Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua: RSUP Jayapura Jadi Contoh Penguatan Layanan Kesehatan di Tanah Papua Satgas Damai Cartenz Perkuat Kedekatan dengan Warga melalui Patroli Dialogis di Talilime Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Perantara Senjata Api Jaringan KKB di Sarmi

RAGAM

Komnas HAM Apresiasi Penghentian Pembangunan Dermaga Satrol di Areal Gereja GKI Pengharapan

badge-check


					Komnas HAM Apresiasi Penghentian Pembangunan Dermaga Satrol di Areal Gereja GKI Pengharapan Perbesar

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID – Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey bersama tujuh stafnya memantau langsung jalannya demonstrasi penolakan pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X Jayapura di areal Gereja GKI Pengharapan, Klasis Port Numbay, Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung damai di Gedung DPR Papua, Senin (18/5/2026) pagi.

Aksi dilakukan oleh ratusan jemaat GKI, Badan Pekerja Klasis Port Numbay, Badan Pekerja GKI di Tanah Papua, berbagai denominasi gereja, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta organisasi perempuan.

Dalam aksi tersebut, Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan menghentikan rencana pembangunan dermaga yang berada di belakang gereja.

“Apa yang menjadi saran dan masukan dari gereja akan saya laksanakan untuk tidak membangun fasilitas labuh yang berada di belakang gereja saat ini,” tegas Sugianto di hadapan massa aksi.

Sugianto menambahkan bahwa secara pribadi maupun sebagai institusi TNI Angkatan Laut, pihaknya sangat menghormati dan menghargai keberadaan gereja di Tanah Papua.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas surat sebelumnya yang dinilai kurang tepat. Permohonan maaf tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua.

Pernyataan penghentian pembangunan akan dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani Dankodaeral X Jayapura dan diserahkan kepada Sinode GKI di Tanah Papua paling lambat 14 hari kerja.

Massa Bubarkan Diri TertibUsai mendengar pernyataan tersebut, massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan selanjutnya memasang plang penolakan pembangunan dermaga di lokasi Gereja GKI Pengharapan.

Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengapresiasi sikap Komandan Kodaeral X Jayapura yang cepat merespons aspirasi masyarakat dan lembaga keagamaan.

“Komnas HAM mengapresiasi langkah Mayjen TNI (Mar) Sugianto yang telah mendengarkan suara gereja dan masyarakat serta memutuskan menghentikan pembangunan di areal gereja,” ujar Frits Ramandey.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peralihan Arsip Pertanahan Elektronik sebagai Sebuah Keniscayaan, Sekjen ATR/BPN: Harus Dikelola dengan Baik

9 Juni 2026 - 14:09 WIB

Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak

8 Juni 2026 - 20:45 WIB

Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak

8 Juni 2026 - 20:43 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Tekankan Pentingnya Satu Data Sawah Nasional untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian

5 Juni 2026 - 16:11 WIB

Ops Damai Cartenz Salurkan Bantuan Sosial untuk Dua Panti Asuhan di Keerom, Dukung Kebutuhan Anak Papua

4 Juni 2026 - 18:20 WIB

Trending di RAGAM