Menu

Mode Gelap
Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian Patroli Humanis di Kali Samabuasa, Satgas Damai Cartenz Dekatkan Diri dengan Warga Lewat Dialog dan Hasil Bum Di Kali Samabuasa, Patroli Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Diwarnai Dialog dan Jual Beli Hasil Bumi Warga Kaops Damai Cartenz Tinjau Pos Kiwirok, Cek Kondisi Personel dan Tekankan Kewaspadaan Selembar Sertipikat Menjaga Amanah Tanah Wakaf Hadir di Tengah Warga, Satgas Damai Cartenz Bangun Rasa Aman dari Pendekatan Humanis

BERITA UTAMA

Kerusuhan Wamena Renggut 10 Nyawa dan 23 Korban Luka

badge-check


					Aparat keamanan saat kerusuhan pecah di Wamena pada Kamis (23/2/2022). [Foto: Humas Polda Papua] Perbesar

Aparat keamanan saat kerusuhan pecah di Wamena pada Kamis (23/2/2022). [Foto: Humas Polda Papua]

WAMENA, INFOPAPUA.ID– Sebanyak 10 orang dinyatakan meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Sinakma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada  Kamis 23 Februari 2023.

Dari total 10 korban meninggal dua, 2 di antaranya diduga mengalami penganiayaan berat diakibatkan oleh anak panah dan senjata tajam.  Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (24/2/2023).

Selain korban meninggal, Benny mengungkapkan adanya 23 korban luka-luka,  9 di antaranya sudah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat penanganan medis.  23 korban luka ini terdiri dari 18 aparat dan warga sipil.

“Untuk korban luka-luka dari aparat ada 18 orang, antara lain 16 orang terkena lemparan batu dan dua orang terkena panah, satu perwira Polisi dan satu dari TNI,” katanya.

Benny menjelaskan, penyerangan terhadap aparat terjadi saat melakukan negoisasi agar isu penculikan dapat diselesaikan dengan baik tetapi Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S Napitupulu bersama anggota di lokasi.

Menurut Benny, aparat diserang menggunakan batu dan panah, sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan dengan harapan massa tidak melakukan aksi penyerangan terhadap anggota.

“Massa yang semakin anarkis tersebut tidak mau mendengar himbauan aparat dan tidak mau membubarkan diri saat diberi tembakan peringatan bahkan menyerang Aparat dengan panah,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, kejadian ini akan menjadi perhatian serius bagi aparat di Papua  untuk mengambil langkah-langkah cepat, sehingga tidak ada lagi yang memanfaatkan isu tidak mendasar.

“Ke depan hal ini akan menjadi perhatian serius bagi kami yang ada di Papua. Karena tidak boleh ada lagi yang memanfaatkan kejadian atau isu-isu yang tidak berdasar untuk melakukan kejahatan lain,” katanya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

21 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Satgas Kepolisian ODC dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuha Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

20 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan KKB Dalam Insiden Penembakan Pintu Masuk Festival Budaya Lembah Baliem

10 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Personel Operasi Damai Cartenz-2026 Bekali Diri dengan Edukasi Kesehatan, Wujud Kepedulian terhadap Kesiapan dan Kesejahteraan Anggota

9 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Kapolres Jayapura Tegas, Tak Ada Tempat Bagi KNPB

1 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Trending di BERITA UTAMA