah. Pengalaman panjang di Papua dan sejumlah wilayah lain di Indonesia menjadi bekal yang relevan untuk mendukung Kapolda Sulawesi Tengah dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat.
Putra Papua dengan perjalanan pengabdian lintas wilayah
Perjalanan Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa menunjukkan bahwa pengabdian di tubuh Polri menuntut kesiapan untuk menjalankan tugas di berbagai lingkungan dan tanggung jawab.
Dari Serui, ia menapaki karier melalui sejumlah wilayah penugasan, memimpin satuan operasional, mengendalikan perencanaan operasi, hingga memasuki dunia pendidikan kepolisian sebelum kembali dipercaya menduduki posisi pimpinan di tingkat polda.
Bagi Papua, perjalanan seorang putra daerah yang mencapai pangkat jenderal dan dipercaya memegang jabatan strategis di tingkat nasional merupakan kisah tentang kesempatan, pengalaman, dan tanggung jawab.
Namun, capaian tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari pangkat maupun jabatan. Ukuran terpentingnya adalah bagaimana pengalaman dan kewenangan yang dimiliki dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang berintegritas, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(**)



















