Menu

Mode Gelap
Tokoh Masyarakat Mimika Apresiasi Pendekatan Humanis Ops Damai Cartenz di Momentum Hari Bhayangkara ke-80 Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Jayapura Eramet Indonesia dan Kitong Bisa Foundation Luluskan 41 Mahasiswa Indonesia Timur Lewat Program Beasiswa Eramet Beyond 80 Tahun Polri Mengabdi Untuk Rakyat Momentum Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz Pererat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Bakti Sosial Nikolas AP: Satgas Operasi Damai Cartenz Berperan Penting Menjaga Papua Tetap Aman dan Damai

BERITA UTAMA

Eramet Indonesia dan Kitong Bisa Foundation Luluskan 41 Mahasiswa Indonesia Timur Lewat Program Beasiswa Eramet Beyond

badge-check


					Eramet Indonesia dan Kitong Bisa Foundation Luluskan 41 Mahasiswa Indonesia Timur Lewat Program Beasiswa Eramet Beyond Perbesar

JAKARTA iNFOPAPUA. ID – Eramet Indonesia bersama Kitong Bisa Foundation (KBF) resmi menutup pelaksanaan angkatan perdana Program Beasiswa Eramet Beyond yang telah berlangsung sejak November 2024. Penutupan program ditandai melalui seremoni bertajuk Eramet Beyond: From Journey to Impact yang digelar di Jakarta pada 29–30 Juni 2026.

Program ini menjadi bentuk komitmen Eramet Indonesia dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Indonesia Timur sekaligus membekali mereka dengan kemampuan kepemimpinan, keterampilan masa depan, dan semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Sebanyak 41 mahasiswa asal Papua, Maluku, dan Sulawesi dinyatakan lulus dari program tersebut. Mereka merupakan peserta terpilih dari lebih dari 500 pendaftar yang mengikuti proses seleksi secara nasional.

CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet, mengatakan investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui Program Beasiswa Eramet Beyond, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda berbakat untuk mengembangkan potensi mereka, memperkuat kapasitas kepemimpinan, dan menciptakan dampak positif di daerah asalnya. Kami berharap perjalanan mereka melalui program ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan daerah maupun Indonesia,” ujar Jérôme dalam seremoni penutupan program di Jakarta, Selasa (30/6).

Selama mengikuti program, para penerima beasiswa memperoleh 46 sesi pelatihan yang meliputi pengembangan kemampuan bahasa Inggris, project management, kepemimpinan, literasi keuangan, hingga literasi digital. Seluruh proses pembelajaran dirancang melalui empat tahapan, yakni Learn, Lead, Serve, dan Give Back, untuk membentuk peserta menjadi pemimpin muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program ini juga mencatat sejumlah capaian positif. Lebih dari 70 persen peserta mengalami peningkatan kemampuan akademik maupun nonakademik. Sebanyak 70 persen peserta berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris setidaknya satu tingkat, sementara 73,2 persen mengalami peningkatan kompetensi dalam project management.

Selain itu, 73 persen peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya dana darurat setelah mengikuti pelatihan literasi keuangan. Dari sisi akademik, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) peserta meningkat dari 3,50 menjadi 3,63 atau naik sekitar 3,75 persen. Sebanyak 19 mahasiswa atau sekitar 45 persen peserta juga aktif berkontribusi dalam organisasi, komunitas, maupun kegiatan sosial sepanjang 2026.

Dampak program turut dirasakan oleh salah satu penerima beasiswa, Zaldi. Ia mengaku sebelumnya harus bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya. Setelah memperoleh Beasiswa Eramet Beyond, ia dapat lebih fokus menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapatkan pendanaan penuh untuk penelitian tugas akhir yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Saya sangat berterima kasih kepada Eramet dan KBF. Berkat dukungan Program Beasiswa Eramet Beyond, saya bisa lebih fokus pada studi tanpa khawatir biaya. Pengalaman ini juga membuka lebih banyak peluang bagi saya untuk berkembang,” kata Zaldi.

Sementara itu, CEO Kitong Bisa Foundation, Mohammad Afif, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian akademik para penerima beasiswa, tetapi juga dari dampak yang mampu mereka ciptakan bagi masyarakat.

“Melalui Eramet Beyond, kami tidak hanya mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga membekali mereka dengan karakter kepemimpinan, semangat pengabdian, dan kemampuan menciptakan dampak nyata. Kami percaya para awardee ini akan menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan positif bagi Indonesia Timur dan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Melalui keberhasilan angkatan perdana Program Beasiswa Eramet Beyond, Eramet Indonesia dan Kitong Bisa Foundation menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya generasi muda Indonesia Timur yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan masyarakat di masa depan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Jayapura

1 Juli 2026 - 18:13 WIB

80 Tahun Polri Mengabdi Untuk Rakyat

1 Juli 2026 - 18:02 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Amankan Terduga Anggota KKB Kodap III Dulla di Intan Jaya

26 Juni 2026 - 17:15 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 saat mengamankan seorang pria berinisial PP (25) alias P beserta barang bukti berupa telepon genggam, yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodam III D Dulla Intan Jaya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah/ Foto- Humas ODC

Tegas dan Terukur, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Kembali Menangkap dan Melumpuhkan Anggota KKB di Yahukimo

20 Juni 2026 - 21:53 WIB

Diduga Korupsi, Kejati Papua Tahan Empat Eks Pimpinan Bulog

19 Juni 2026 - 08:58 WIB

Trending di BERITA UTAMA