Menu

Mode Gelap
Patroli Gabungan Polres Nabire dan Satgas Damai Cartenz Perkuat Pengamanan Wilayah Banyak Membantu, Warga Minta BPN Sediakan Layanan Lebih Banyak Lagi di PELATARAN Persipura Gagal Promosi ke Liga 1, Kericuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz 2026 di Ilaga Perkuat Rasa Aman Masyarakat Papua Tengah Freeport Setor Tambahan Rp2,88 Triliun untuk Pemerintah Daerah di Papua Tengah dari Bagian Keuntungan Bersih 2025 Satgas Damai Cartenz Tingkatkan Kesiapan Personel Melalui Support Psikologi dan Pemeriksaan Kesehatan di Kiwirok

Uncategorized

Rukyatul Hilal di Kabupaten Jayapura: Hilal 1 Syawal Belum Tampak, Dipastikan di Bawah Ufuk

badge-check


					Rukyatul Hilal di Kabupaten Jayapura: Hilal 1 Syawal Belum Tampak, Dipastikan di Bawah Ufuk Perbesar

JAYAPURA iNFOPAPUA.ID,- Hilai 1 Syawal 1446 H belum tampak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Hal ini ditegaskan Ketua Tim Teknis Rukyatul Hilal Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, melalui Suroto, di Hele’ Yo, Kampung Sereh, Sentani, Sabtu (29/03/2025) bertepatan dengan 29 Ramadhan 1446 H.

Mengacu data Tim Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V  yang turut serta dalam Tim Teknis Rukyatul Hilal ini, berdasarkan perhitungan astronomi, pada 29 Ramadan 1446 H, ketinggian hilal di titik pemantauan di Kabupaten Jayapura mencapai -2,790 derajat, elongasi 2,80 derajat, sedangkan di Sabang -1,069 derajat dan elongasi 1,61 derajat. Dengan demikian, dipastikan hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Ramadan akan digenapkan, atau istikmal, menjadi 30 hari.

Sejalan dengan penjelasan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, sebagaimana dilansir kemenag.go.id, meskipun secara astronomi hilal diperkirakan berada di bawah ufuk dan sulit terlihat, rukyat tetap dilakukan. Menurutnya, hal ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghormatan terhadap metode yang dianut oleh sebagian masyarakat serta upaya pengembangan ilmu pengetahuan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, melalui Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua, Musa Narwawan, menegaskan bahwa untuk penentuan 1 Syawal menunggu hasil sidang Isbat yang dipimpin Menag.

Lebih lanjut Suroto menjelaskan bahwa
pemantauan hilal (rukyat) di 33 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, juga di Provinsi Papua, kecuali di Provinsi Bali karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

Berdasarkan data perhitungan atau hisab, sejalan dengan data yang dikemukakan Kepala BBMKG Wilayah V, Yustus Rumakik, ijtimak (konjungsi) akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, sekitar pukul 19.57 WIT. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di rentang -3° 15,47′ hingga -1° 4,57′, dengan sudut elongasi antara 1° 12,89′ hingga 1° 36,38′.

Posisi hilal tersebut menurut Ketua Tim Teknis Rukyatul Hilal, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Berdasarkan data ketinggian dan elongasi hilal tersebut, maka diperkirakan 1 Syawal akan jatuh tanggal 31 Maret 2025, karena ketinggian hilal masih di bawah ufuk dan akan diistikmalkan Ramadan menjadi 30 hari.

Keputusan resmi mengenai tanggal 1 Syawal 1446 H akan diumumkan oleh pemerintah setelah sidang isbat pada 29 Maret 2025. Masyarakat diharapkan menunggu pengumuman resmi tersebut sebagai pedoman dalam merayakan Hari Raya Idulfitri.

Musa Narwawan menjelaskan, tentu di Papua lebih duluan melaporkan dan terakhir dari Aceh, sebelum sidang Isbat. Data dari seluruh Indonesia kan dilaporkan ke Tim Hisab Rukyat Pusat.

Kepala BBMKG Yustus Rumakik, menyatakan
bahwa pemantauan hilal ini tidak hanya perhitungan astronomis namun sangat bermakna bagi umat Islam dalam penentuan ibadah mereka.

“Hilal mustahil terlihat karena di bawah ufuk, namun tetap dibutuhkan sebagai data pada sidang Isbat di Kementerian Agama Provinsi Papua,” ujarnya.

Pemantauan Hilal terselenggara di 33 titik lokasi di seluruh Indonesia, termasuk di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Hadir pada kesempatan ini perwakilan PTA Jayapura, Haeruddin, Hakim Pengadilan Agama Sentani, Iqbal Fahri Hasan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura Steven Alexander Wonmally, tim dari Badan Meteorologi Klimataologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura dan Tim Urusan Agama Islam dan Bina Syariah.

Untuk diketahui, agenda Sidang Isbat yang digelar hari ini di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag RI, Jl. M.H.à Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, mencakup Seminar Posisi Hilal, yang terbuka untuk umum dan terselenggara secara live streaming, pukul 16.30 WIB, atau 18.30 WIT., pelaksanaan Sidang Isbat yang berisfat tertutup untuk umum, pada pukul 18.30 WIB atau 20.30 WIT., dan Konferensi Pers Penetapan 1 Syawal 1446 H yang juga terselenggara secara live streaming melalui kanal YouTube Kemenag RI dan Bimas Islam TV. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Kaka Bas: Inspirasi yang Tak Lekang oleh Waktu

30 April 2026 - 19:30 WIB

Melianus Aiwui, Birokrat Senior & Berakhir Dengan Jabatan Staf Khusus Gubernur Papua

19 April 2026 - 11:50 WIB

Ingin Mengembangkan Usaha? Pahami Proses Pengurusan KKPR Berikut Ini

17 April 2026 - 13:02 WIB

Pengamanan Idul Fitri di Sinak Berjalan Aman, Ops Damai Cartenz 2026 Perkuat Stabilitas Kamtibmas

22 Maret 2026 - 12:46 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi

12 Maret 2026 - 14:37 WIB

Trending di Uncategorized