Menu

Mode Gelap
Satgas Damai Cartenz Hadir di Tengah Warga Muara Puncak Jaya Lewat Patroli Jalan Kaki Pangdam XVII/Cenderawasih Dampingi Wamendagri Tinjau Pengungsi Konflik Suku di Jayawijaya Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT Tokoh Muslim Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Dukung Operasi Damai Cartenz Komnas HAM Apresiasi Penghentian Pembangunan Dermaga Satrol di Areal Gereja GKI Pengharapan Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Hadir Amankan Peresmian Gereja di Kiwirok

RAGAM

Komnas HAM Apresiasi Penghentian Pembangunan Dermaga Satrol di Areal Gereja GKI Pengharapan

badge-check


					Komnas HAM Apresiasi Penghentian Pembangunan Dermaga Satrol di Areal Gereja GKI Pengharapan Perbesar

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID – Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey bersama tujuh stafnya memantau langsung jalannya demonstrasi penolakan pembangunan Dermaga Satrol Kodaeral X Jayapura di areal Gereja GKI Pengharapan, Klasis Port Numbay, Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung damai di Gedung DPR Papua, Senin (18/5/2026) pagi.

Aksi dilakukan oleh ratusan jemaat GKI, Badan Pekerja Klasis Port Numbay, Badan Pekerja GKI di Tanah Papua, berbagai denominasi gereja, tokoh adat, organisasi kepemudaan, serta organisasi perempuan.

Dalam aksi tersebut, Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan menghentikan rencana pembangunan dermaga yang berada di belakang gereja.

“Apa yang menjadi saran dan masukan dari gereja akan saya laksanakan untuk tidak membangun fasilitas labuh yang berada di belakang gereja saat ini,” tegas Sugianto di hadapan massa aksi.

Sugianto menambahkan bahwa secara pribadi maupun sebagai institusi TNI Angkatan Laut, pihaknya sangat menghormati dan menghargai keberadaan gereja di Tanah Papua.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas surat sebelumnya yang dinilai kurang tepat. Permohonan maaf tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua.

Pernyataan penghentian pembangunan akan dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani Dankodaeral X Jayapura dan diserahkan kepada Sinode GKI di Tanah Papua paling lambat 14 hari kerja.

Massa Bubarkan Diri TertibUsai mendengar pernyataan tersebut, massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan selanjutnya memasang plang penolakan pembangunan dermaga di lokasi Gereja GKI Pengharapan.

Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengapresiasi sikap Komandan Kodaeral X Jayapura yang cepat merespons aspirasi masyarakat dan lembaga keagamaan.

“Komnas HAM mengapresiasi langkah Mayjen TNI (Mar) Sugianto yang telah mendengarkan suara gereja dan masyarakat serta memutuskan menghentikan pembangunan di areal gereja,” ujar Frits Ramandey.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Hadir Amankan Peresmian Gereja di Kiwirok

18 Mei 2026 - 06:26 WIB

Jalin Keakraban dengan Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Dialogis di Serambakon

15 Mei 2026 - 18:20 WIB

Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan

15 Mei 2026 - 10:54 WIB

Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Distrik Sinak

13 Mei 2026 - 16:04 WIB

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Sugapa, Wujudkan Rasa Aman bagi Masyarakat

13 Mei 2026 - 07:22 WIB

Trending di RAGAM