Menu

Mode Gelap
Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Patroli Gabungan Ops Damai Cartenz 2026 Jaga Stabilitas Keamanan di Sugapa DPR Dukung Langkah Perbaikan Stadion Lukas Enembe 8 Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan Satgas Damai Cartenz Tanamkan Semangat Belajar kepada Pelajar di Distrik Sinak Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Sugapa, Wujudkan Rasa Aman bagi Masyarakat

HUKRIM

Apner Krei Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Jadi Wajah Baru Keamanan Papua

badge-check


					Apner Krei Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Jadi Wajah Baru Keamanan Papua Perbesar

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID, — Akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua, Apner Krei, S.Sos., M.Si., menilai bahwa kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz telah menghadirkan wajah baru dalam penegakan hukum dan keamanan di Tanah Papua.

Menurutnya, Satgas Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan, dialog, dan pembangunan sosial yang inklusif.

Dalam pernyataannya di Jayapura, Jumat (17/10), Apner menyebut bahwa paradigma baru yang diterapkan Satgas Damai Cartenz menjadi cerminan upaya negara dalam membangun kepercayaan antara aparat dan masyarakat.

“Satgas Damai Cartenz ini menjadi representasi dari upaya kehadiran negara yang lebih adaptif dan empatik terhadap realitas sosial serta budaya masyarakat Papua,” ujarnya.

Lebih jauh, Apner menegaskan bahwa keamanan di Papua tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik semata. Menurutnya, rasa aman yang sejati lahir dari hadirnya keadilan sosial, pelayanan publik yang merata, serta perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai akademisi yang menaruh perhatian terhadap dinamika sosial Papua, ia memandang pendekatan humanis dan pembangunan harus berjalan beriringan.

“Masyarakat akan merasa aman bila negara hadir bukan hanya lewat aparat keamanan, tetapi juga melalui pelayanan yang adil dan pembangunan yang menyentuh semua lapisan,” tambahnya.

Apner juga mengajak seluruh elemen masyarakat — mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, gereja, hingga pemuda — untuk menjadi mitra strategis Satgas Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua. Kolaborasi ini, katanya, penting agar setiap langkah penegakan hukum tetap menghormati hak asasi manusia dan martabat orang asli Papua.

“Keamanan di Papua tidak boleh hanya diukur dari tiadanya konflik, tetapi dari tumbuhnya rasa damai dan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Apner menyampaikan optimisme bahwa sinergi antara pendekatan keamanan dan kemanusiaan akan membuka jalan bagi Papua yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

“Kami berharap kehadiran Satgas Damai Cartenz dapat menghadirkan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap negara,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patroli Gabungan Ops Damai Cartenz 2026 Jaga Stabilitas Keamanan di Sugapa

14 Mei 2026 - 19:22 WIB

Persipura Gagal Promosi ke Liga 1, Kericuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe

9 Mei 2026 - 13:46 WIB

Satgas Ops Cartenz Dalami Jaringan KKB di Yahukimo, Satu Ditetapkan Tersangka Kasus Pembunuhan

5 Mei 2026 - 07:17 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Melaksanakan Respons Cepat Kejadian Dugaan Percobaan Penembakan di Dekai

30 April 2026 - 19:36 WIB

Satreskrim Polres Biak Numfor Berhasil Temukan Motor Warga Yang Hilang di Kampung Sorido

28 April 2026 - 22:57 WIB

Trending di HUKRIM