JAYAPURA iNFOPAPUA.ID,-Nama Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw. M.Si disebut dalam Forum Silaturahmi Para Otoritas Adat dengan FORKOPIMDA Plus, diengan Tema: “Merajut Harmoni Demokrasi dan Pembangunan Melalui Kebijaksanaan Adat untuk Masa Depan Papua”.
Ketua LMA Port Numbay, George Awi, dalam sambutanya mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan sebuah panggilan untuk menegaskan kembali bahwa entitas adat bukan pelengkap, melainkan fondasi.
“Kita berkumpul untuk memperkuat peran Ondoafi, Kepala Suku, dan seluruh otoritas adat sebagai tiang utama yang menjaga harmoni sosial, mengawal demokrasi yang beradab, dan memastikan pembangunan yang tidak menginjak akar, melainkan bertumbuh darinya,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat posisi dan peran entitas adat
sebagaipilar utama dalam menjaga harmoni sosial, ketertiban masyarakat, keberlanjutan demokrasi, dan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Adat Tabi dan Saireri.
Merumuskan komitmen bersama para Ondoafi, Kepala Suku, dan Tokoh Adat
dalam mendukung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang damaiadil, dan bermartabat.
Selian itu engan kegiatan ini diharapkan tercapainya pernyataan sikap bersama dari para otoritas adat di wilayah Tabi dan Saireri sebagai bentuk komitmen moral dan budaya dalam menjaga harmoni sosial, mendukung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang damai dan bermartabat, serta memperkuat peran adat dalam pembangunan berkelanjutan
“Tersusunnya Rekomendasi Strategis yang memuat arah kebijakan integratif antara nilai-nilai kearifan lokal dan sistem pemerintahan formal, sebagai fondasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Provinsi Papua sebagai Rumah Besar bagi semua suku dan golongan” harapnya.
“Mari kita buka hati untuk anak-anak muda Papua yang berprestasi dan membawa harum nama bangsa. Saya memberikan penghormatan tinggi kepada Bapak Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Kandidat Doktor Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., yang dengan kepeduliannya telah membantu mensponsori anak kita Geisler Ap tampil dan menang dalam ajang tinju internasional di Thailand, dan mengibarkan Sang Merah Putih atas nama Papua dan Indonesia,” ungkapnya.**















